Skip to main content

[Resensi Buku] Bunga Masa Depan

Judul Buku: Membungkus Mimpi
Penulis: Muhammad Sofyan Arif, dkk
Penerbit: FAM Publishing
Cetakan: I, April 2013
Tebal: xii + 197 halaman
ISBN: 978-602-7956-03-2

Mimpi. Suatu dunia yang dimasuki jiwa saat tubuh terlelap. Orang sering menyebutnya bunga tidur. Yah! Mimpi adalah bunga tidur. Bunga yang ditemui seseorang saat ia sedang tidur. Dalam keseharian, bunga selalu dipakai untuk mengungkapkan cinta, menghiasi ruangan, memperindah halaman rumah, mempercantik taman, dan untuk mengungkapkan kedekatan dengan objek yang dituju. Tentu masih banyak lagi manfaat bunga. Bunga memanifestasikan keindahan, kebaikan, kecantikkan, dan keelokan.

Mimpi diidentikkan bunga. Mengapa bukan rumput, pohon, atau makhluk ciptaan yang lain? Ketika kita menyebut bunga, imajinasi kita tertuju pada keseluruhan sebuah bunga yang terdiri dari akar, batang, tangkai, daun, kelopak, dan sari. Bunga memandu imajinasi akan sesuatu yang lengkap. Keseluruhan. Ketika mimpi disebut bunga tidur berarti keseluruhan tidur kita. Tubuh, pikiran, jiwa, rasio, dan, seluruhnya. Ya! Semuanya.

Kita mengenal juga istilah paling sering diungkapakan oleh generasi muda, mimpi anak zaman. Ungkapan ini mengandung makna sebuah angan, cita-cita, harapan yang dibangun oleh anak-anak dalam sebuah periode waktu. Ia adalah bunga tidur sebuah masa tertentu. Tentang apa? Tentulah tentang sesuatu yang menghiasi imajinasi mereka, entah masa depan secara pribadi, keluarga, maupun suatu kondisi sosial yang akan membuatnya nyaman untuk menikmati hidupnya. Atau, bisa juga sebuah negeri yang akan membuatnya merasakan serpihan-serpihan surga dalam hidupnya.

Mimpi dapat berperan sebagai motivator. Ia menyuntikkan kekuatan untuk berjuang meraih sesuatu yang diimpikan. Ia selalu hadir dalam bayang-bayang, sekaligus bermakna ketika ia dapat direalisasikan. Mimpi selalu bernilai lebih ketika ia dapat termanifestasi dalam realitas. Itulah keindahan bermimpi? Maukah Anda bermimpi? “Berbunga tidur”?

Buku “Membungkus Mimpi” yang memuat 43 Pucuk Surat Pilihan hadir di hadapan pembaca sembari menyajikan serpihan-serpihan mimpi sekolompok orang muda zaman ini. Mereka bagaikan 43 bunga yang dipajang di hadapan publik. Tentu bunga-bunga ini telah dipupuki dan ditamam di tempat yang subur sehingga mampu menarik hati setiap orang yang memandangnya.

Dari bunga-bunga ini, meski bersifat imaji, toh mereka sementara dalam perjalanan untuk berejawantah dalam realitas. Yang sangat diharapkan adalah mimpi-mimpi ini dapat diaplikasikan dalam hidup harian para penulis, sekaligus sebagai cambuk untuk memacu niat dalam menjelajahi samudera kehidupan ini.

Secara keseluruhan, buku “Membungkus Mimpi” menghadirkan niat anak-anak zaman ini yang sangat idealis. Bila mimpi-mimpi ini dapat terwujud, bisa dibayangkan bahwa negeri ini dapat kembali meraih identitasnya: “Negeri yang berlimpah susu dan madu”. Sebuah negeri yang hampa akan ratap tangis dan sepi akan saling dusta. Tawa bahagia menjadi santapan empuk setiap bayi pertama menjejakkan tangis di dinding pertiwi.

Meski sebagian penyajian mimpi masih “murah” kemasannya, tetapi tulisan-tulisan ini tetap dapat membatu pembaca untuk memahami apa yang sedang bergejolak dalam hati, pikiran, dan jiwa anak-anak muda zaman ini.

Sisi lain keunggulan buku ini adalah terdapat sembilan surat yang diujukan untuk Indonesia. Kesembilan orang ini mencoba untuk merangkai bunga tidurnya dengan seting Indonesia yang akan datang. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak orang muda yang sudah mulai jenuh dengan realitas Indonesia saat ini. Karena itu, mereka bermimpi untuk menjadikan Indonesia ini menjadi lebih baik. Inilah tanda kritis para penulis yang tidak mau berpuas diri dengan situasi yang sudah ada, tapi selalu menyemburkan energi dan semangat untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.

Universalitas pesan dari ke-43 pucuk surat ini adalah satukanah mimpi-mimpi itu untuk memberi makan insan-insan zaman ini, sekaligus sebagai bekal bagi anak cucu yang datang kemudian. Jangan biarkan mereka merana dan terlantar tanpa tujuan hidup. Mari bermimpi bersama! Mari membawa bunga tidur ke dalam dunia realitas.

Peresensi:
STEVE AGUSTA
Simpatisan FAM Indonesia
Email: steve.hyasantrix@gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...