Skip to main content

Tidak Ada Karya yang Sempurna

Oleh: Aliya Nurlela*)

Seorang motivator pernah berpesan padaku, “Jika ada orang yang datang kepadamu, menyodorkan karyanya, lalu minta dikritik, jangan terburu-buru mengkritik karya tersebut. Sebab, sesungguhnya tak sepenuhnya ia minta dikritik. Justru harapan terbesarnya adalah kamu memberikan penilaian baik terhadap karyanya. Itu hal yang manusiawi. Tak ada orang yang suka dikritik habis-habisan, apalagi di depan publik. Dan memang, tak ada hasil karya yang sempurna sehingga bebas dari kesalahan. Ketika kamu menulis satu karya, mungkin semua orang akan memberikan pujian. Tetapi ketika menulis karya yang lain, justru menuai kritikan. Itu manusiawi. Baik-buruk dalam berkarya itu akan terjadi. Kesempurnaan hanya pada karya Tuhan.

Meskipun posisimu, misalnya sebagai seorang manajer penerbitan, editor, redaktur, tapi bukan berarti menjadikan posisimu itu merasa berada di puncak yang ingin dianggap mahir lalu menilai karya orang lain dengan semena-mena. Berikan penilaian yang santun dan berimbang dalam ranah pribadi. Buatlah ruang konsultasi untuk saling bertukar pendapat mengenai hasil karya. Lebih baik kamu dianggap kurang kritis dan menguasai ilmu kepenulisan daripada menciptakan permusuhan. Jadilah seorang motivator, penuntun orang-orang yang sedang belajar dan penyebar nilai-nilai kebaikan. Ingat, kritikan itu lebih tajam dari pedang. Jika kau sibuk mengkritik karya orang lain, maka karyamu akan selalu dinilai negatif. Akan banyak orang, membaca karyamu dengan tujuan mencari kelemahannya. Karena kau telah merasa lebih baik dari orang-orang yang pernah dikritik, sehingga orang akan menilai karyamu dan berujar, “oh, hanya seperti ini hasil karya orang yang tajam lidah dan penanya?”

Jika sikap itu kamu  hindari, maka kamu akan terfokus menghasilkan karya yang lebih baik dari hari ke hari, menumbuhkan semangat pada setiap jiwa, menghapus keraguan orang-orang yang tidak percaya diri dalam mempublikasikan karya dan akan tercipta persaudaraan yang kuat dengan para penulis. Jangan membuat “menara gading sendiri” atau membesarkan nama sendiri, tapi sebarkan manfaat. Ilmu akan menjadi bermanfaat jika kau bagikan.

Jauhkan kesombongan diri. Sehebat apa pun posisimu, semua adalah titipan yang suatu saat akan diambil kembali. Tetap semangat!

Salam santun, salam karya!

*) Pengurus FAM Indonesia, tinggal di Malang, Jawa Timur

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...