Menyambut tibanya akhir tahun, enam bulan mendatang (Desember
2016), Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Pare, Kediri, Jatim, akan menggelar
even besar bertajuk Program Literasi Akhir Tahun dan Gebyar Launching 60 Buku
Penulis Indonesia. Even ini akan diikuti oleh 60 penulis dari seluruh tanah
air, termasuk penulis dari Kalsel.
Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia (Selasa, 28 Juni 2016)
menyatakan bahwa tim mereka telah memeriksa dan meloloskan antologi puisi
Tajuddin Noor Ganie berjudul “Perahu Ilalang”. Sehubungan dengan itu pihaknya
akan menerbitkannya bersama-sama dengan 60 buku lainnya yang lolos dalam
seleksi ketat yang mereka lakukan.
“Even yang akan kami gelar ini merupakan even unggulan FAM
Indonesia. Dimaksudkan sebagai upaya untuk semakin menggalakkan lagi gairah
menulis buku di kalangan para penulis Indonesia. Diharapkan dengan adanya even
ini maka buku-buku mereka akan semakin mendapat tempat di hati para
pembacanya.”
“Buku-buku yang kami seleksi untuk kemudian kami terbitkan dan
luncurkan meliputi semua genre, fiksi dan nonfiksi. Khusus genre fiksi meliputi
antologi cerpen, antologi puisi, novel, dan kajian sastra. Kami masih membuka
kesempatan kepada para penulis lain untuk ikut seleksi. Hubungi kami melalui
email aktifmenulis@gmail.com,” pungkas Aliya Nurlela.
Tajuddin Noor Ganie kepada koran ini mengatakan bahwa Perahu
Ilalang merupakan antologi puisinya yang kedua, sebelumnya telah terbit Bulu
Tangan (Tuas Media Publishing, Kertak Hanyar, Kalsel, 2010). Telah dicetak
ulang tiga kali dan telah dikaji sebagai sumber data penulisan tugas kuliah
perorangan dan tugas akhir (skripsi) oleh mahasiswa S1 dan S2 PTN/PTS di
Kalsel.
Perahu Ilalang memuat 75 judul puisi karangan Tajuddin Noor Ganie
yang ditulisnya selama kurun waktu 2012-2016. Sebagian besar di antaranya telah
dipublikasikan di sejumlah rubrik puisi koran terbitan Banjarmasin dan Jakarta.
Menurut Tajuddin Noor Ganie, “bentuk fisik dan bentuk mental puisi-puisinya
yang dimuat di dalam Perahu Ilalang beda jauh dengan yang dulu dimuat di Bulu
Tangan. “Aku bersyukur, antologi puisi ini telah lolos seleksi FAM Indonesia.
Insya Allah aku akan hadir langsung pada saat peluncurannya di Kediri nanti.”
Berita diterbitkan di koran MK , Kalsel Minggu,
3 Juli 2016

Comments
Post a Comment