Skip to main content

Aku Akan Tetap Fokus pada Proses Ketimbang Hasil

Jember, 13 Desember 2012

Teruntuk sahabat baikku, FAM Indonesia
di-
Bumi cinta-Nya

Assalamuaaikum Wr. Wb.

FAM, sahabat baikku, sebagai awal sapa yang hangat, senyum manis adalah pilihan yang tepat untukmu. Selanjutnya aku selipkan sebaris doa untukmu. Semoga langkah FAM ke depan senantiasa selalu dalam Rahman dan RahimNya. Semakin jaya dan luas menuai manfaat bagi seluruh umat. Amin.

FAM, sahabat baikku, semoga kau selalu dikelilingi cinta dan kasih sayang sahabat-sahabat di sekitarmu. Sakalangkong atas segala kehangatan kekeluargaan di forum yang kau bangun untuk aku dan sahabat FAM yang lain. Ups! FAM paham tidak akan kata sakalangkongku? Hehehe, itu Bahasa Madura yang artinya terima kasih. Aku sengaja memakai kata sakalangkong, soalnya selain ingin berbagi cerita, aku juga ingin sedikit berbagi Bahasa Madura denganmu dan sahabat-sahabat FAM yang lain (sahabat yang belum mengenal Bahasa Madura).

FAM, sahabat baikku, tak disangka aku akan kembali bersurat padamu. Kembali berbagi cerita denganmu, seperti yang telah aku katakan pada surat pertamaku kemarin.

Ah, FAM, sahabat baikku, kau tahu? Mengetahui ada lomba menulis surat dari FAM memompa jantungku melompat-lompat lebih kencang dari biasanya. Karena surat selalu memberi kesan romantis bagiku. Apalagi saat aku membaca temanya “jika aku penulis terkenal, maka aku akan…” olala… sungguh! Aku dikuasai euphoria. Mungkin bagi orang yang tak paham menilai sikapku ini berlebihan. Tetapi, ini benar. Aku tidak sedang bergurau. Karena dari sejak aku memasuki dunia menulis belum berpikir untuk menjadi penulis terkenal. Malah yang terpikir bagaimana tulisan-tuisanku masuk media cetak atau online dan lolos setiap mengikuti event-event menulis.

FAM, sahabat baikku, kau ingin tahu apa yang akan aku lakukan jika suatu saat kelak aku menjadi penulis terkenal? Ok, dengan senang hati aku akan memberitahumu. Kelak, jika aku menjadi penulis terkenal, pertama, aku akan tetap menjadi Lin Hana seperti sebelum aku menjadi penulis terkenal. Kedua, aku akan tetap berpatok pada proses ketimbang hasil. Ketiga, aku ingin mendirikan rumah baca dan menulis untuk anak-anak di desaku.

Tiga point utama inilah yang akan aku lakukan jika suatu kelak aku menjadi penulis terkenal. Namun, dengan segala yang telah aku katakan dari tadi, aku tidak akan melupa pada kata insya Allah, karena segala kehendak itu atas nama Allah.

FAM, sahabat baikku, suratku aku tuntaskan di sini dulu. Lain waktu aku akan sempatkan waktu lagi untuk bersurat padamu.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Salam santun,
Lin Hana FAM879M, Jember
Email: linabobol@yahoo.co.id

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...