Seindah Pelangi
Oleh: Nuryaman Emil Hamzah
[ID-FAM255U, Anggota FAM Pandeglang]
Pelangi merupakan gejala alamiah yang sering terjadi saat
matahari bersinar dan turun hujan dalam skala kecil. Pembiasan cahaya matahari
terjadi saat melewati butiran-butiran air hujan dan menghasilkan warna-warna
yang berbeda. Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai jumlah warna pelangi,
yaitu lima warna, enam warna atau tujuh warna, pelangi telah menjadi fenomena
alam yang menarik di seluruh dunia.
Pelangi sering dijadikan simbol keindahan dan menghasilkan
inspirasi seperti dongeng
tentang turunnya bidadari, lagu, dan ungkapan-ungkapan keindahan lainnya yang menggambarkan keindahan pelangi.
tentang turunnya bidadari, lagu, dan ungkapan-ungkapan keindahan lainnya yang menggambarkan keindahan pelangi.
Secara umum pelangi disebutkan terdiri atas tujuh warna,
yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Warna tersebut adalah
pembiasan cahaya matahari yang sanggup ditangkap penglihatan manusia, walaupun
ada yang berpandangan bahwa warna nila tidak bisa dibedakan dari warna biru dan
penambahan warna nila berkaitan erat dengan kepercayaan tertentu.
Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai jumlah warna pelangi, bahwa pelangi
setidaknya menjadi gambaran tentang munculnya beberapa warna indah secara
bersamaan pada saat-saat tertentu dan selalu menarik perhatian orang yang
melihatnya. Warna-warna itu muncul dari arah yang sama dan menuju pada arah
yang sama.
Fenomena alam adalah ayat-ayat Allah yang tidak diciptakan
Allah dengan sis-sia, tetapi semua ada manfaat dan maknanya. Oleh sebab itu
kita diperintahkan untuk memikirkan tentang ciptaan Allah dan dilarang untuk
memikirkan dzat Allah karena tidak akan terjangkau oleh keterbatasan fikiran
manusia sehingga akan melahirkan prediksi yang salah.
Pelangi yang terdiri atas warna-warna berbeda setidaknya
menjadi gambaran adanya suatu kesatuan yang harmonis terdiri atas unsur warna
yang berbeda. Masing-masing unsur warna mempunyai kekuatan sendiri tetapi
menyatu menjadi warna indah pelangi. Walaupun berbeda warna tetapi berasal dari
sumber yang sama dan menuju arah yang sama tidak berpencar mencari arah
masing-masing.
Manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa
sebagaimana Allah firmankan dalam QS. Al-Hujuraat: 13, “Hai manusia,
Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah
ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Mengenal.”
Suku, Bangsa dan bahasa yang berbeda bukan untuk saling
membangga-banggakan satu sama lain yang melahirkan perpecahan. Suatu suku atau
bangsa bisa memupuk potensi-potensi kesukuan atau kebangsaan sebaik mungkin
sehingga mempunyai karakter yang luar biasa. Tetapi kekuatan sosial budaya
lingkungan suku atau bangsa itu bukan untuk merendahkan sosial budaya suku atau
bangsa yang lain, sebaliknya sebagaimana Allah firmankan bahwa perbedaan itu
agar saling mengenal adat istiadat, karakter, sosial budaya, teknologi, dan
lain-lainnya dan bisa tukar-menukar hal-hal yang positif.
Mengenai warna di negara kita telah menjadi pilihan kelompok
tertentu dengan basis massa besar, seperti yang sekarang sedang menjadi
trending topik karena berlarut-larutnya masalah PSSI. Warna telah menjadi
kebanggaan kelompok supporter tertentu, seperti biru dipakai oleh supporter
Persib yang dikenal dengan Bobotoh, orange dipakai The Jack Mania supporter
Persija, hijau dipakai supporter Persebaya, serta warna lainnya yang dijadikan
kebanggan oleh masing-masing supporter.
Pada level kompetisi, masing-masing warna dituntut untuk
menunjukkan sebaik mungkin kualitas klub karena dari eksistensinya di peringkat
kompetisi itulah kemudian akan ada wakilnya yang direkrut untuk memperkuat
warna kebanggaan bersama yaitu merah putih. Setelah memperkuat timnas merah
putih bukan saatnya lagi membanggakan warna biru, orange, hijau, merah, dan
lain-lainnya tapi saatnya melakukan sinergi positif, sehingga merah putih
menjadi kokoh karena dibangun oleh berbagai kekuatan warna dengan berbagai
karakter yang menyatu dalam satu tujuan.
