Skip to main content

Profil Anggota FAM Indonesia: Husnul Mawadah (FAMili Aceh)

Husnul Mawadah lahir pada tanggal 5 Januari 1991, tepatnya di Peusangan Kabupaten Bireuen, Aceh.  Ia lebih sering disapa dengan nama Ima. Di dalam keluarga Ima anak bungsu dari 10 bersaudara.

Dia mulai menempuh pendidikan sejak tahun1996, ke MIN(Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Matang. Dan setelah 3 tahun sekolah tepatnya duduk di kelas 3, ayah tercintanya pulang menghadap Rabbi karena sakit paru-paru. Setelah setahun ayahnya meninggal, dan juga karena konflik daerah yang makin parah, ia dibawa pindah ke Banda Aceh dan melanjutkan sekolah di kota itu.

Tahun 2003 setelah tamat MIN, masuk Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Banda Aceh. Dari sinilah pertamakali Ima mengenal dunia tulis menulis, belajar dari seorang teman yang sudah sering menjuarai perlombaan. Ia mulai termotivasi ingin menjadi penulis, dan lebih tertarik menulis puisi.

Tahun 2006, tamat MTsN kemudian ia masuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Banda Aceh. Mulai kelas satu telah aktif menulis puisi di mading-mading sekolah, dan ternyata ada temannya yang mengajak untuk mengikuti perlombaan. Ima mendapat juara 3 lomba baca puisi. Namun naik ke kelas 3, kurang aktif dalam menulis puisi karena kesibukan untuk ujian nasional.

Juni 2009 lulus dari MAN kemudian melanjutkan studi ke bangku perkuliahan tepatnya sekarang di Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Syiahkuala. Walaupun berbanding terbalik dengan hobinya menulis puisi tidak mengurangi motivasinya untuk berpuisi lagi. Karya-karya nya sering dimuat di media cetak kampus, “Detak” namanya. Yang membuatnya makin termotivasi untuk belajar lagi menulis ketika salah satu karyanya pernah dimuat  di koran Serambi Indonesia.

Ia mengenal FAM Indonesia secara tak sengaja dari dunia maya, bermula dari seorang teman yang berasal dari Padang. Ima secara tak sengaja melihat dia sering meng-like statusnya “Muhammad Subhan”, Ketum FAM Indonesia. Akhirnya, ia tahu jika Muhammad Subhan adalah seorang penulis. Ia pun meng-addnya. Setelah beberapa bulan kemudian, ada orang yang memasukkannya menjadi anggota grup “Forum Aishiteru Menulis.” Akhirnya, ia pun tahu jika grup tersebut adalah salah satu media wadah komunikasi FAM Indonesia. Di grup tersebut, untuk pertama kalinya ia mengikuti event menulis dalam rangka milad Sekjen FAM Indonesia dan ia mendapat penghargaan berupa beasiswa dan dibebaskan biaya registrasi untuk menjadi anggota FAM Indonesia. Sejak itu Husnu Mawadah resmi menjadi anggota FAM Indonesia, dengan nomor IDFAM840M.

[www.famindonesia.com]


Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...