SITTI AMINAH TINNI. Anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Lahir di Ujung Pandang (kini beralih nama menjadi Makassar) pada 10 Juli 1995. Anak bungsu dari empat perempuan dan dua laki-laki. Saat ini duduk di bangku perkuliahan di kampus UIN Alauddin Makassar Jurusan Teknik Informatika (angkatan 2013). Antara saya dengan pena, sangatlah labil. Kadang kami bermusuhan kadang pula bersahaja.
SAJAK SENJA
Senja aku iri padamu
Keberadaanmu yang sesaat
Mampu membuat semua orang rela menyisakan waktu untukmu
Senja aku iri padamu
Kau rela memberikan cahaya terindah untuk semua orang
Padahal kamu tahu setelah itu kamu menghilang
Senja aku iri pada posisimu
Di saat kamu tertutup oleh awan mendung
Semua orang bersedih dan merenung
Senja kau sangat eksotis dengan segala keindahan
Itulah yang membuat iri
Selalu ada kedamaian saat menatapmu
SAYAP PATAH
Aku mencoba melukis rupamu di pelipis mataku
Berharap namamu terselip di setiap doaku
Tapi semua hampa
Sosokmu tak nyata
Kita belum pernah berjumpa
Untukmu. Hatiku menunggu
Kini usiaku beranjak dewasa
Selangkah lagi pencapaianku terbuka
Toga di genggaman, gelar di belakang namaku
Mendesak orangtua ingin lebih
“Nak, bersegeralah kamu. Siapkan dirimu untuk menikah”
Pesan itu begitu terngiang
Hingga menjadi nyanyian
Tuhan, tunjukkan aku jawaban dari segala kegundahan hati
Ke mana sayap itu pergi?
Persatukan sayap kami
Karena sudah cukup lama sayapku patah.
Ingin menerbitkan buku dan cetak majalah sekolah? Hubungi FAM Publishing di 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
SAJAK SENJA
Senja aku iri padamu
Keberadaanmu yang sesaat
Mampu membuat semua orang rela menyisakan waktu untukmu
Senja aku iri padamu
Kau rela memberikan cahaya terindah untuk semua orang
Padahal kamu tahu setelah itu kamu menghilang
Senja aku iri pada posisimu
Di saat kamu tertutup oleh awan mendung
Semua orang bersedih dan merenung
Senja kau sangat eksotis dengan segala keindahan
Itulah yang membuat iri
Selalu ada kedamaian saat menatapmu
SAYAP PATAH
Aku mencoba melukis rupamu di pelipis mataku
Berharap namamu terselip di setiap doaku
Tapi semua hampa
Sosokmu tak nyata
Kita belum pernah berjumpa
Untukmu. Hatiku menunggu
Kini usiaku beranjak dewasa
Selangkah lagi pencapaianku terbuka
Toga di genggaman, gelar di belakang namaku
Mendesak orangtua ingin lebih
“Nak, bersegeralah kamu. Siapkan dirimu untuk menikah”
Pesan itu begitu terngiang
Hingga menjadi nyanyian
Tuhan, tunjukkan aku jawaban dari segala kegundahan hati
Ke mana sayap itu pergi?
Persatukan sayap kami
Karena sudah cukup lama sayapku patah.
Ingin menerbitkan buku dan cetak majalah sekolah? Hubungi FAM Publishing di 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments
Post a Comment