FAM Indonesia merupakan wadah bagi para penulis dan calon
penulis dari berbagai wilayah dan berbagai kalangan di Indonesia. Setiap
anggota FAM mempunyai karakter kepenulisan yang berbeda-beda, ada yang
cenderung lebih piawai menulis cerpen, ada yang lebih menguasai
ungkapan-ungkapan puisi, dan lain-lainnya. Bagi FAM variabilitas kemampuan
anggota yang berbeda-beda tentu merupakan anugerah, karena dengan demikian FAM
akan mempunyai kekuatan luar biasa yang mampu mewadahi dan menyalurkan berbagai
karakter kepenulisan di Indonesia.
Bagi penulis yang mempunyai kecenderungan terhadap puisi
buatlah puisi sebaik mungkin hingga menjadi penulis puisi yang fenomenal
seperti Chairil Anwar. Begitu pula penulis yang mempunyai kecenderungan
terhadap cerpen, buatlah cerpen yang sebaik mungkin hingga mengikuti nama besar
Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan sebutan
HAMKA. Bangga atas hasil karya sendiri suatu keharusan, tetapi tidak untuk
dibangga-banggakan dengan mengecilkan yang lainnya. Semua penulis yang
tergabung di FAM Indonesia berangkat dari tujuan yang sama dan menuju suatu
tujuan yang sama yaitu menulis yang sesuai dengan visi dan misi FAM Indonesia.
Salam Aishiteru… sukses selalu..!
ULASAN FAM
INDONESIA:
Kali ini FAM mengulas artikel berjudul “Seindah Pelangi”.
Penulis sepertinya mencoba menjelaskan mengenai pemaknaan sebuah perbedaan.
Sebenarnya, perbedaan yang terjadi di masyarakat bukanlah sebuah hal yang harus
ditakuti, tetapi sebuah hal patut untuk disyukuri.
Penggambaran yang digunakan dalam artikel ini adalah
suporter bola dengan berbagai atribut kebanggaannya. Masing-masing pendukung
memiliki julukan dan warna yang berbeda. Seperti yang telah kita kenal The Jack
Mania dengan warna orangenya, Bonek dengan hijaunya, dan Bobotoh dengan
birunya. Akan tetapi, warna-warna itu akan berkolaborasi di bawah seragam merah
putih jika panggilan untuk membela Timnas diserukan.
Contoh lain yang coba diungkapkan penulis yaitu mengenai
anggota FAM dengan berbagai kemampuan menulisnya. Sebagian jago menulis puisi,
sebagian yang lain pintar membuat cerpen, sisanya luar biasa dalam menulis
artikel bahkan novel.
Penulis sudah cukup baik dalam menulis artikel. Judul yang
digunakan juga bagus dan mewakili isi tulisan. Hanya saja, masih ada beberapa
bagian yang harus diperbaiki. Misalnya saja soal korelasi antara penjelasan
pelangi di bagian awal, suporter bola di tengah, dan penulis FAM di bagian
akhir. Tiga hal tersebut meski bisa dilihat hubungannya, namun belum bisa
menyatu. Artikel yang baik adalah sebuah paduan utuh dari awal hingga akhir.
Cara memadukannya bisa dengan memasukkan unsur judul artikel
atau ilustrasi awal yang dijelaskan sebelumnya. Dalam hal ini unsur judul dan
ilustrasi tersebut adalah kata “Pelangi”. Untuk membuat artikel ini menjadi
paduan yang utuh, di bagian akhir bisa diberi satu paragraf atau satu kalimat
yang menghubungkan seluruh elemen dalam artikel ini. Misalnya dengan menambah
kalimat, “Perbedaan bukanlah sebuah hal yang mengerikan, jika kita bisa
menyikapinya dengan cara yang benar. Justru perbedaan bisa menjadi sebuah hal
yang indah, seindah pelangi dengan pesona warnanya.”
FAM berharap penulis terus berlatih agar kualitas tulisan
semakin meningkat. Jangan pernah berhenti untuk berkarya.
Salam Aishiteru.
TIM FAM INDONESIA
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
Comments
Post a Comment