Skip to main content

Menulis Untuk Terapi Pembentukan Karakter Baik


Menulis, sebuah awalan memahami diri sendiri. Bagaimana bisa kita menjadi berkarakter baik di mata orang lain, jika diri kita sendiri saja tidak menyadari apa yang terjadi pada diri ini. Berikut penjelasannya:

Pertama. Menulis menjadi cermin bagi diri sendiri. Awalnya dengan menulis diri sendiri. Lalu kita membaca tulisan kita. Maka secara tidak langsung, kita telah menjadi pengamat diri kita sendiri. Sudah baik kah kita. Atau mudah emosi dengan hal-hal receh. Atau kalau orang lain melihat kita, apakah kita termasuk orang yang memalukan. Menulis menjadi cermin, kita bisa melihat diri sendiri. He he.

Kedua, memahami karakter orang lain. Selain itu ketika satu dua kali menulis. Kita pasti menggunakan tokoh lain dalam cerita kita. Nah, cobalah membuat cerita orang lain. Bagaimana jika kita mejadi orang lain? Cobalah menulis bagaimana jika kita menjadi ibu. Walaupun kita memang sudah menjadi ibu. Biasanya menulis dengan sudut pandang pribadi dan pengalaman me time. Jarang kita membawa diri ke sebuah cerita dengan beban. Sebagai ibu, sangat terlihat beban tanggung jawabnya secara moral. Baik berperilaku yang pantas. Bertutur yang pantas, dan sebagainya. Sudut pandang ini, bisa menjadi terapi karakter. Kita akan lebih bisa merasakan orang lain. Menurut pepatah jawa, Ibaratnya tidak sekadar sawang sinawang. Akhirnya lebih menghargai orang lain. Lebih bisa memahami dan bersikap baik terhadap berbagai keadaan.

Ketiga. Menulis menjadikan bijaksana. Setelah kita pernah menulis sudut pandang orang lain dari cerita kita. Yang terjadi adalah, kita akan meneliti dan memelajari karakter lain. Dalam lingkungan sehari-hari, banyak bertemu orang lain, baik itu keluarga, tetangga, teman, dan lainnya. Setidaknya kita tidak langsung dengan mudah menghakimi orang lain. Kita cenderung bijaksana, karena pernah meneliti karakter orang lain, hingga dapat memerankan orang lain dan menuangkannya dalam tulisan. Dijamin deh, kita bakalan bisa jadi orang yang lebih bijaksana, dengan terapi menulis.

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...