Skip to main content

Meniru, Memodifikasi dan Berinovasi Bolehkah?


Memulai tulisan untuk sebagian orang tidaklah perkara mudah, karena banyak pertimbangan yang harus menjadi persyaratan dalam menulis. Harus baguslah, harus enak dibacalah, harus ilmiah dan banyak hal. Dan akhirnya persyaratan itu harus menjadi penghalang seseorang untuk menulis. Benar, sebuah tulisan yang baik harus memiliki aturan utama yang jelas tetapi tidak berarti kita tidak bisa menjadi penulis pemula. Setiap kesuksesan pasti berawal dari proses panjang.

Proses panjang yang harus dijalani oleh seorang penulis pemula tidak akan lepas dari hal meniru dan membaca karya orang lain. Menulis bukan perihal menumpahkan ide di kepala tetapi sebuah alur yang saling berkaitan antara mencari ide (membaca), mengolah ide (berpikir) dan menumpahkan ide (menulis).  

Menirulah. Jika tulisan kita sudah dibaca orang lain, baru kita berpikir untuk memperbaiki kualitas dari karya kita. Mulailah belajar dari membaca karya orang lain dan temukan bacaan yang menurut kita enak, menarik dan berkualitas. Pelajarilah setiap hal yang menarik dari sebuah tulisan dan pelajarilah sesuatu yang menjadi alasan tulisan itu istimewa, lalu tirulah. Di sini hal meniru bukan berarti menjiplak karya orang lain, hanya saja pelajari apa yang bisa dipelajari dalam sebuah tulisan orang lain, bagaimana tulisan itu menarik dan bagaimana tulisan itu bisa istimewa. 

Modifikasi. Setelah kita terbiasa menulis, sadar atau tidak sadar tulisan kita akan punya kecenderungan mirip dengan tulisan orang lain yang sering kita baca dan tiru. Mulailah berpikir untuk berbeda dan memiliki karakter sendiri dengan cara menentang lalu memodifikasinya menjadi karakter diri sendiri. Mulailah ganti beberapa hal menjadi hal yang menjadi ciri khas kamu. Memodifikasi sedikit demi sedikit akan membuatmu menemukan jati dirimu yang sesungguhnya dalam menulis.

Berinovasi. Setelah menemukan jati diri maka cobalah untuk berinovasi. Membuat sebuah karya yang berbeda dari karya yang sudah ada sebelumnya. Membuat tulisan-tulisan baru dan menumpahkan ide-ide yang baru. 

Dengan demikian, plagiat memang sangat dilarang, namun copas dengan menyertakan sumber itu diperbolehkan. Langkah selanjutnya jika kita telah terbiasa dengan dunia tulis-menulis adalah meniru gaya menulis seseorang yang karya tulisnya luar biasa. Agar tidak melanggar kode etik, maka modifikasilah dengan gaya kita sambil sedikit demi sedikit mencari jati diri kita dalam menulis. Dan akhirnya, suatu saat kita akan berada di situasi ketika kita akan selalu mempunyai ide-ide  baru untuk dituangkan dalam sebuah karya tulisan.

Yuk belajar menulis.
Fighting! 😊


Sumber foto: Google
(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...