| HAFNEY MAULANA |
Dia mengikuti Mimbar Penyair Abad 21 di Taman Ismail Marzuki Jakarta tahun
1996, Temu Penyair se-Sumatera tahun 1997 di Pekanbaru, Perkampungan Budaya
Pulau Rupat (Perkampungan Penulis Riau dan GAPENA Malaysia) tahun 1997,
Pertemuan Sastrawan Nusantara (PSN) IX dan Pertemuan Sastrawan Indonesia (PSI)
di Kayu Tanam-Sumatera Barat tahun 1997.
Selain itu, Perkampungan Penulis Melayu Serumpun (Indonesia, Malaysia, Singapura,
Berunai, Thailand) di Daik Lingga tahun 1999, Kenduri Seni Melayu (Malay Arts
Colebration) di Batam tahun 1999, Dialog Rempang (Perkampungan Penulis Rantau
Melayu (Riau, Malaysia, Singapura, Berunai, Thailand dan Filipina) tahun 2000
di Pulau Rempang, Batam. Gerak
Gemilang I tahun 2005 dan Gerak Gemilang II tahun 2006 di Tembilahan, Pertemuan
Sastrawan Nusantara XIV di Kedah Malaysia, tahun 2007 dan lain-lain.
Karya puisi, cerpen dan artikel budayanya telah dimuat diberbagai media
massa daerah maupun nasional dan berbagai antologi antara lain: Antologi Puisi
Kemah Seniman di Surakarta (1996), Antologi Puisi Penyair Abad 21 (Balai
Pustaka, Jakarta 1996), Antologi Puisi Indonesia 1997 (KSI dan Angkasa Bandung,
1997), Amsal Sebuah Patung (Yayasan Gunungan, Yogyakarta, 1997), Antologi Puisi
Makam (Pusat Pengkajian Bahasa dan Kebudayaan Melayu, Universitas Riau,
Pekanbaru 1999), Antologi Puisi Jazirah Luka (Unri Pres, Pekanbaru 1999), Air
Mata 1824 (Yayasan Pusaka Riau, Pekanbaru 2000), Resonansi Indonesia-Puisi dua
bahasa Indonesia dan Mandarin (KSI, Jakarta 2000), Asia Throug Asian Eyes
(CD-ROOM, Currikulum Corporation, Australia 2001), dan beberapa antologi
lainnya. Puisi-puisinya telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan
Mandarin.
Kumpulan Puisi tunggalnya terkumpul dalam: Usia Yang Tertinggal (Batam
Grafiti, 1996), Jajak-Jejak Waktu (Dokumentasi Sastra Mandiri, 2005), Mengutip
Makna Tamasya Purba (KBP, 2005).
[sumber:
www.famindonesia.blogspot.com]
Comments
Post a Comment