Skip to main content

Kenalan dengan 'Tanda Tanya', Yuk!


Apa itu 'tanda tanya'? Itu lho, yang bentuknya seperti cacing ada telur sebiji? He he. Itu ilustrasi untuk adik-adik yang masih baru mengenal 'tanda tanya'.

Kalau kalian, sudah tahu belum? Itu lho, seperti yang sering terlihat di buku. Pasti sudah tahu kan?

'Tanda tanya', terkenal untuk menandai kalimat pertanyaan. Secara harfiah, 'tanda tanya' adalah salah satu tanda baca yang digunakan untuk menandakan akhir kalimat pada kalimat pertanyaan.
Biasanya digunakan untuk kalimat yang awalnya 5W+1H yaitu:


'What' atau 'Apa'
'When' atau 'Kapan'
'Where' atau 'Di mana'
'Who' atau 'Siapa'
'Why' atau 'Mengapa'
Dan
'How' atau 'Bagaimana'


Sebenarnya penggunaan 'tanda tanya', bukan itu saja ya temans. 'Tanda tanya' sebenarnya asyik lho. Ketika kita akan meyakinkan sesuatu, juga bisa dengan
menggunakan 'tanda tanya'. Contoh : "Ana, kamu sudah makan, kan?" Ada lagi nih, contoh lainnya, "Aku akan membuatkan rujak untukmu. Pakai cabai, gak?"
Kalau kita buat cerpen atau novel yang isinya perbincangan, pasti kita akan sering-sering menggunakan 'tanda tanya'. Asyik kan?

Bentuknya seperti cacing, agak melengkung dan memiliki sebuah titik di bawahnya. 'Tanda tanya' dalam keyboard laptop atau hand phone biasanya terletak di ujung kiri, dekat dengan tombol 'enter'.


Penulisan 'tanda tanya',  umumnya ditulis dengan tegak. Sedangkan 'tanda tanya' yang berada pada tulisan gambar animasi, sering ditulis dengan jumlah lebih dari satu, seperti ini '???' atau '?!' Biasanya untuk mengekspresikan tokoh yang sedang bingung. He he, lucu ya.

Peletakan 'tanda tanya' ini, sering menandai sebagai akhir suatu kalimat. Penggunaan 'tanda tanya' ini, juga bisa hanya satu kata saja lho. Contohnya : "Apa?" Ini sebuah kalimat lho, walaupun hanya satu kata saja.

Itulah salah satu manfaat 'tanda tanya'. 'Tanda tanya' dapat menjadikan sebuah kalimat yang praktis, tentunya dilengkapi dengan kondisi sebelumnya, atau lebih tepatnya 'kalimat tanya' yang singkat itu, sedang berada di tengah cerita.

'Tanda tanya' umum ditemukan di berbagai bahasa dan sistem tulisan, meskipun dengan variasi makna dan simbol. Seperti disampaikan di atas, 'tanda tanya' dalam tulisan, sangat beragam jenis dan jumlah kata dalam kalimatnya.

Mau kenalan dengan 'tanda tanya'? Tak terasa kita sudah berkenalan lho. He he. Demikian tentang mengenal 'tanda tanya', semoga bermanfaat.

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...