Skip to main content

[Resensi Buku] Kekuatan Cinta Dapat Menjadi Jalan untuk Beribadah

Judul Buku: Untuk Sumarni dari Suparman
Kategori Buku: Antologi Cerpen Cinta Bernilai Dakwah
Penulis: 25 Cerpenis Indonesia
Penerbit: FAM Publishing
Cetakan: I, November 2012
Jumlah Halaman: 257 halaman
Harga: Rp45.000,-
ISBN: 978-602-18971-5-7

 
Cinta. Sebuah kata yang tiada habis untuk dibahas. Cinta, merupakan kata yang sarat kisah dan makna. Cinta adalah suatu hal yang diberikan Sang Mahakasih kepada insan di muka bumi ini. Cinta adalah anugerah terindah yang telah Allah Swt berikan dari sekian banyak keindahan. Begitu banyak cinta bertebaran di muka bumi ini.

Cinta ada ketika seekor burung sedang menyuapi bayi-bayinnya lewat mulut mereka. Saat kupu-kupu lincah mengepakkan sayap indah menuju bunga-bunga cantik, mengisap madunya kemudian menebarkan serbuk-serbuk sari pada pemukaan kepala putik. Cinta hadir manakala embun memeluk daun dengan kesegaran beningnya. Saat kuncup bunga muncul di selasar daun dan ranting.

Bila membicarakan cinta, tentu tak akan ada habisnya. Begitu pun beragam kisah dalam buku “Untuk Sumarni dari Suparman”. Sebuah buku yang memberikan beragam kisah cinta di dalamnya. Berjuta kisah cinta diungkapkan oleh 25 Cerpenis Indonesia. Buku yang berupa Antologi Cerpen Cinta bernilai Dakwah ini, menyajikan keragaman arti cinta dan kisah menarik yang sarat makna dan teladan hidup.

Secara bahasa cinta berati suka sekali; sayang benar (menurut Kamus Besar Bahasa Indnesia), sementara Dakwah adalah penyiaran; propaganda; penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat; seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama. Jadi, dengan mengusung tema cinta bernila dakwah dalam Buku Cerpen ini, bisa kita simpulkan adalah suatu cara menyampaikan arti dan pesan cinta yang mengandung ajakan untuk mengamalkan ajaran agama Allah yaitu Islam.

Merupakan sebuah keberanian yang patut diacungkan jempol dan apresiasi yang tinggi, mengingat saat sekarang ini terlebih pada era globalisasi. Generasi muda kita banyak yang telah menyalahartikan defenisi cinta tersebut. Khususnya cinta terhadap dua insan yang belainan jenis. Namun di dalam buku cantik yang sangat patut untuk dimiliki ini, kita tidak hanya akan mendapatkan arti cinta terhadap lawan jenis saja, tapi kita akan menemukan beragam arti cinta yang dikemas dengan kisah menarik yang memiliki pesan moral begitu dalam.

Tidak berlama-lama, mari kita simak beberapa penggalan kisah dalam buku yang kovernya bergambar sesosok wanita cantik berjilbab putih ini, dengan latar belakang seorang pria.

Saat membuka buku ini kita akan disuguhi, kisah tentang seorang gadis cilik yang mencintai profesinya sebagai penyanyi dalam “Keputusan Seiring Waktu”. Konflik batinnya saat menghadapi pertumbuhan dan keputusannya saat harus meninggalkan dunia yang dicintainya. Kemudian dalam “Buku ini Jadi Saksinya”, mengisahkan Atik seorang anak lulusan sekolah dasar yang bercita-cita melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi. Dia sangat mencintai buku dan ilmu yang menjadi teman sejatinya. Akankah Atik meraih impiannya?

Berlanjut pada “Seperti Bukan Aku”. Berkisah tentang sekelompok mahasiswa yang memiliki semangat untuk mengabdikan ilmunya pada sebuah desa dengan modal cinta pada sesama dan niat yang tulus. Perjalanan kisah akan berlanjut pada “Selezat Cokelat Cappucino” yang mengangkat kisah dua orang kakak beradik yang menakjubkan. Dalam kisah ini akan terlihat betapa indahnya mencintai Alllah SWT dalam rangkaian ibadah sehari-hari. Ada adengan lucu saat Hafis anak berumur empat tahun meminta permen, cokelat dan mobil-mobilan dalan kepolosan berdoanya. Atau pada adegan saat Hafis meledek abangnya yang belum juga mendapatkan jodoh:

“Betul, Fiss! Tapi bukan berarti abang nggak dapet-dapet jodoh lho, enak aja!”

“Haha, abang! Ngaku aja deh, nggak laku!”

Huda mencubit pipi Hafis. “ Emang, abang itu barang apa? Yeee....”

Kemudian saat membuka “Kamar untuk Ayah dan Bunda’ bagi pembaca yang sudah ditinggalkan orangtua (ayah dan ibu) tentu akan merasakan kerinduan yang kuat saat membacanya. Dalam kisah ini konflik muncul saat benda dan kenangan lain dari peninggalan orang yang dihormati dan dicintai itu masih membayangi kehidupan anak-anaknya. Dalam kisah “Di Bawah Kaki Bapak”. Mengisahkan keteguhan seorang remaja pria Rasyid dalam perjuangan cita-citanya yang ingin mencari ilmu di pesantren. Konflik muncul saat sang ayah yang memiliki trauma dengan kegagalan anak sulungnya. Kisah ini menghadirkan keharuan di akhir cerita.

