ANAS FARIHIN. Lahir tanggal 5 September 1993. Tiga tahun lalu dia menamatkan sekolahnya di Madrasah Aliyah Jombang (2008-2011). Sejak saat itu dia memiliki hobi menulis. Sekarang tercatat sebagai salah satu mahasiswa di STAI Imam Syafe’i, Cianjur. Buku puisi tunggalnya “Habis Gelap Terbitlah Erang”(FAM Publishing, 2014). Berdomisili di Kmp. Kejawan, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan. Email: anas_farihin@yahoo.com atau eladiebanas@gmail.com.
PERANG
Dari lingkaran palagan angkatlah daku
Dari tumpah darah, dentam meriam, dan desing peluru
Kamu dokter manis penyembuh luka
Duduk manis sudah lama menemaniku yang rindu kamu
Apa gerangan yang mengganggu
Sampai mengenakan seragam putih kamu lupa
Ingatkah kamu bagaimana tangani korban harab
Dan kini sungai darah masih berisik menderu
Kawanan ababil hitamkan langit biru
Senandung gendang membantu kabut kelabu
Atas nama syiar agama
Berkumandang merdu meski tak ada nabi maupun wahyu
Dari gundah gulana selamatkanlah daku
Kehadiranmu di sini masih belum bisa hentikan kecamuk sepi
Rabu, 25 Juli 2012
ANGIN
Angin terpaku demi menunggumu
Hanya musik galau
Terseok
Tersobek
Angin yang antiserumnya menangis
Hanya pertumbuhan namnam
Di akar jantung sungai kelam
Sampai kau balik
Dia menjadi penuh aku
Jumat, 24 November 2012
Sumber: Buku Kumpulan Puisi “Habis Gelap Terbitlah Erang” (FAM Publishing, 2014)
Ingin menerbitkan buku dan cetak majalah sekolah? Hubungi FAM Publishing di 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
PERANG
Dari lingkaran palagan angkatlah daku
Dari tumpah darah, dentam meriam, dan desing peluru
Kamu dokter manis penyembuh luka
Duduk manis sudah lama menemaniku yang rindu kamu
Apa gerangan yang mengganggu
Sampai mengenakan seragam putih kamu lupa
Ingatkah kamu bagaimana tangani korban harab
Dan kini sungai darah masih berisik menderu
Kawanan ababil hitamkan langit biru
Senandung gendang membantu kabut kelabu
Atas nama syiar agama
Berkumandang merdu meski tak ada nabi maupun wahyu
Dari gundah gulana selamatkanlah daku
Kehadiranmu di sini masih belum bisa hentikan kecamuk sepi
Rabu, 25 Juli 2012
ANGIN
Angin terpaku demi menunggumu
Hanya musik galau
Terseok
Tersobek
Angin yang antiserumnya menangis
Hanya pertumbuhan namnam
Di akar jantung sungai kelam
Sampai kau balik
Dia menjadi penuh aku
Jumat, 24 November 2012
Sumber: Buku Kumpulan Puisi “Habis Gelap Terbitlah Erang” (FAM Publishing, 2014)
Ingin menerbitkan buku dan cetak majalah sekolah? Hubungi FAM Publishing di 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
Comments
Post a Comment