Skip to main content

Biografi Penyair Dunia, Muhammad Iqbal

Muhammad Iqbal, Penyair yang lahir pada bulan Dzulhijjah 1289 H, atau 22 Februari 1873 M di Sialkot. Ia memulai pendidikannya pada masa kanak-kanak pada ayahnya, Nur Muhammad yang dikenal sebagai seorang ulama.

Kemudian iqbal mengikuti pelajarannya mengaji Alquran dan pendidikan Islam lainnya secara klasik di sebuah surau. Selanjutnya, Iqbal dimasukkan oleh ayahnya ke Scotch Mission College di Sialkot agar ia mendapatkan bimbingan dari Maulawi Mir Hasan, teman ayahnya yang ahli bahasa Persia dan Arab.

Muhammad Iqbal dikenal sebagai pemikir dan penyair hebat dan pejuang kemerdekaan Pakistan bersama Muhammad Ali Jinnah. Dialah sang pelopor pembentukan Negara bagi kaum muslim India yang akhirnya terwujud dalam Negara Pakistan 10 tahun setelah beliau
wafat. Ia juga meninggalkan karya-karya besar seperti Javid Namah (Kitab Keabadian), sebagai buku sastra tersohor.

Bakat menulisnya berkembang pesat di bawah bimbingan Maulwi Mirr Hasan. Lulus dari Scotch Mission College di Sialkot, Iqbal pindah ke Lahore masuk ke Kolese Pemerintah di Lahore dan mendapatkan guru Sir Thomas Arnold (seorang pakar Islam dan Filsafat modern) dan tamat dengan predikat cumlaude. Setelah mendapat gelar master dalam bidang filsafat, ia kemudian menjadi korektor Bahasa Arab di Universitas Kolese Oriental Lahore dan juga mengajar di Universitas tersebut. Ia kemudian melanjutkan studi tahun 1905 di Lincoln`s Inn di London untuk menjadi pengacara. Setelah itu ia kembali belajar di Universitas Cambridge pada jurusan Filsafat sambil mempersiapkan disertasi Doktor untuk Universitas Munich Jerman. Disertasinya yang berjudul “Perkembangan Metafisika di Persia” berhasil diselesaikan sehingga ia meraih gelar Doktor Filsafat tahun 1907. Sekembalinya dari Eropa, ia kembali bergabung di Kolese Pemerintah Lahore sebagai Profesor Filsafat dan Kesusasteraan Inggris.

Ketenaran Iqbal juga merambah dalam dunia politik. Tahun 1908 ia masuk di Komite Inggris Liga Muslim se-India. Ia juga terpilih menjadi anggota Majelis Legislatif Punjab dan menjadi salah satu pemikir politik. Pidato kepresidenan Liga Muslim India tahun 1930 menjadi dasar konseptual bagi pembentukan Negara Pakistan, walaupun ia tidak menyebutkan nama Pakistan secara eksplisit. Sebagai seorang pemikir, ia sangat prihatin dengan keadaan kaum muslim India sehingga ia mengajukan konsep pembentukan Negara bagi golongan kaum muslim.

Karya-karya sastra yang membuatnya amat terkenal adalah syair-syair yang ditulis dalam bahasa Persia dan Urdhu antara lain “Asrar-I Khudi (Rahasia Diri), Payam-I Masyriq (Pesan dari Timur), Navid Namah (Kitab Keabadian). Iqbal menderita sakit berkepanjangan antara tahun 1934-1938 dan tanggal 21 April 1938 ia meninggal kemudian dimakamkan di Masjid Badshahi Lahore.

Masa Kehidupan Muhammad Iqbal

Pada tahun 1895 ia ke Lahore, salah satu kota di India yang menjadi pusat kebudayaan, pengetahuan, dan seni. i kota ini ia bergabung dengan perhimpunan sastrawan yang sering diundang musya’arah, yakni pertemuan-pertemuan di mana membacakan sajaknya.

Di kota Lahore ini, sambil melanjutkan pendidikan sarjananya ia mengajar filsafat di government college. Pada tahun 1897 Iqbal memperoleh B.A, kemudian ia mengambil program M.A. dalam bidang filsafat. Pada saat itulah ia bertemu dengan Sir Thomas Arnold—orientalis Inggris yang terkenal – yang mengajarkan filsafat Islam di college tersebut. Antara keduanya terjalin hubungan baik melebihi hubungan guru dengan murid, sebagai tertuang dalam kumpulan sajaknya “bang-I dara”.

Dengan dorongan dan dukungan Arnold, Iqbal menjadi terkenal sebagai salah seorang pengajar yang berbakat dan penyair Lahore. Sajak-sajaknya banyak diminati orang. Pada tahun 1905, ia studi di Cambridge pada R.A Nicholson, seorang spesialis sufisme, dan seorang neo-hegelian, yaitu John M.E.  Mc Taggart. Iqbal kemudian belajar di Heidelberg dan munich. Di munich, ia menyelesaikan doktornya pada tahun 1908 dengan disertasi “The Development of Metaphysics in Persia”. Setelah mendapatkan gelar doctor, ia kembali ke London untuk belajar dibidang keadvokatan sambil mengajar bahasa dan kesusteraan Arab di London. Selama di Eropa, Iqbal tidak jemu-jemu menemui para ilmuwan untuk mengadakan berbagai perbincangan tentang persoalan-persoalan keilmuan dan kefilsafatan.

Saat-saat Pakistan masih memerlukan karya-karyanya, pada tahun 1935 isterinya meninggal dunia. Musibah ini membekas sangat mendalam dan membawa kesedihan yang berlarut-larut kepada Iqbal, akhirnya berbagai penyakit menimpa dirinya sehingga fisiknya semakin lemah. Sungguhpun demikian, pikiran dan semangat Iqbal tidak pernah mengenal lelah. Ia tidak henti-hentinya mengubah sajak-sajak dan terus menuliskan pemikiran-pemikirannya, hingga akhir hayat.

[sumber: http://biografi-biodata-profile.blogspot.com/2012/05/biografi-muhammad-iqbal.html]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...