DARMAWATI. Lahir di Bulukumba, 8 Januari 1974. Mahasiswa S3 Universitas Negeri Makassar. Kesibukannya sehari-hari selain mengajar di SMPN 1 Bulukumba, juga aktif dalam kegiatan menulis di sekolah, baik menulis karya ilmiah maupun menulis karya sastra, khususnya puisi. Buku puisi tunggalnya berjudul “Gerimis di Ujung Kemarau” (FAM Publishing, 2013). Dia dapat dihubungi di email: dar7416@Yahoo.co.id.
BANJIR MENYAPU KOTA
Semua takdir telah dirasai
Banjir dan kemarau telah dinikmati
Menjadi nyanyian setiap waktu
Kala musim ‘kan berganti
Rumah dan pepohonan
Terayun-ayun dalam air yang menggenang
Mobil di jalan merayap perlahan
Di atas air yang deras mengalir
Sawah, ladang, hutan dan kebun
Bukanlah pilihan bagi banjir
Semuanya rata
Air mengalir dalam keangkuhan
Menjilat semua yang dilaluinya
Kala banjir berlalu
Menyisakan debu, menghias dinding dan lantai rumah
Kini banjir dan kemarau menjadi nyanyian setiap waktu
MASJID PERSINGGAHAN
: taman Roya
Perjalanan panjang yang melelahkan
Pada jarak antar dua kota
Pada setiap putaran roda ban mobil
Motor dan semuanya
Pada puncak kelelahan
Saat lapar dahaga menyerang
Saat panggilan-Nya dikumandangkan
Ada kamu di situ
Di terasmu mereka menitip peluh
Bersamamu mereka bercerta kepada Tuhan yang menciptakan
Bersamamu mereka bercerita tentang jumlah butiran tetes keringat mereka
Dalam perjalanan panjang
Tiada jenuh dikau
Menyambut mereka dengan senyum
Tiada pernah engkau bedakan
Tersaji aneka makan pelepas lapar dan dahaga
‘ kuberi nama dikau masjid setia.
Ingin menerbitkan buku dan cetak majalah sekolah? Hubungi FAM Publishing di 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
BANJIR MENYAPU KOTA
Semua takdir telah dirasai
Banjir dan kemarau telah dinikmati
Menjadi nyanyian setiap waktu
Kala musim ‘kan berganti
Rumah dan pepohonan
Terayun-ayun dalam air yang menggenang
Mobil di jalan merayap perlahan
Di atas air yang deras mengalir
Sawah, ladang, hutan dan kebun
Bukanlah pilihan bagi banjir
Semuanya rata
Air mengalir dalam keangkuhan
Menjilat semua yang dilaluinya
Kala banjir berlalu
Menyisakan debu, menghias dinding dan lantai rumah
Kini banjir dan kemarau menjadi nyanyian setiap waktu
MASJID PERSINGGAHAN
: taman Roya
Perjalanan panjang yang melelahkan
Pada jarak antar dua kota
Pada setiap putaran roda ban mobil
Motor dan semuanya
Pada puncak kelelahan
Saat lapar dahaga menyerang
Saat panggilan-Nya dikumandangkan
Ada kamu di situ
Di terasmu mereka menitip peluh
Bersamamu mereka bercerta kepada Tuhan yang menciptakan
Bersamamu mereka bercerita tentang jumlah butiran tetes keringat mereka
Dalam perjalanan panjang
Tiada jenuh dikau
Menyambut mereka dengan senyum
Tiada pernah engkau bedakan
Tersaji aneka makan pelepas lapar dan dahaga
‘ kuberi nama dikau masjid setia.
Ingin menerbitkan buku dan cetak majalah sekolah? Hubungi FAM Publishing di 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments
Post a Comment