Skip to main content

Ulasan Puisi “Mutiara Laut” Karya Agnes Setioningrum (FAMili Jakarta Selatan)

Kali ini FAM membahas puisi berjudul “Mutiara Laut” karya Agnes Setioningrum, FAMili Jakarta Selatan. Menyimak puisi ini, pesan yang ingin disampaikan penulisnya belum cukup kuat dan masih samar. Banyak yang tersirat di balik diksi-diksi yang ditulisnya.

Puisi ini juga bernada pantun walau sajaknya tidak a-b-a-b atau a-a-a-a atau b-b-b-b. Tetapi bila puisi ini dibaca dengan suara agak sedikit keras, akan terkesan seperti membaca pantun.

Ditemukan juga beberapa kesalahan ketik terutama di baris pertama: “Angan sampaikah berbisik”. “Angan” yang dimaksud mungkin adalah “angin”, sebab tidak mungkin “angan” (angan-angan) berbisik, kecuali “angin”.

Penulisan kata “nafas” juga seharusnya ditulis “napas”: Nafas raga indah terngiang (baris ke-3 bait pertama).

Kesalahan ketik juga terjadi pada bait ke empat: “Ombak langit menggulum lembut”, yaitu pada kata “menggulum”. Mungkin yang dimaksud penulis adalah “menggulung”: “Ombak langit menggulung lembut”.

Walau masih belum terlihat cukup kuat isi puisi ini, tetapi setidaknya Agnes Setioningrum telah berusaha menulis sebuah puisi. Tentu saja, ini bagian dari proses kepenulisan Agnes yang insya Allah pada puisi-puisi berikutnya akan lebih baik lagi.

Terus berkarya ya Agnes. Saran FAM, banyak-banyak membaca puisi-puisi karya penyair yang telah dikenal luas karya-karyanya, baik lewat majalah sastra ataupun lewat buku-buku puisi yang banyak beredar di toko buku.

Salam santun, salam karya.

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Mutiara Laut

Karya: Agnes Setioningrum
IDFAM1160S

Angan sampaikah berbisik
Gerai laut kian menisik
Nafas raga indah terngiang
Erat kail terikat dalam
Sampan hati berlabuh menepi

Setangkai pena melenggok lemah
Enggan lari melintas zaman

Terusik dahaga setetes embun
Ingkar hati ternoda jua

Ombak langit menggulum lembut

Nestapa jiwa terbangun tegap
Indah cinta terkurung peti
Nada hati terangkai sudah Sang Penyayang
Getaran kalbu gundah menggebu
Ragu raga kan bersayap
Urungkah kaki ini bertapak?
Mutiara laut kan menjawab

[www.famindonesia.com]



Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...