TIPS MENULIS #16
Membuat kerangka
karangan (outline) itu penting.
Tujuannya agar tulisan Anda terarah. Bagi penulis pemula dianjurkan untuk
membuat outline, tetapi itu tidak
berlaku bagi penulis-penulis yang sudah mapan, sebab outline itu sudah ada dalam benak mereka. Ketika ia menulis,
tulisan itu akan mengalir deras begitu saja. Ketika Anda sudah mencapai titik
kemapanan (mahir) itu, Anda juga akan menemukan indahnya menulis tanpa outline. Berproseslah.
TIPS MENULIS #17
Teori itu
penting. Tetapi praktik jauh lebih penting. Seorang calon penulis membutuhkan
banyak teori-teori kepenulisan, dan di jaman sekarang itu sangat mudah didapat, terutama lewat internet. Mesin pencari Google memudahkan bagi siapa saja untuk menemukan apa yang ia inginkan, termasuk teori-teori kepenulisan. Jadi tidak ada alasan sulit mencari sumber teori. Walau demikian, sebanyak apapun teori yang dibaca tetapi tidak juga menulis, sama saja bohong. Dengan segera menulis, apapun jenis tulisan itu, membuktikan calon penulis serius mewujudkan mimpinya jadi penulis.
banyak teori-teori kepenulisan, dan di jaman sekarang itu sangat mudah didapat, terutama lewat internet. Mesin pencari Google memudahkan bagi siapa saja untuk menemukan apa yang ia inginkan, termasuk teori-teori kepenulisan. Jadi tidak ada alasan sulit mencari sumber teori. Walau demikian, sebanyak apapun teori yang dibaca tetapi tidak juga menulis, sama saja bohong. Dengan segera menulis, apapun jenis tulisan itu, membuktikan calon penulis serius mewujudkan mimpinya jadi penulis.
TIPS MENULIS #18
Hari paling buruk
bagi seorang penulis adalah ketika tulisannya ditolak redaktur. Penulis-penulis
pemula yang tidak siap menerima penolakan itu, banyak yang memutuskan tidak
lagi menulis. Alasannya tidak berbakat. Buktinya karyanya selalu ditolak.
Penulis seperti ini, mentalnya tidak siap tempur. Mudah menyerah. Cengeng.
Padahal, banyak alasan bagi redaktur menolak tulisannya itu. Bisa saja, tulisan
tersebut bagus tetapi terlalu panjang (over) halamannya sehingga tidak
mencukupi ruang yang dimiliki media dimaksud. Jadi, sebelum mengirim tulisan ke
penerbit atau media massa, pelajari dulu syarat dan ketentuan pemuatan tulisan.
Ikuti aturan itu. Jangan dilanggar. Bila sekali ditolak, besok kirim tulisan
lainnya. Terus menerus. Hingga suatu hari nanti, tulisan Anda akan dimuat atau
diterbitkan menjadi buku.
TIPS MENULIS #19
Disiplinlah. Itu
kunci utama menjadi penulis sukses. Sesibuk apapun pekerjaan Anda, sisakan
sedikit waktu untuk membaca buku dan melanjutkan tulisan Anda yang tertunda.
Bagi penulis-penulis sukses hari ini, tidak heran lagi kalau buku-bukunya yang
best seller itu dibeli produser untuk dibuat film atau siaran radio dan
televisi. Pada waktu orang banyak mengeluh kesulitan mencari nafkah, ia malah
mendirikan rumah. Subhanallah. Inna ma’al ‘usri yusron. Jadi, tak perlu kita
iri hati melihat kesuksesan mereka.
TIPS MENULIS #20
Jangan cepat puas
dengan karya yang sudah jadi. Bacalah lagi berulang kali. Bila terdapat
kejanggalan dan kekurangan di sana-sini, jangan sungkan melakukan revisi.
Revisi itu sangat penting dan menggairahkan, kata seorang penulis Amerika.
Seringkali, ketika melakukan revisi, kita menemukan sesuatu yang tak
terpikirkan sebelumnya dan menambah kekuatan baru naskah yang ditulis itu. Mana
tahu, setelah melakukan revisi itu, tulisan Anda benar-benar menjadi karya yang
sangat hebat dan disukai pembaca.
TIPS MENULIS #21
Bagaimana agar
dapat menghasilkan ide cerita yang baru, asli dan menarik? Lakukan perjalanan.
Semakin jauh berjalan semakin banyak yang dilihat. Catatlah apa yang Anda lihat
dan itu menarik menurut Anda. Artinya, kemana pun Anda pergi, bawalah selalu
buku catatan. Perhatikan dengan penuh keingintahuan apa yang dikerjakan
orang-orang di sekitar Anda. Belajarlah dari alam. Alam terkembang jadi guru.
TIPS MENULIS #22
Sebuah cerita
yang menarik adalah adanya tokoh yang unik. Tokoh-tokoh yang umum, yang
disembarang tempat mudah ditemukan, memang tidak perlu diceritakan. Singkatnya
kurang menarik. Ciptakanlah tokoh cerita yang mengejutkan. Misal ada seorang
kakek yang sepanjang hidupnya tidak pernah sakit—lumrahnya manusia pasti
mengalami sehat dan sakit. Tapi kakek ini tidak. Dia sehat selamanya sehingga
ia merindukan bagaimana rasanya sakit. Di dalam cerita, cerpen atau novel, itu
sah-sah saja. Kakek itu tentu seorang yang unik.
