Skip to main content

[Resensi Buku] Bukalah Pembungkus Mimpi Ini dan Nikmati Wisata Panjang

Judul Buku: Membungkus Mimpi (Di Negara Itu Impianku Berlabuh)
Kategori Buku: 43 Pucuk Surat Pilihan.
Penulis: Muhammad Sofyan Arif, dkk.
Penerbit: FAM Publishing.
ISBN: 978-602-7956-03-2.
Cetakan: I, April 2013
Jumlah Halaman: xii+197 halaman
Harga: Rp 41.000,-


Mimpi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur. Bisa pula berarti angan-angan atau cita-cita. Ada yang masih percaya pada mimpi dan tidak sedikit pula yang meremehkannya. Mulai dari zaman para Nabi hingga kini tidak sedikit orang yang percaya dan tidak, pada mimpi. Artinya pro dan kontra tentang mimpi bukan hal aneh. Namun yang patut digarisbawahi bahwa tidak sedikit yang mengecap kesuksesan berawal dari sebuah mimpi. Sebuah keberhasilan atau kesuksesan bermula hanya dari sebuah impian. Everything start from a dream, sepertinya kalimat itu ada benarnya. Tetapi, untuk mewujudkan impian itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses dan perjuangan serta ikhtiar yang diiringi doa dan keyakinan kepada Ar-Rahim (Sang Maha Penyayang), Allah Azza Wajalla.

Berawal dari sebuah iven Menulis Surat Bulanan yang digelar pada Januari 2013 dengan tema “Di Negara Itu Mimpi Saya Akan Berlabuh” oleh FAM (Forum Aktif Menulis) sebuah Grup yang mewadahi para penulis dan calon penulis yang memiliki Moto “Membina dengan Hati Calon Penulis Islami”. Hal ini menjadikan sebuah tantangan bagi Forum tersebut untuk mengumpulkan surat dari hasil seleksi iven tersebut. Merujuk pada ‘Pengantar Penerbit” bahwa surat-surat yang dinyatakan lolos dan memenuhi persyaratan setelah melalui seleksi dan penyaringan terlebih dahulu dari seratusan surat yang masuk ke meja redaksi maka ditetapkanlah 43 surat yang layak diterbitkan dan menjelma jadi sebuah buku cantik dengan kover menawan berwarna jingga/oranye. Ditambah dengan ilustrasi, sesosok bayangan dalam sebuah kipas, dan ranting dengan daun-daunnya, menambah indah juga menawan penampilan buku ini. Sungguh menarik!

Menurut saya buku ini sungguh menakjubkan. Betapa tidak, para penulisnya berhasil merangkai kata-kata dengan manis, untaian kalimatnya mengalir apa adanya dan menghanyutkan siapa pun pembacanya. Terlebih bagi yang belum menginjakkan kaki di belahan negara lain. Buku ini diawali dengan sepuluh pucuk surat yang benar-benar membuat mata saya terbelalak dan bibir berdesis mengucap Tasbih hingga merinding mendatangkan desiran takjub dalam aliran darah. Bukan karena takut membaca cerita horor, namun merinding karena benar-benar takjub dengan isi dari surat yang benar-benar memberikan angin segar.

Secara keseluruhan di dalam buku ini kita akan mengetahui berbagai peradaban di dunia, seperti Korea Selatan, Arab Saudi, Italia, Jepang, Finlandia, Palestina, Rusia, Australia, Inggris, Singapura, Jerman, Mesir, India, Nepal, Brunei Darussalam dan Andalusia /Spanyol. Serta ada beberapa penulis surat dalam buku ini yang begitu mencintai negerinya sendiri Indonesia. Negeri yang memiliki keeksotisan tersendiri dan ingin menikmati pada setiap jengkalnya.

