Skip to main content

Komunitas Menulis adalah Penyemangat


Komunitas menulis, saat ini menjadi trend baru. Komunitas menulis menjadi teman yang nyaman, bagi remaja, dewasa maupun bagi yang sudah berumah tangga. Banyak penulis pemula, muncul dari membersamai komunitas. Sangat banyak manfaat yang didapat dari komunitas menulis. Apa saja manfaatnya? Yuk kita tengok, tiga manfaat komunitas menulis di bawah ini:

Satu, Sebagian besar penulis mendapatkan kedewasaan menulis dari komunitas. Semua penulis, sepakat bahwa semakin banyak jam terbang dalam menulis, berbanding lurus dengan peningkatan kualitas menulis. Apalagi dengan adanya komunitas, setiap tulisan akan mendapat apresiasi, koreksi, perbaikan, dan semangat. Dalam komunitas menulis, banyak para pembimbing yang ramah. Banyak pula pembimbing yang dengan sabar mengoreksi sekalipun kesalahan yang sama berulang. Semoga teman-teman menemukan komunitas yang tepat yaaa. Menemani teman dalam berproses dan bersiap metamorfosis menjadi pribadi yang hebat


Dua, jangan khawatir dengan kelayakan tulisan. Penulis yang maju mundur dengan karyanya, biasanya tidak memiliki pendampingan komunitas. Penulis tidak memiliki teman untuk melengkapi dan menjadi cermin untuk membenahi kekurangan kita layaknya sahabat. Jika kita memiliki komunitas, teman yang menjadi kebutuhan penulis, akan bisa diperoleh. Ada koreksi dari komunitas. Ada support, ada canda, ada keramahan, dan sebagainya. Warna-warni komunitas penulis terkadang tidak bisa digambarkan semuanya. Tergantung masing-masing pribadi yang merasakan langsung manfaatnya. Bila teman-teman belum memiliki komunitas menulis, bisa langsung dicoba deh! Jangan ragu untuk membaur dan akrab bersama mereka. Karena sebagian besar penulis yang tergabung dalam komunitas, merupakan personal yang sedikit banyak memahami karakter lawan bicaranya. Terutama penulis yang sudah biasa membuat karya dengan berbagai tokoh.


Tiga, percaya diri itu muncul setelah penerimaan tulisan oleh komunitas. Wah, hal ini memang spesial banget. Penerimaan tulisan dari pendamping, sangat dinantikan bagi penulis pemula. Bagi penulis pemula akan terbentuk karakter menulis, dari tempaan yang membuat mereka survive, sekaligus nyaman untuk berkembang. Komunitas menulis bukan keharusan, apalagi paksaan. Jika mereka tidak enjoy, kapan saja mereka bisa hengkang dari komunitas. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Penulis pemula merasa nyaman dengan tantangan yang diberikan pendamping. Dan dengannya akan menumbuhkan percaya diri. Terutama saat karyanya disetujui. Semoga tulisan ini bermanfaat ya...

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...