Skip to main content

Puisi-Puisi Fitriani Wahdah

NOVA FITRIANI WAHDAH. Lahir di Gertok, Lombok Barat pada tanggal 31 Oktober 1992. Anak pertama dari 3 bersaudara. Menamatkan pendidikan Sarjana di Universitas Mataram, Prodi Pendidikan Biologi. Saat ini sedang melanjutkan S2 di Universitas Negeri Malang. Menyukai tulis menulis, baik fiksi maupun nonfiksi. Bertekad menjadi penulis walau ia mengaku sering gagal. 

MALAM YANG CACAT

aku adalah malam di pantai yang tak berbintang
tanpa rembulan
dan hanya dingin yang ‘kan kau temukan
namun apa gerangan yang membuatmu datang?
pertanyaan itulah yang selalu menggelayuti dinding bisuku
dan kujawab “kau hanya tersesat untuk sementara” 
lalu kutanamkan pada embusan angin yang membeku
agar tak ada yang berubah dengan ketidaksempurnaan ini
tapi sepertinya aku salah mengizinkanmu terlalu lama tersesat dalam gelap ini
dan membiarkan kehangatan sikapmu hancurkan segala pikiran buruk tentangmu
hingga lambat laun kusadari bahwa tak mungkin selamanya kau di tempat gelap ini
bukan maksudku mengusirmu
bukan...
dan tak mungkin bagiku berlari menjauh darimu, karena aku hanya malam yang diam
andai kau tahu bahwa saat ini aku sedang berusaha menghadirkan rembulan dan bintang dengan sepercik api untuk mencairkan bekuku
dengan harapan suatu hari nanti kau ‘kan tersesat lagi di tempat ini 
namun jika tempat lain telah ditetapkan untukmu
kuyakini itu lebih baik dari tempatku dan yang terbaik untukmu
sampai jumpa kuucapkan dari palung sunyiku

SALAMUN ‘ALAIKUM

Hati nanar yang berpacu dengan waktu
Memburu setiap hela napas yang berujung rindu
Berlari tanpa arah
Maju, berlari mengejar bayang yang memudar
Mundur, tertatih menyusuri jejak tak berpangkal
Haruskah ia diam?
Diam, sementara jelaga kenistaan semakin mencercanya
Diam, sementara kepakan sayap lebah beracun kian mencibirnya
Segalanya berputar, bergerak tanpa arti,
Putarannya semakin memudarkan sekelebat suara nyata yang mengajak pergi
Gelap
Sunyi dan tak bertepi
Tak ada yang tersisa
Semuanya terhampar di padang tandus tanpa mimpi
Ia berteriak, namun hanya gema teriakan yang kembali
Apa yang harus dilakukan?
Diam menanti akhir sambil memutar rentetan memori tak kembali?
Ataukah mulai merekatkan jemari dan berharap cahaya akan datang dengan senyum terkembang sambil mengatakan “Salamun ‘Alaikum”

Ingin menerbitkan buku & cetak majalah sekolah? Hubungi FAM Publishing di 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

  1. Bagus fa,
    Puisi yang saya paham In first read, Keren, jarang ada puisi yang membuat pembaca awam paham pada bacaan pertama, Good job

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...