Skip to main content

Ulasan “Kisah Mas Joko Widya” Karya Udik Lasmono (FAMili Lumajang)

Mengenai tulisan ini ada beberapa hal yang perlu diamati:

Apakah ini cerpen? Kisah pribadi atau sahabat? Tulisan di atas lebih tepatnya artikel tentang kisah nyata.

Beberapa kata dalam artikel ini kurang tepat dalam penulisan. Sholat, yang benar harusnya ditulis salat. Ridho= ridha. Orang tua= kalau yang dimaksud orangtua kita, maka penulisannya “orangtua.” Tetapi bila dimaksud orang yang lebih tua yang bukan orang tua kita, maka ditulis “orang tua”.

Lalu ada kekurang hati-hatian dalam penulisan, seperti kata “mengundurkan” yang ditulis “mengurkan.” Ada baiknya penulis melakukan editing ulang di akhir penulisan.

Untuk isi cukup baik. Beberapa kata asing juga penulisannya sudah dimiringkan. Selebihnya, Anda memiliki potensi dalam menulis. Teruslah berkarya.

Salam santun, salam karya.

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT TULISAN PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Kisah Mas Joko Widya

Karya: Udik Lasmono (IDFAM1600U)

Cerita itu berawal pada tahun 2007. Pada waktu setelah menikah, saya diterima bekerja di perusahaan leasing berskala nasional. Perusahan leasing yang bergerak dalam hal pengkreditan sepeda motor. Pada awalnya, saya sangat bersyukur diterima bekerja di perusahaan tersebut. Disamping bisa membahagiakan orangtua dan keluarga, juga ditunjang dengan karier yang cukup menjanjikan. Saya bekerja di bagian Marketing officer yang bertugas memasarkan alat – alat elektronik. Strategi pemasaranya adalah banyak mengadakan pameran – pameran dan rutin mengunjungi outlet-outlet yang ditunjuk perusahaan. Pada waktu bekerja, hati kecil saya merasakan tidak nyaman bekerja di perusahaan leasing tersebut. Perusahan leasing orientasinya hanya menjual uang tidak menjual barang. Juga memberlakukan bunga, dan angsuran yang cukup tinggi. Jika ada konsumen yang mengajukan kredit, maka perusahaan leasing tersebut yang membeli barang ke outlet. Sedangkan konsumen mengansur pembayaran ke perusahaan leasing tersebut. Jika konsumen tidak membayar angsuran, maka dikenakan denda. Jika selama berbulan-bulan tidak membayar, maka barangnya diambil oleh perusahaan. Yang menjadi pikiran saya adalah,”Apakah denda itu sama dengan riba.”

Pada awal tahun 2008, saya ikut pengajian yang diselenggarakan oleh Ikadan Dai Kabupaten Lumajang. Pada waktu itu materinya tentang “Riba Dalam Pandangan Islam”. Disampaikan dalam pengajian tersebut bahwa memakan riba adalah perbuatan dosa besar. Saya mencatat materi yang diberikan tersebut dengan detail. Dalam hati saya terbesit “Jangan-jangan saya bergelut dalam hal riba selama ini.”

Dalam sholat tahajud, saya berdoa kepada Allah agar diberikan petunjuk, diberikan jalan keluar. Alhamdulillah saya menjadi rutin dalam melaksanakan sholat tahajud. Memang dalam melaksanakan sholat tahajud selama ini, saya meresakan ada sesuatu yang menganjal dalam hati saya. Ada sesuatu ketidak nyamanan dalam saya bekerja. Dan saya berdoa kepada Allah agar diberikan sesuatu yang terbaik.

Kemudian pada pertengahan tahun 2008, saya mengajukan mengurkan diri dari perusahaan. Bos saya sangat keberatan dengan keputusan saya. Karena selama ini omset penjualan saya selalu memenuhi target.

Setelah mengundurkan diri, saya bekerja apa saja yang penting halal. Mulai dari sales kacamata, stiker, buku dan obat-obatan. Semua saya lakukan dengan harapan mencari ridho ilahi. Bahkan saya sempat menganggur selama satu tahun.

Pada awal tahun 2010, orang tua saya dapat rezeki dari Allah SWT berupa hasil yang melimpah dari panen sengon. Kemudian orang tua saya, mendaftarkan saya dan istri untuk daftar haji. Ketika daftar haji tak henti-hentinya saya mengucapkan puji dan syukur kepada Allah. Saya teringat firman Allah dalam Surat At-Talaq ayat 2-3 ‘Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah akan memberikan jalan keluar dan memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka’. Allah memang Maha pemurah dan Maha penyayang kepada hambanya.



Sumber gambar: Google.com

[www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...