Skip to main content

Dari FAMili untuk FAM Indonesia

FAM, baru beberapa hari saya menjumpaimu melalui dunia maya, hati ini terasa diberikan kekuatan kembali untuk menulis. Inspirasi dan ide yang dulunya hanya tertahan dalam diri, tanpa bisa tertuliskan karena tiada keberaniaan menuliskannya. Namun semua itu terkikis ketika berjumpa melalui websitemu FAM. (Muhammad Sofyan Arif)

Sahabatku FAM Indonesia, tanpa terasa sudah hampir dua bulan ukhuwah ini terjalin. Silaturahim dan komunikasi yang terjalin seolah menyiratkan bahwa kita sudah lama saling mengenal. Padahal bertatap muka pun kita belum pernah. Sebuah anugerah yang sungguh begitu berharga yang kurasakan karena telah mengenalmu. (Muhammad Abrar)

Bercermin pada Prancis, aku ingin tali bahtera mimpiku, kutambatkan pada pelabuhan “Indonesia Baru” – sebuah negara yang pandai menjaga tradisi dan tekun mewarisi peninggalan leluhurnya. Bila mimpi menjadikan Indonesia yang terdiri dari beribu pulau ini gagal sadar tradisi, maka tak tanggung-tanggung aku ingin menyebut grup FAMili sebagai “Indonesia Baru.” FAMili telah menyiapkan ruang, tempat para pencinta kreativitas mewariskan petuah dan karya para pendahulunya. (Steve Agusta)

FAM, bisa bertemu denganmu adalah anugerah yang tak terlukiskan dengan rangkaian huruf-huruf. Adalah suatu kebanggaan serta kebahagiaan bisa berkumpul dalam satu keluarga besar yang merupakan wadah kepenulisan yang memiliki visi dan misi yang baik, mempunyai motivasi yang kuat dalam mendidik dan membangun mental positif para anggotanya, mengerti betul kebutuhan baik penulis pemula maupun penulis senior yang jam terbangnya lebih tinggi, dan yang paling membuat saya terkagum-kagum adalah forum ini mampu membungkus serta merangkul semuanya ini dalam nilai-nilai yang bernilai dakwah. (Intan Puspita Dewi)

FAM, sahabat setiaku. Itulah sejumput impianku. Semoga bersamamu mimpiku bukanlah suatu khayalan. Semoga bersahabat denganmu bisa meraih apa yang selalu menjadi impian dan harapanku. Kini bersamamu saya tidak takut untuk bermimpi lagi karena bermimpi dan berkarya adalah salah satu jalan untuk meraih impian itu. (Dedi Saeful Anwar)

Kadang waktu SD entah kenapa guru wali kelasku selalu menulis nama Fuji di Raporku, hingga Ayahku selalu komplain karena huruf ‘P’ ku berubah menjadi ‘F’. He-he mungkin guruku juga suka dengan gunung Fuji, hi-hi. Baiklah terlepas dari masalah itu, aku akan mendaki puncaknya lalu menancapkan bendera Indonesia dan bendera FAM di sana. Setelah menancapkan bendera di Puncak Everest, maukah FAM berada di gunung Fujiyama juga bersamaku? He-he. (Puji Dandelion)

Kawan, saat mengetikkan tulisan ini, entah mengapa aku teringat FAM. Sepertinya forum ini mirip dengan sistem pendidikan di Finlandia, menghargai setiap anggotanya. Kau tahu, setiap anggota FAM dihargai, tak peduli seberapa bagusnya tingkat kemahirannya menulis. Karena setiap penulis itu punya ciri khas tersendiri dan pembaca pun begitu, punya selera masing-masing. Mereka mendapat motivasi untuk terus berkarya. (Hiyanumz)

FAM, Aku belum pernah menceritakan hal ini pada siapapun, Aku belum menginginkan orang-orang mengetahuinya. Tapi, bagiku, memberitahukannya padamu adalah suatu kebahagiaan. Aku mengenalmu sebagai orang yang menghargai mimpi-mimpi dan harapan setiap pribadi. Dan karena itulah aku ingin berbagi mimpi ini bersamamu, biar kau tahu bahwa aku masih punya mimpi dan semangat yang tinggi untuk mewujudkan semua ini. (Retno Nurul Aisyah)

[Dikutip dari surat-surat FAMili kepada FAM Indonesia yang diterbitkan FAM Publishing]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...