TIPS MENULIS #23
Ide cerita itu
ada dalam halaman-halaman buku dan dalam kehidupan. Maka bacalah buku lalu
kenalilah manusia dan bersimpatilah pada nasibnya. Ketika ada teman Anda yang
hidupnya prihatin lantaran miskin, sekali-sekali datangi rumahnya. Bayangkan
seandainya Anda adalah bagian dari keluarga teman Anda itu. Sebab bagaimana
Anda bisa menulis cerita tentang pahitnya hidup orang miskin bila keseharian
Anda bergelimang harta dan kesenangan?
TIPS MENULIS #24
Konflik adalah
bumbu cerita. Richard Stren menyebutkan, tokoh cerita pada dasarnya ialah
manusia. Berapa jumlah manusia yang pernah hidup di dunia ini? Dan berapa
banyak konflik yang bisa ditemukan dalam kehidupan ini? Jumlah manusia
dikalikan jumlah konflik, sama dengan jumlah bahan cerita. Lihat dan kupinglah
seberapa banyak konflik yang terjadi di sekitar Anda, atau dalam diri Anda
sendiri, lalu pungut, dan tulislah menjadi cerita yang menarik.
TIPS MENULIS #25
Dompet dan buku
corat-coret keduanya sama penting. Dompet untuk menyimpan uang, buku
corat-coret (diary, buku harian, dll) untuk menyimpan ide atau gagasan tulisan
Anda. Biasakan setiap hari menulis catatan separagraf dua paragraf. Itu akan melatih
kebiasaan menulis Anda. Apa isi buku catatan (diary) Anda? Dua hal harus Anda
tulis, pertama peristiwa, dan kedua perasaan hati Anda. Catatlah peristiwa yang
terjadi setiap hari, runtut dengan tanggal dan jam kejadian. Misal pada hari
ini jam 1 siang Anda resmi menjadi anggota FAM Indonesia. Catatan kedua,
tentang perasaan hati, ungkapkan dalam catatan apa yang Anda rasakan hari ini;
senang, gembira, sedih, kecewa, sakit hati, dan lain sebagainya. Dengan
mencatat dua hal penting itu setiap hari, Anda akan terbiasa menulis.
TIPS MENULIS #26
Bersyukurlah bila
Anda sedang jatuh cinta. Tersebab itu pula Anda menemukan sumber inspirasi
menulis yang tidak biasa. Sejak zaman Shakespeare hingga hari ini banyak buku
bertema cinta yang tidak kering-keringnya ditulis. Cinta adalah kekuatan, cinta
adalah modal yang tidak pernah habis menginspirasi banyak penulis dunia. Buya
Hamka mengatakan, “Seni tidak ada kalau cinta tidak ada. Apa sebabnya
ada keindahan? Sebabnya ialah karena ada cinta. Dengan cinta alam diciptakan.
Tiap awal surat Quran dimulai dengan “Bismillahirrahmanirrahim”. Di atas nama
Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Itulah kunci rahasia cinta di alam ini.
Timbulnya perasaan halus ialah karena cinta. Segala seni yang tinggi, syair, musik,
lukisan, adalah laksana rumus untuk membuktikan adanya Yang Rahman dan Yang
Rahim. Sumber Segala Cinta.” Subhanallah. Agar hati tetap terjaga, alirkan rasa
cinta itu lewat tulisan.
TIPS MENULIS #27
Menulis adalah
ladang bisnis dan ladang dakwah yang tidak pernah habis-habisnya. Tulislah
karya-karya yang bernilai jual dan bernilai dakwah (ibadah), maka ia akan laris
manis seperti kerupuk. Menjadi penulis sukses, dunia pun akan berada dalam
genggaman Anda. Caranya, ikuti perkembangan zaman. Tulis ide-ide aktual yang
dibutuhkan banyak orang. Ikuti teknologi terbaru. Gaptek boleh, tapi tidak
selamanya. Selalu ada kesempatan untuk belajar. Bersiaplah menjadi penulis
dunia yang kaya raya.
TIPS MENULIS #28
Satu detik yang
baru saja berlalu adalah sejarah. Bila ia dibiarkan berlalu tanpa sesuatu yang
bermanfaat maka lembaran sejarah itu akan kosong atau buram. Maka, agar sejarah
hidup Anda berguna untuk diri Anda, untuk orang-orang yang Anda cintai, serta
untuk semua orang di dunia ini, tulislah lembaran sejarah itu dengan
karya-karya bermanfaat. Penulis-penulis yang telah tiada sesungguhnya mereka
masih hidup, bahkan sepanjang masa, sebab nama mereka selalu ada, dikenang di
hati para pembacanya. Jadi, tiap detik, rencanakan sejarah apa yang akan Anda
tulis!
TIPS MENULIS #29
Tuhan menciptakan
dua mata, dua telinga, dan satu mulut. Apa maknanya? Tak lain dan tak bukan
agar kita lebih banyak mendengar dan melihat daripada berbicara. Dari proses
banyak mendengar dan melihat itulah, kita akan dapat menyerap banyak ilmu
pengetahuan untuk dijadikan sumber tulisan. Maka, jadilah pendengar yang baik,
juga pembicara yang baik. Salin apa saja yang didengar dan dibicarakan itu
dalam buku catatan. Kembangkan, dan perindah dengan bahasa yang santun. Orang
akan tergugah membacanya.
TIPS MENULIS #30
Yang namanya
cerpen (cerita pendek) itu ya harus ditulis pendek. Tidak panjang bertele-tele.
Artinya, cerpen cukup pendek untuk dapat dibaca dalam sekali duduk. Cerpen bisa
rampung dibaca sambil menunggu bus atau di ruang tunggu bandara, sambil antri
bayar belanjaan di kasir supermarket, atau sambil nongkrong menunggu bel masuk
sekolah berdering. Cerpen harus memberi kesan pada pembacanya secara terus
menerus, tanpa terputus-putus, sampai kalimat yang terakhir.
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
Comments
Post a Comment