Skip to main content

Puisi dan Pahlawan yang Menginspirasi

Oleh: Moh. Ghufron Cholid

Apa yang menarik dari puisi? Mengapa puisi terus tumbuh subur di negeri ini, kendati penghargaan pada penulis puisi sangat minim? Barangkali karena dengan menulis puisi seorang penulis mendapat kepuasan batin. Barangkali dengan menulis puisi, kemerdekaan sejati dalam menyampaikan risalah mimpi dan segala aspirasi terpenuhi.

Barangkali puisi telah menjadi udara untuk menghirup napas kemerdekaan setelah segala kejenuhan dan ketidakberdayaan tak bisa ditepis. Barangkali dengan menulis puisi, segela resah tak lagi bertahta di hati.

Ada yang menarik saat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia mengadakan event antologi puisi bersama dengan tema “Pahlawan di Mataku”, ada kegembiraan yang tak bisa dilukiskan. Tema sentral yang diadakan FAM berhasil menyedot perhatian para penulis puisi untuk menulis puisi lalu mengirimkan kepada panitia penyelenggara, masing-masing peserta yang berminat ikut harus mengirimkan 5 puisi yang kemudian dipilih tiga puisi yang paling mewakili.

Tahap seleksi pun diadakan panitia sehingga terkumpullah 50 penulis pilihan dan hasilnya dimuat dalam buku berjudul “Kejora yang Setia Berpijar”.

Dalam buku ini, aneka ragam pahlawan dipaparkan dalam bentuk puisi, barangkali buku ini bisa menjadi referensi alternatif untuk menambah wawasan tentang pahlawan.

Ternyata pahlawan bisa kita temukan di segala segi kehidupan, ternyata pahlawan bisa lahir di sekitar kita, di lingkungan terdekat kita, ternyata pahlawan juga bisa kita temukan dari profesi yang kadang kurang diminati sebagian remaja, yakni petani. Mari kita simak petikan puisi berjudul “Pahlawan Nurani” karya Melati Pertiwi Putri (hal. 53):

......
Pak tua si petani
Tak punya gelar atau trofi

Pak tua si petani
Kaulah, pahlawan nurani

Benarkah petani adalah pahlawan nurani? Barangkali pertanyaan inilah yang pertama kali muncul dalam benak kita sebagai pembaca setelah membaca puisi Melati. Gelar yang diberikan Melati pada petani, bisa disepakati bisa juga digugat namun inilah kemerdekaan penyair dalam puisi.

Pahlawan telah disampaikan, setelah itu tugas pembaca adalah merenungkan, menelaah lalu menentukan sikap sepakat atau menggugat namun paling tidak usaha Melati memperkenalkan pahlawan telah tuntas. Melati telah merdeka dalam puisinya sendiri. Melati telah menawarkan pandangan tentang sosok pahlawan, petani pun bisa menjadi inspirasi dan menjadi bahan penguat diri dalam meneguhkan abdi.

“Pahlawan Nurani”, begitu agung gelar yang diberikan Melati selaku penyair kepada petani. Barangkali sosok petani telah membuat batin Melati tergugah, sehingga tanpa pesanan siapa pun Melati dengan lantang menyebut petani sebagai pahlawan nurani.

Membaca buku ini kita akan semakin menemukan sosok-sosok pahlawan yang barangkali tidak kita sadari, yang barangkali telah terabaikan karena terlalu silau pada hidup yang lebih baik sehingga ada sosok pahlawan yang kita lupakan meski telah banyak memberikan makna keberhasilan pada kita.

Buku yang menginspirasi, yang ditulis dalam bentuk puisi oleh 50 penulis dalam mengenalkan sosok pahlawan bisa diperoleh dengan mudah dengan menghubungi FAM melalui email forumaktifmenulis@yahoo.com.

Akhirnya semoga kelahiran buku ini bisa menjadi bahan telaah dalam mengenal sosok pahlawan dan semoga bisa bermanfaat bagi perkembangan literasi sastra.

Kamar Cinta, 12 Februari 2013

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...