Saat membuka buku ini, perjalanan akan dimulai dari Negeri Ginseng. Di sana kita akan mengetahui bahwa di dalam Subway Korea Selatan, terdapat tempat duduk yang disediakan khusus bagi para manula, orang cacat dan ibu hamil. Kemudian kita akan mengetahui juga tempat-tempat terbaik untuk memanjatkan doa bagi umat Islam yang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekah.

Jalan-jalan dilanjutkan ke negeri Prancis, di sana kita akan mengetahui bagaimana negeri itu cara orang Prancis mewariskan budayanya, terutama sastra kepada generasi muda dengan cara memperbanyak pelajaran sastra kepada anak-anak.. Di Prancis anak-anak kelas I-VI sekolah dasar sangat pandai mendeklamasikan puisi dan menceritakan cerita para penulis ternama di negerinya. Kemudian di surat berikutnya kita akan mengetahui bahwa di Kota Roma Italia ada sebuah Masjid termegah dan terbesar di Benua Eropa, yang bisa menampung 12.000 orang, yaitu Masjid Agung Roma.

Kita terbang ke Negara Jepang. The Sunrise Nippon (Negeri Matahari Terbit) yang terkenal dengan gunung Fujiyama dan Bunga Sakura ini juga menyimpan berjuta eksotisme. Di sana kita akan mengenal Hanami, Oshibana juga bunga liar yang unik yaitu Tanpopo. Perjalanan kita teruskan ke Finlandia. Di negeri ini kita akan terperangah karena ternyata negeri inilah yang mendapat julukan Negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik dan menduduki Peringkat I berdasarkan hasil survey Internasional yang komprehensif oleh OECD (The Organization for Economic Co-operation and Development/Organisasi untuk Kerja sama dan Pengembangan Ekonomi) pada tahun 2003. Subhanallah! kapan negeri kita bisa memiliki Sisdiknas seperti di sana ya?

Dari Benua Eropa kita melanjutkan perjalanan ke negeri para syuhada, Palestina. Pada surat ini kita akan menemui kerinduan yang mendalam dari penulisnya yang ingin menyeka air mata para syuhada yang hangat dan penuh kepedihan sebagai bangsa yang tertindas oleh kebiadaban Israel. Dari Palestina kita melanjutkan perjalanan ke Mekah dan Madinah. Di kota Mekah kita akan mengunjungi Masjidil Haram dan maqam Ibrahim juga Hajar Aswad, sementara di Madinah kita akan terdampar di Masjid Nabawi makam Nabi Muhammad SAW Abu Bakar As Siddiq dan Umar Ibnu Khattab.

Itulah perjalanan singkat dari catatan para penulis dalam ‘Membungkus Mimpi’ Namun tidak sampai di sana, karena masih panjang perjalanan dan kisah impian lainnya yang lebih menggetarkan pada bagiam akhir buku ini. Dengan proses editing yang terlihat rapi sehingga menghasilkan sebuah sajian yang hampir sempurna. Namun pada salah satu surat (Surat # 12) dari sekian judul surat itu ada sebuah kerancuan dalam penulisan kata ‘zamrut’ yang semestinya ‘zamrud’ menurut KBBI. Selebihnya mulus, hampir tanpa cacat.

Membaca buku ini sepertinya kita sedang menikmati sebuah wisata yang sangat panjang tak ubahnya berkeliling dunia. Kita patut memiliki buku ini karena di dalamnya terdapat catatan sejarah, budaya, dan keelokan negara yang menjadi impian para penulisnya. Semoga mereka (para penulis) akan dapat mencicipi impiannya, dan pembacanya bisa mendapatkan sebuah wawasan baru sehingga menjadi sebuah pencerahan. Amin.

Demikian resensi buku ini, semoga bermanfaat dan dapat menjadi sebuah rujukan yang positif. Selamat bermimpi karena mimpi bisa menjadi tangga untuk mewujudkan impian!

Peresensi:
DEDI SAEFUL ANWAR
ID FAM 1196U-Cianjur
E-Mail: diefansa@yahoo.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...