Skip to main content

Terapi Menulis, Bisa Menghilangkan Stress.


Testimoni berdatangan dari banyak penulis. Terutama penulis pemula. Dengan tulisan, bisa menjadikan percaya diri dan aktualisasi diri. Mengapa menulis bisa menjadi terapi menghilangkan stress?

Pertama, menulis merupakan ungkapan isi hati. Bisa berupa cerpen maupun puisi. Sekalipun tulisan dibuat anonim (tanpa nama), atau memakai nama tokoh lainnya. Menulis bisa membuat lega penulisnya. Dibaca berulang-ulang, bisa mengurai simpul-simpul yang selama ini ruwet di pikiran. Bisa juga membuat senyum sendiri, bahwa ceritanya yang kejadiannya sudah berlalu itu, memiliki kenangan yang mendalam. Sekalipun kenangan sedih. Manfaat menulis, setelah tulisan kenangan sedih dibaca sekian kali, penulis pasti bisa "move on" dan menulis karya-karya selanjutnya.

Kedua, menulis mengurai stress sejak pertama kita ingin menulis. Kapan mulai menulis? Jawabannya adalah sekarang. Di mana ketika kita mulai memikirkan hendak menulis. Tentunya pikiran tersebut akan datang di waktu senggang. Di mana ada kesempatan mengingat memori masa lalu. Kenangan baik atau pun yang menyedihkan. Saat menulis itulah, kita akan terhibur. Terapi menulis ini, benar-benar bisa mengurai stress.

Ketiga, menulis dapat mengurai stress saat kita menorehkan apa yang ada di pikiran, menuju tulisan. Topiknya apa ya? Memang saat menulis inginnya mencurahkan apa pun yang diingat. Tuangkan saja. Namun saat kita membaca-baca ulang tulisan kita. Pasti ada kata-kata yang tidak baku. Pasti juga endingnya nggak jelas atau ngambang. Setelah kita baca-baca ulang, dan mulai rileks. Mulailah untuk membuat endingnya. Upayakan selalu membuat kesimpulan terhadap kejadian-kejadian yang kita alami. Berusahalah selalu mengambil hikmah di setiap kejadian. Yakin deh! Tulisan benar-benar menjadi terapi stress bagi kita. Dan manfaatnya sangat besar. Kita akan segera "move on" dan percaya diri kembali. InsyaAllah.

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...