Skip to main content

Film Nusantara Sebuah Media Penjaga Budaya


Mengingat tentang penjagaan budaya,  ada salah satu negara yang mampu melestarikan budaya yang tidak termakan oleh zaman modern. Salah satunya adalah Negara Jepang, negara yang mempopulerkan beberapa film kartun di hari minggu,  makanan khas hingga pakaian yang sudah menjadi tradisi.

Menurut Ki Hajar Dewantara,  budaya ialah hasil dari usaha perjuangan masyarakat pada alam serta zaman yang memberikan bukti kemakmuran dan kejayaan hidup. Usaha perjuangan inilah yang mampu menghadapi serta menyikapi berbagai kesulitan dalam mencapai kemakmuran dan kebahagiaan hidup masyarakat tersebut. Bahkan  pendapat dari Ki Hajar Dewantara ini dianggap lebih tepat dengan budaya di Indonesia. Hal ini disebabkan karena budaya di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan dari waktu ke waktu sehingga membuat perubahan kondisi alam.
                                                                                                                                                                                                    Seni hiburan di zaman sekarang semakin hari semakin bagus dan mampu bersaing dengan film luar negeri seperti halnya The Raid yang mampu mendapatkan penghargaan pada tahun 2011 dan 2012 meski film tersebut disutradarai oleh orang luar negeri.


Tidak menutup kemungkinan film lokal yang juga disutradarai oleh orang lokal juga dapat meraih penghargaan yang bergengsi di luar negeri. Seperti halnya film-film luar lain yang bisa dilihat perkembangannya dalam segala proses kreatifnya. Melalui film lokal dengan perkembangan teknologinya dapat menyebarkan budaya atau tradisi kita sehingga tidak hanya kalangan dalam negeri saja yang dapat mengenalnya bahkan orang luar negeri juga dapat menikmatinya.
                                                                                                                                                                                       Seperti halnya film-film kolosal yang menampilkan asal muasal budaya kita atau film yang lebih modern yang dikemas dengan memiliki unsur keragaman budaya. Terutama hari ini kita mengenal komik Jepang yang diangkat dalam film kartun dan live actionnya atau komik barat seperti DC atau Marvel yang tentunya sudah bukan hal umum filmnya selalu jadi incaran para penikmat film di berbagai belahan negara.


Di Indonesia sendiri penulisan komik sebenarnya dikenal melalui seorang R.A. Kosasih yang mulai membuat komik dengan ala superhero barat, wayang bahkan mengambil cerita legenda di Indonesia. Lalu Harya Suraminata yang terkenal melalui Gundalanya yang konon terinspirasi dari Ki Ageng Sela yang dalam kisahnya pernah menangkap petir. Bahkan dalam layar lebarnya pada tahun 2019 yakni Gundala Putra Petir disambut antusias oleh penggemar film Indonesia. Dalam film tersebut juga mengandung unsur lokal seperti pemakaian bahasa Jawa yang digunakan oleh Ki Wilawuk musuh yang bakal ada di sekuelnya.

Dengan demikian film-film lokal lain diharapkan dapat mengangkat budaya kita bukan hanya sebagai jalan meraih prestasi di luar negeri tapi juga agar orang Indonesia mengetahui bagaimana budaya kita lahir dan dapat berkembang di dunia modern.

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...