Pada “Cinta Gila”, bertutur tentang seorang pria, Bram yang terbiasa hidup bebas dengan minuman keras, kehidupan malam dan gaya hedonis lainnya, namun hatinya luluh pada seorang gadis alim yang bekerudung. Konflik muncul ketika sang gadis tiba-tiba memutuskan hubungan di saat sang pria mulai belajar agama. Dalam kisah “Kau Bukan Pilihanku”, mengisahkan pergumulan batin Amira yang baru menginjak usia sweet seventeen dan hatinya bertaut pada Dimas namun Amira tidak ingin melanggar ajaran yang diyakininya.

Berlanjut Pada Jilbab Biru Catherine, pada cerpen ini kita akan terbawa pada kisah percintaan populer yang sering kita temui pada banyak cerpen, novel atau karya sastra umum lainnya. Namun yang membedakan di sini adalah tetap terkandung nilai dakwah yang kental. Di mana seorang mahasiswa yang sedang menimba ilmu di negeri seberang yang mayoritas berpenduduk nonmuslim, akhirnya harus jatuh hati paada seorang gadis yang nonmuslim pula. Sebuah dilema yang patut mendapat apresiasi.

Keharuan yang kuat muncul pada cerita ”Aku Benci Adikku”. Cerpen ini berhasil mengaduk-aduk perasaaan pada akhir ceritanya. Di mana seorang kakak baru sadar jika ia telah memiliki malaikat cilik yang bernama adik, padahal dia awalnya sangat membenci kehadiran adiknya itu ke dunia. Tak jauh beda dengan “Air Mata Mbak Alia”, mengisahkan haru-biru perjuangan seorang istri yang tidak mendapatkan keturunan dari pernikahannya. Cobaan berat dalam hidup tidak menggoyahkan ketangguhan jiwanya di balik kelembutan seorang wanita yang lemah. Hingga nasibnya harus bertarung dengan penyakit yang menggerogtoti tubuhnya hingga ajal menjelang.

Manusia di Antara Kucing mengisahkan seorang gadis yang mencintai hewan piaraan (kucing), Pesan Cinta dari Korban Penggusuran, yang mengisahkan perjuangan korban kebijakan semena-mena dan kehilangan hak hidupnya sebagai golongan termarjinalkan. Sementara pada kisah Garis yang Tak Sempurna untuk Sebuah Nama, menuturkan cinta dua insan yang sempat terpisah selama sepuluh tahun, lalu kisah Dilema Ramadhan, menguraikan sebuah cinta yang tak sampai karena telat diungkapkan oleh pemiliknya. Beralih pada Kartini Masa Kini, yang mengisahkan perjuangan seorang wanita yang teguh mengejar cita-citanya.

Akhir Cinta Gadis Novel, mengisahkan seorang gadis yang terobsesi dengan kisah dalam novel yang selalu dibacanya. Doa untuk Kekasih Suamiku, mengisahkan keteguhan seorang istri saat cintanya diduakan. Tanah Ini Dijual Seribu Meter Persegi, Ekspedisi Cinta, Balasan Indah Tiga Pucuk Surat, menuturkan ketegaran seorang gadis yang ditinggalkan ibunya hingga jawabannya ada pada tiga pucuk surat misterius. Lalu, Saksi Salju Alpen menuturkan bahwa dakwah bisa dilakukakan di mana saja, sekalipun di negeri yang mayoritas penduduknya nonmuslim. Pada kisah Cinta si Abua Amat, mengisahkan kecintaan seorang murid pada guru ngajinya. Inilah Jalan Dakwahku menuturkan bahwa dalam keadaan sesulit apapun jalan dakwah jangan pernah ditinggalkan, karena itulah tantangannya.

Terakhir kita akan menemukan kisah unik pada “Untuk Sumarni dari Suparman”. Dalam kisah ini akan kita ketahui bahwa cinta memang milik setiap insan. Cinta tak terhalang persoalan ekonomi, krisis moneter maupun kemiskinan. Dalam kisah ini teramat sederhana, yang digambarkan dengan keinginan seorang Suparman yang hendak membelikan istrinya, Sumarni sebuah subang. Haruskah Sumarni merengek-rengek pada suaminya? Haruskah Suparman gelap mata demi mewujudkan keinginan sang istri? Untuk mendapatkan jawabannya bacalah kisah selengkapnya dalam buku bernas ini.

Buku yang dicetak menggunakan kertas jenis HVS ini sungguh menarik baik dari segi tampilan maupun isi. Jenis font pada judul yang berwarna putih dalam desain kover depan dengan perpaduan warna biru, merah dan putih terlihat indah. Namun ada beberapa kekurangtelitian yang sedikit mengganjal dan menerbitkan pertanyaan. Dalam daftar isi tercantun cerpen berjudul “Kau Bukan Pilihanku” karya Nuryaman Emil Hamzah, tetapi di kover belakang tidak tertera. Bahkan sebaliknya di kover belakang tertulis cerpen “Bercermin pada Lembaran Kertas” karya Tyas Widyaningsih, tapi di dalam buku baik dalam daftar isi maupun isi buku cerpen itu tidak ada, kenapa bisa terjadi? Kemudian pada beberapa kata asing dan bahasa daerah tidak dicetak miring seperti: matursuwun, nomu kyowo, innocent, deadline, online (hal.111), wes (112), doorprize (113), manage (114). Atau penggunaan imbuhan dan beberapa kata yang rancu seperti: daftarin, diskusiin, uda, ndak (112) donker, kertap-kertip (116). Diharapkan hal ini dapat menjadi koreksi baik untuk penulis itu sendiri maupun pihak editor dalam proses pengeditannya pada proses cetak atau karya selanjutnya.

Bisa disimpulkan bahwa bila kita bisa memaknai arti cinta di dunia ini, dan segalanya berpegang pada aturanNYA, bisa dipastikan hidup akan terasa indah dan tenteram.

Peresensi:
DEDI SAEFUL ANWAR
ID FAM 1196U-Cianjur
E-Mail: diefansa@yahoo.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...