HAFNEY MAULANA. Lahir tahun 1965 , di Sungai Luar, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Aktif dalam berbagai kegiatan sastra dan kebudayaan daerah maupun nasional. Karya puisi dan artikel budayanya telah dimuat di berbagai media massa daerah maupun nasional dan berbagai antologi. Kumpulan Puisi tunggalnya terkumpul dalam “Usia Yang Tertinggal” (Batam Grafiti, 1996), “Jajak-Jejak Waktu” (Dokumentasi Sastra Mandiri, 2005), “Mengutip Makna Tamasya Purba” (KBP, 2005). Sekarang menetap di Tembilahan, Riau, sebagai Pengawas Sekolah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir.
SEPASANG TEROMPAH
Sepasang terompah yang kau pakai dulu
kini rapuh berdebu menunggu jejak kita
yang ditinggalkan penziarah mengusung
deritanya
Sepasang terompah yang kau pakai dulu
bagai seorang remaja merenung gadisnya
menemukan mimpi yang tak habis-habis
membangun kemegahan
yang tersengal dalam derita
Sepasang terompah yang kau pakai dulu
pucat bagai bibirmu—mencemburui warna
pada bingkai kaca
tempat kita berdarah di dalamnya
ETALASE
di sebuah etalase plaza
kutemui kemiskinan
tersusun rapi
begitu asing
mengurai sangsi
mengurai sangsai
mengurai sepi
di balik tirai
yang tergadai
miskin rasa
miskin budaya
miskin kata
tak ada sapa
di etalase cuma ada alfa betta
dalam hitungan matematika
Keterangan:
Dua puisi ini termaktup dalam buku antologi puisi “Ijab Kabul Pengantin” karya Hafney Maulana (FAM Publishing, 2012)
Ingin menerbitkan buku dan cetak majalah sekolah? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
SEPASANG TEROMPAH
Sepasang terompah yang kau pakai dulu
kini rapuh berdebu menunggu jejak kita
yang ditinggalkan penziarah mengusung
deritanya
Sepasang terompah yang kau pakai dulu
bagai seorang remaja merenung gadisnya
menemukan mimpi yang tak habis-habis
membangun kemegahan
yang tersengal dalam derita
Sepasang terompah yang kau pakai dulu
pucat bagai bibirmu—mencemburui warna
pada bingkai kaca
tempat kita berdarah di dalamnya
ETALASE
di sebuah etalase plaza
kutemui kemiskinan
tersusun rapi
begitu asing
mengurai sangsi
mengurai sangsai
mengurai sepi
di balik tirai
yang tergadai
miskin rasa
miskin budaya
miskin kata
tak ada sapa
di etalase cuma ada alfa betta
dalam hitungan matematika
Keterangan:
Dua puisi ini termaktup dalam buku antologi puisi “Ijab Kabul Pengantin” karya Hafney Maulana (FAM Publishing, 2012)
Ingin menerbitkan buku dan cetak majalah sekolah? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
Comments
Post a Comment