Skip to main content

Secercah Rasa dari Titik


Setiap kalimat yang dituliskan dalam sebuah kertas, microsoft word, bahkan pada beberapa aplikasi pengolah data akan berakhir dengan sebuah titik. Sama halnya dengan kalimat pertama tadi yang harus diakhiri dengan sebuah titik. Karena, kita ketahui bersama bahwa penggunaan tanda baca titik ini untuk mengakhiri satu kalimat, kemudian berpindah pada kalimat lainnya. Jadi, kita akan sering bertemu dengan titik ini.

Titik seringkali diartikan sebuah akhir dari segala kata. Namun, terkadang setelah titik pun, kata itu atau kalimat itu masih terus mengalir dalam perasaan. Membuat kita mencari lebih dalam makna kalimat itu setelah titik. Bahkan, tidak sedikit dari kita masih ingin menambahkan sebuah kalimat dan kata setelah titik itu. Maka, titik ini bukan sekadar akhir dari kalimat atau paragraf, tapi menjadi pembuka bagi kisah yang baru dalam diri kita.

Penggunaan titik ini seringkali kita dapatkan dalam kalimat, paragraf, gelar, bahkan daftar pustaka. Titik ini akan selalu menemani setiap kata yang ada dalam sebuah buku atau pun naskah, tapi tidak dengan judul. Seringkali kita melihat judul buku, bahkan mungkin judul tugas akhir yang kita selesaikan (bagi yang sudah sarjana ya) tidak menggunakan titik. Inilah salah satu hal yang membuat sang titik tidak nampak, ketika kata itu ada dalam sebuah judul. Bisa kita lihat sendiri pada judul tulisan ini, di mana tidak ada titik setelah kata terakhir. Meskipun kata terakhirnya adalah titik.

Kita lihat ketika titik ini berada dalam sebuah gelar. Tak perlu kita lihat dalam kalimat dan paragraf, karena sudah sangat banyak dalam tulisan ini.

Misalnya:
Wirawan Wiguna, S.E (penggunaan titik untuk penempatan gelar)


Kementrian Agama RI. 2012. Aljamil Al-Qur'an Tajwid Warna, Terjemahan Perkata,Terjemahan Inggris. Bekasi: Cipta Bagus Segara. (dalam daftar pustaka, penggunaan titik untuk memisahkan satu bagian dengan bagian lainnya).

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...