Skip to main content

Ide Menulis Bisa Datang dari Mana Saja

FAMili, ide menulis bisa kita dapat dari mana saja. Termasuk dari judul buku-buku cerpen terbitan FAM Publishing. Dari puluhan buku yang telah diterbitkan FAM Publishing, hingga saat ini sudah terbit 17 buku cerpen. Saya tergerak merangkai judul-judul buku tersebut untuk yang kedua kalinya, menjadi cerita singkat sederhana. Sekadar mengasah kemampuan menulis. Tulisan berhuruf kapital dalam cerita di bawah adalah judul-judul buku cerpen tersebut.

Serpihan Luka

Sosok tegap itu telah berdiri di hadapanku. Sosok yang tak asing lagi. Ini bukan kehadirannya untuk pertama kali. Entah yang ke berapa kali. Kali ini, aku demikian gembira. Tak pernah kusangka, ia akan hadir kembali menemuiku. Setelah sekian lama terpisahkan oleh waktu dan kenyataan pahit yang membentang di hadapan. Seakan tak ada celah untuk bertemu dengannya lagi.

Senyumku lebih mengembang dari biasanya. Jantung berdegup kencang. Mata berbinar lebih terang dari sebelumnya. Ah cinta, memang selalu menawarkan keindahan. Meski cinta juga selalu setia menyediakan kantung-kantung air mata. Kali ini, berharap air mata bahagia yang akan menetes seiring asaku yang kembali terajut. Kulihat setangkai bunga elok itu di tangannya. Dihias pita ungu yang menjuntai. Semakin berdebar saja, membayangkan aku berdiri di hadapannya, menerima bunga itu yang telah berpindah  ke tanganku. Lalu, kalimat yang bisa melambungkan ke angkasa akan meluncur lembut dari lisannya. Itu saat yang paling kunanti.

Ia menoleh ke arahku, seikat bunga elok FLAMBOYAN SENJA menggodaku untuk segera meraihnya. Ah, kelopak ungu itu, membuatku tak kuasa ingin memilikinya. Senyumnya masih seperti dulu. “UNTUK SUMARNI DARI SUPARMAN,” ujarnya mengagetkanku. Apa?? Bunga itu untuk Sumarni?

Aku terdiam. Hilang sudah semangatku. Kenyataan pahit dulu, terulang kembali. PIGURA RETAK, seretak hatiku yang terluka. BINTANG REDUP di hatiku kian nyata. Aku tak melihat lagi CERMIN CAHAYA menawarkan gambarnya yang memesona, saat sebelum sakit aneh menimpaku. Ya sakit aneh. Sakit yang dikenal masih langka. Penyakit Lupus. Namun, ketika sakit itu pertama kali menimpaku, kau berkata dengan lantang, “dirimu elok dalam PESONA ODAPUS.” Membuatku terharu dan yakin, kau tak akan berpindah ke lain hati.

Dulu, dulu sekali. Kau selalu membisikkan “JOGJA OH JOGJA.” Di kota itulah pertama kali kita berjumpa. Kota yang selalu menawarkan makanan khasnya berupa gudeg. Banyak orang berbondong-bondong membeli gudeg Jogja. Tapi kau? Justru mengajakku menikmati AGAR-AGAR di sudut jalan Malioboro. Kau bercerita tentang  Aisyah. Seorang anak yang tetap semangat berangkat sekolah meski harus memakai sandal aus dan seragam yang kebesaran. Kau bercerita dengan penuh semangat dan sedikit memaksaku membaca bukunya yang berjudul, “JALAN SETAPAK AISYAH.”

Sungguh, aku merindukan saat-saat MERAJUT ASAP bersamamu. Aku mohon, JANGAN PUDARKAN SEMANGATKU. Jangan biarkan hatiku terpenjara luka, ibarat HATI TUKANG SAPU DALAM JURANG. Apalagi kau seakan menganggapku seorang KLEPTOMANIA. Sungguh, tak ada yang kuambil darimu kecuali cintamu saja dan ingat, aku bukan Kleptomania cinta. Ingat itu! Kaulah yang telah nyata-nyata berpaling dariku. Memang, kini pasti tak ada lagi yang terlihat elok di matamu. Di tempatkan dalam wadah apa pun, tetap tak menarik. Ibarat KUNANG-KUNANG DI SARANG TIKUS, meskipun ia bercahaya dan menerangi orang terdekatnya, namun sarang Tikus tempatnya bersemayam, menjadi tak sedap untuk dipandang. Mungkin seperti itulah diriku di matamu kini.

Baiklah, aku bergumam untuk menitipkan pesan pada SAYAP JIBRIL, “semoga kau bahagia dengan pilihanmu.” Tampaknya, aku tak berminat lagi bersua denganmu di dunia nyata. Cinta itu telah menorehkan banyak luka. Beginilah jika cinta tumbuh tak sesuai aturanNya. Cinta yang kita bangun hanya memandang keelokkan raga semata. Ketika keelokan itu terenggut karena takdirNya, cinta itu pun menguap bak jemuran yang mengering. Cinta itu tak tersisa sedikitpun. Meski aku berharap, bisa menantimu di JEMBATAN MERAH dan kita mengikat janji untuk membangun mahligai kasih suci di bawah keridhaanNya. Tapi, tak mungkin. Hatimu kini, telah berlabuh pada Sumarni. Terima kasih atas cinta yang telah kau sematkan selama ini, meski harus berujung kepedihan yang dalam. Aku ikhlas melepasmu. Biarlah, FESBUK yang akan menjadi penghubungku mengetahui kabarmu di sana.

Selamat jalan Suparman...

Salam santun, salam karya.

Aliya Nurlela

*) Pengurus Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia

**) Tulisan dengan huruf kapital dan dihitamkan adalah beberapa judul buku terbitan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia


Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...