Skip to main content

Kenali Jam Biologis Agar Produktif Menulis


Jika dipikir-pikir, menulis adalah salah satu kegiatan yang sangat mengasyikkan. Selain dapat mengasah otak, menulis juga bisa jadi salah satu cara untuk menuangkan segala ide dan kepenatan yang ada di pikiran kita. Meskipun demikian, sering beberapa dari kita kesulitan untuk menyisihkan waktu khusus untuk menulis. Nah, karena itu, salah satu cara yang bisa kita lakukan agar lebih produktif menulis adalah dengan mengenali jam biologis.

Setiap orang memiliki rutinitas harian yang cukup konsisten. Jika ada rutinitas yang berjalan tidak seperti biasanya, maka kondisi tubuh pun akan menjadi tidak nyaman. Misalnya jika kita terbiasa sarapan jam sembilan pagi, maka akan terasa tidak nyaman jika kita dipaksa sarapan jam enam pagi, atau sebaliknya. Kurang lebih seperti itulah jam  biologis. Jam biologis mengikuti perubahan fisik, mental dan perilaku kita selama 24 jam. Jam biologis ini bisa menentukan siklus tidur, produksi hormon, dan fungsi tubuh lainnya.

Lantas, apa hubungannya mengenali jam biologis dengan produktivitas dalam menulis? Tentu sangat erat sekali. Dengan mengenali jam biologis tubuh kita, kita jadi mengetahui kapan tubuh kita harus tidur, makan, atau bekerja. Jika kita memaksakan diri untuk menulis sementara jam biologis tubuh kita adalah saat untuk tidur, sudah pasti kita akan merasakan kelelahan, kurang fokus dan konsentrasi, serta mentok pada satu kalimat atau satu kata saja. Akhirnya tulisan yang kita buat jadi tidak maksimal. Sayang banget, kan?

Secara umum, jam biologis pada tubuh manusia dibagi ke dalam beberapa waktu. Tengah malam hingga sekitar jam tiga dini hari, tubuh kita mengeluarkan hormon melatonin yang membuat kita lelah dan mengantuk. Pada jam-jam ini, tubuh kita sedang melakukan detoksifikasi. Karena itu, menulis di jam-jam ini secara umum tidak akan efektif. Bagi yang terbiasa begadang untuk menulis di malam hari, ada baiknya menghentikan aktivitas menulis di jam-jam itu untuk beristirahat dan mulai menulis kembali di jam setelahnya. Begitu pula di siang hari antara jam 12 hingga jam 3 sore, tubuh kita sedang ‘sibuk’ mencerna makanan sehingga menimbulkan kelelahan dan rasa mengantuk. Jam-jam ini juga secara umum kurang baik jika kita gunakan untuk menulis.

Kebiasaan-kebiasaan yang tidak umum, seperti begadang yang dilakukan secara terus menerus, tentu akan mengubah jam biologis tubuh kita. Kebiasaan inilah yang membuat jam biologis masing-masing orang berbeda. Karena itu, penting sekali bagi seorang penulis yang ingin produktif untuk mengenali kapan tubuhnya butuh istirahat dan kapan tubuh dalam keadaan segar dan bersemangat. Jika pengenalan ini sudah kita lakukan, maka dengan mudah kita bisa mencari waktu yang berkualitas agar kita bisa produktif menulis. Jadi, sudahkah kita mengenali jam biologis kita masing-masing? (*)

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...