Skip to main content

Belajar Menulis Seperti Teknik “Seribu Satu Malam”

Raja Shariar adalah seorang antifeminis, pembeci wanita. Tapi setiap hari ia menikah dengan seorang wanita. Begitu ia berkumpul dengan istrinya satu hari, istrinya itu dibunuhnya, lalu ia menikah lagi dengan wanita yang lain. Baru ketika menikahi anak seorang Wazir dari India, Raja Shahriar terbentur pada batunya. Istrinya itu bernama Scheherazade. Pedang untuk memenggal leher Scheherazade tetap tak berkutik dalam sarungnya selama Seribu satu hari. Dan akhirnya Raja Shahriar mengurungkan niatnya untuk membunuh Scheherazade, lalu menjadikan tetap sebagai istrinya.

Batu apa yang digunakan Scheherazade untuk membentur suaminya?

Anda pasti sudah pernah mendengarnya. Tidak lain ialah cerita bersambung yang dikenal dengan Seribu Satu Malam”.

Sejak malam pengantin, Scheherazade mengisahkan pada suaminya sebuah cerita yang
mengasyikkan, tapi tiap kali cerita itu belum juga berakhir. Ujungnya masih tergantung dan membuat raja itu ingin mengetahui kelanjutannya. Karena itu ia menunda memenggal leher istrinya dan meminta supaya Scheherazade melanjutkan cerita itu pada malam berikutnya dan semakin mengasyikkan hati Sang Raja, sehingga tiap malam ia menunda niatnya untuk membunuh, dan terus meminta cerita itu dilanjutkan pada malam berikutnya. Begitulah sambung menyambung sampai genap seribu satu cerita yang dikisahkan dalam malam sejumlah itu pula.

Dan begitulah, leher Scheherazade selamat dari pedang Sang Raja dan begitu pulalah rangkaian cerita itu dikenal dengan kisah “Seribu Satu Malam”.

Apa rahasia Scheherazade?

Rahasinya terletak dalam teknik dasar menulis cerita. Scheherazade menguasai teknik itu. Begitu juga pengarang-pengarang dunia lainnya, seperti Shakespeare, pengarang drama Inggris yang kenamaan itu, juga Walt Disney, sineas Amerika yang film kartunnya paling laris di seluruh dunia, juga Mochtar Lubis, novelis Indonesia yang menulis “Senja di Jakarta”. Semua penulis cerita fiksi yang baik, zaman dulu atau sekarang, menguasai teknik dasar itu. Dan itulah teknik dari semua penulis fiksi profesional.

Jadi, kalau Anda ingin menulis cerpen, sebaiknya Anda menguasai juga teknik dasar itu.

Apa saja teknik dasar bercerita sehingga membuat pembaca terpukau takjub seperti Raja Shahriar? Ini tiga cara diantaranya:

1. Apa yang ingin Anda katakan dalam cerita Anda? Tema! Ya, ceritanya harus jelas temanya apa. Cerita yang bertele-tele, ngalor-ngidul ke sana kemari tanpa tema yang jelas akan membuat pembaca bosan membaca tulisan Anda hingga titik paling akhir.

2. Libatkan pembaca. Caranya, ciptakan tokoh-tokoh yang riil dan bisa dipercaya. Tokoh yang tampak nyata seperti betul-betul hidup dan ada, yang manusiawi dan yang meyakinkan.

3. Gunakan sudut pandang orang ketiga (penulis bertindak sebagai orang yang terlibat dalam cerita). Bukan sebagai tokoh cerita melainkan seolah-olah melihat apa yang terjadi pada para tokoh cerita.

4. Buat pembuka dan isi cerita yang menarik dan mengundang penasaran. Lajos Egri membuat cerita yang bagus begini: Pada suatu pagi seluruh penduduk sebuah kota Yunani gempar karena semua lampu di jalan dirusak orang. Siapa perusaknya tak ada seorang pun yang tahu, karena kota itu biasanya aman. Tapi kemudian muncul seorang pemuda yang mengakui terus terang bahwa dialah yang membuat kegemparan itu. Penguasa kota heran, karena pemuda itu biasanya pendiam dan tidak tergolong berandalan. Kemudian baru diketahui bahwa ia sengaja berbuat begitu agar orang-orang kota mau menaruh perhatian kepadanya. Ternyata di rumah ia telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya, yaitu perhatian dari orang tuanya.

Nah, itulah diantara teknik-tekniknya. Selamat mencoba!

Dari Buku “Yuk, Nulis Cerpen Yuk”, Mohammad Dipenogoro, 1985.

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...