HANDIWUNG
Oleh Nuryaman Emil Hamzah
IDFAM255U cakacab FAM Pandeglang
Hamparan padi berundak menghijau
Jadi saksi abadi tak terganti
Gunung tampak syahdu merenung
Berselimut belukar terbalut kabut
Air mengalir menerpa bebatuan
Meluncur… melandai… menuju muara
Semilir angin menarikan nyiur dan bambu
Di sinilah Aliya kecil lahir
Kebun, sawah, sungai… teman setianya
Berlari di pematang, menantang belalang
Jemarinya menari di sela rumpun padi
Tentu tak asing baginya dan tak pernah terlupa
“Handiwung” sungai kecil yang melarutkannya
Bersama udang-udang kecil menemaninya berenang
Kini 37 tahun berlalu
Andai mereka dapat bicara
Andai mereka dapat jelmakan aksara
Lembaran sejarah itu tak kan tergudangkan
Liku-liku pelik unik kadang menggelitik
Warnai perjalanan Aliya kecil di situ
Andai mereka bisa bercengkerama di dunia maya
Mereka kan bicara “Selamat Milad Aliya Nurlela”
Kau terlahir dan besar bersama kami
Tapi kau dilahirkan untuk umat, bukan hanya untuk kami
Berkarya… bermakna… berguna bagi sesama
“Pakena Gawe Rahayu Pakeun Heubeul Jaya Dina Buana”
PELANGI DALAM AKSARAMU
Oleh Titi Haryati Abbas
Anggota group “Forum Aishiteru Menulis”
Saat gundah rebah di ujung langit
Pijar luka ini pekatkan bilik hati
Degup jantung tertahan pekikkan namamu
Hantarkan setangkup harapan yang senantiasa kau tawarkan
Nur, namamu bermakna cahaya
Pemberi terang manakala gulita
Sibakkan galau diantara buih lara
Saat kalimat-kalimat indahmu yang sarat hikmah
Bergulir pasti tawarkan oase di gersang dahaga kemelutku
Nur, tak henti batin merindu
Menatap senyum lembutmu
Menggapai harap diantara aksara-aksaramu
Yang bertaburan ibarat pelangi biaskan cerah
Pada tiap-tiap jiwa yang ringkih
Bahkan pada barisan jiwa tegar
Kau sematkan semangat tebarkan pelita
Nur, janjikan aku satu aksara
Bilakah rindu ini terbayar
Dalam luluh angan menjabat erat tangan
QURRATA A’YUNI
Oleh Ervyta Sari
IDFAM560M Anggota FAM Cairo Mesir
Alhamdulillah...
Cahaya bulan tinggi gemerlapkan hati
Lentera wajahmu mengusir sakit nan letih ini
Suara manjamu menenangkan qalbi
Kini kau hadir bak permata hati
Alhamdulillah...
Lantunan iqamah penghias telinga pertama kali
Nama islami bak doa kini menemani
Aliya Nurlela, nama indah penuh arti
Sekotak asa ayah bunda kini terpatri
Moga kau menjadi qurrata a'yuni
Alhamdulillah...
Kau hadir selamat dengan izin-Nya di bumi
Tak lupa, kau dititipkan sebait misi islami
Sejuta harap ayah bunda kini bersemi
Moga kau tak lupa untuk selalu mengabdi
Mengabdikan diri pada Ilahi Rabbi
Sanah helwah ya gamilah.... Kulu 'amin wa antum bikhair...
ALIYA NURLELA
Oleh Abdul Kadir Halimin
IDFAM350M Anggota FAM Barru, Sulsel
Matanya indah menyejukkan bak sinar rembulan malam
Mencairkan setiap suasana yang mencekam dari tatapan sinis
orang syirik
Bibirnya yang mungil berwarna merah jambu
Mampu mengeluarkan Firman yang dapat menggetarkan hati
seluruh umat
Kulitnya yang bersih bak kertas kosong
Takkan ia berani memamerkannya di muka khalayak
Sungguh wanita yang anggun nan idaman kaum Adam
Siapakah gerangan wanita itu?
Sosok yang selalu memiliki pikiran cemerlang, yang dapat
memberikan perubahan besar bagi umat
Dialah wanita cerdas!
Wanita yang dapat merubah dunia dengan perasaan dan
kelembutan
Menjalankan setiap amanah dari yang Maha Kuasa dengan penuh
dedikasi
Menghalau hawa nafsu syetan di garis depan dengan tangguh
Menentang seluruh bentuk penindasan
Menyuarakan kebebasan berekspresi bagi kaum Hawa
Namun ia tetap sadar akan kodratnya sebagai seorang wanita
Muslimah,
Dialah wanita sejati!
Kartini masa kini!
Menyuarakan kebenaran dengan pena emasnya,
Dialah wanita tangguh berhati lembut!
Fatimah di abad sekarang!
Berperang di garis depan dengan pikiran cemerlangnya
Menyuarakan segala bentuk kebebasan yang sesuai syariat
Islam
Dialah wanita sejuta bintang.
Sumber: www.famindonesia.blogspot.com
Comments
Post a Comment