Skip to main content

Aku Ingin Menulis, Menulis, Menulis, dan Menerbitkannya

Umurku kini memasuki tahun yang ke-30 (tigapuluh). Kesadaran akan ketertinggalan itu justeru baru muncul belakangan ini. Sejak mula ada, aku membayangkan kelak namaku terpampang dalam buku-buku yang dibaca banyak orang. Mimpi yang dimulai sejak aku diajari mengeja huruf dan mulai terpatah-patah membaca. Kucoreti nama-nama pengarang yang bukunya aku baca, dan kutuliskan namaku sebagai gantinya di sana, di halaman depan setelah kover. Begitulah angan-angan dari seorang anak-anak seperti aku. Ingin menjadi penulis buku.

Iri sekali hati ini tiap ada penulis baru bermunculan. Bisikan yang mengatakan bahwa aku bisa seperti mereka terus terngiang. Tiap menyelesaikan bacaan sebuah buku, dalam hati ini entah kenapa terpatri kata bisa itu. Ah, cerita dan tulisan seperti ini atau itu aku juga bisa. Namun, kata bisa itu cuma terpendam dalam, diinjak-injak oleh rasa takut, minder dan tidak punya kepercayaan pada kemampuan diri sendiri.

Sejak dulu aku memang sangat menyukai puisi. Kesukaan itu mungkin sudah terpupuk sejak aku pandai membaca. Maka sejak SD nama-nama besar seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Sanusi Pane, Raja Ali Haji ataupun Sutan Takdir Ali Syahbana sudah aku kenal. Belakangan pula aku berkenalan dengan sajak dan prosa dari Khalil Ghibran yang mewarnai diksi yang ada dalam puisiku. Pada perkembangan kesusastraanku aku berkenalan dengan novel-novel. Mulai dari novel-novel roman picisan, novel silat dan kemudian novel-novel remaja. Selanjutnya aku mengenal nama-nama Pipit Senja, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Gola Gong, Muhammad Subhan, dan yang paling spektakuler (karena tiap novelnya ada dalam koleksiku) aku berkenalan dengan Andrea Hirata lewat karya-karyanya. Aku juga mengoleksi secara lengkap Novel karya Dan Brown.

Facebook mengenalkan aku lebih dekat dengan para penulis yang aku sebutkan di atas. Maka dapatlah aku berteman dengan sebahagian beliau-beliau itu. Pertemanan yang berdasar pada keinginanku untuk menyerap aura kepenulisan mereka. Belajar dari tempat tersembunyi, memata-matai kata-kata mereka lewat status di facebook sambil memerhatikan segala kegiatan mereka. Hingga suatu hari aku berkenalan dengan FAM Indonesia lewat sebuah pesan dinding dari Bang Muhammad Subhan, penulis yang Novel terbarunya sudah lama aku beli, koleksi dan baca.

FAM indonesia ternyata membuka peluang bagiku untuk membangkitkan keinginan nan membisu dalam di sanubari. Keinginan jadi penulis tadi. Keinginan untuk menghasilkan karya tulis. Aku diperkenalkan metode penerbitan gaya baru bernama Self Publishing yang berarti melayani penerbitan dan pemasaran menggunakan sumber daya diri sendiri. Metode yang mendobrak kemapanan penerbitan konvensional yang eksklusif dan hampir tidak terjamah kecuali Anda bernasib baik tentu saja.

Self Publishing ini sangat membantu orang-orang sepertiku. Orang-orang yang berkeinginan menjadi penulis buku namun minim modal (dan tak ada yang mau memodali). Maka dengan lecutan semangat secara personal oleh Tim FAM Indonesia yang dimotori Aliya Nurlela dan Muhammad Subhan, pada 1 Desember 2012 aku meluncurkan sebuah buku yang mengumpulkan semua puisi yang kutulis antara kurun waktu 1998 - 2012. Hanya 5 (lima) bulan saja sejak bergabung dengan FAM Indonesia dan aku tiba-tiba sudah memiliki buku yang kutulis dengan tanganku sendiri dan kuterbitkan sendiri dengan fasilitasi FAM Publishing. Bukan itu hebat? Bukankah itu mimpi yang tiba-tiba hadir dalam kenyataan pada saat engkau baru akan terbangun?

Jadi, karena hal di atas pada saat ini aku hanya ingin menulis, menulis, menulis dan menerbitkan karyaku. Sebab sudah banyak waktu yang terbuang dan tersita percuma. Bukankah pada suatu hari Aliya Nurlela pernah melecutku dengan kalimat, “Terbitkan buku Anda minimal satu untuk seumur hidup”. Nah, selagi kita hidup dan bisa menulis kenapa tidak setiap tahun dari tahun-tahun yang tersisa sepanjang hidup kita digunakan untuk menerbitkan buku sendiri?

Ya, kenapa tidak?

DENNI MEILIZON
FAM906U-PADANG

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...