Skip to main content

Ulasan Artikel “Mindset dan Pola Pikir” Karya David Hukom (FAM Kalimantan)

Benar sekali opini yang dikemukakan oleh sahabat FAM tercinta, David Hukom, bahwa kebahagiaan atau kesedihan, cobaan atau berkah, musibah atau hidayah, semua itu tergantung dari pola pikir, maqam fiqriyah, sudut pandang, cara pandang, dan juga dimensi atau sisi mana kita menanggapinya, memahaminya, mempelajari, dan memaknainya.

Hikmah yang dikemukakan pun amat tepat dan mengena. Memang kita seringkali mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungan di mana kita berada atau bertempat tinggal. Padahal, manusia juga telah diberi karunia oleh Allah untuk mewarnai dan mengubah lingkungan ini menjadi lebih baik, lebih bermakna, lebih bernuansa, lebih mengandung hikmah, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Namun ini semua tergantung kepada manusia itu sendiri, apakah ia mau dan mampu ataukah ia enggan dan tak peduli.

Apabila kita kembali kepada Alquran, maka banyak sekali ayat yang berbicara tentang mindset, persangkaan, purbasangka, prasangka, praduga, dan istilah lain yang bersinonim. Marilah kita perhatikan dan renungkan ayat-ayat berikut ini:

... kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. (QS. Al Ahzab 33:10)

Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Fushshilat 41:23)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (QS. Al Hujuraat 49:12)

Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka. (QS. An Najm 53:23)

Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.(QS. An Najm 53:28)

Jelaslah bahwa kecenderungan manusia adalah berprasangka buruk dan mengikuti hawa nafsunya. Jadi berhati-hatilah apabila kita hendak memutuskan, menilai sesuatu apabila kita tidak memiliki ilmu pengetahuan. Hendaklah kita tidak menuruti prasangka atau hawa nafsu kita saja.

Ayat-ayat Alquran di atas diulang-ulang adalah untuk memberikan penekanan dan penegasan kepada manusia, terutama sekali kepada orang beriman untuk memiliki paradigma, framework, atau kerangka berpikir yang jernih, yang berdasarkan atas hati nurani yang luhur dan bukan hanya mengikuti hawa nafsu atau prasangka belaka. Kalau manusia berpedoman kepada kebenaran dan hati nurani, maka selamatlah ia. Kalau manusia mengikuti hawa nafsu dan prasangka, maka celakalah ia.

Mindset dan pola pikir memang amat berperan di dalam membentuk manusia di dalam hidup dan kehidupannya. Bila seseorang ingin bahagia dan sukses, maka diperlukan langkah awal sederhana yang perlu segera dilakukan, yaitu: membentuk mindsetatau pola pikir yang baik, benar, terarah, dan berpedoman kepada kebenaran serta hati nurani yang luhur.

Dengan mindset dan pola pikir yang terbentuk dan terasah baik, maka kehidupan manusia tentunya akan menjadi baik dan diridhoi Allah SWT senantiasa.

Dari segi penulisan, artikel yang ditulis ini sudah cukup baik dan bermakna. Semoga semakin aktif berkarya.

Salam santun,

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT ARTIKEL PENULIS DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Mindset dan Pola Pikir
Oleh David Hukom

Ada yang menarik dari pola pikir atau mindset manusia, contohnya ketika ada serombongan peneliti yang tersesat di hutan belantara. Berhari-hari mereka tidak menemukan makanan sama sekali. Sampai suatu hari rombongan ini menemukan sebuah gubuk tua yang hampir roboh. Saat masuk, mereka menemukan satu piring penuh makanan dan minuman yang sangat cukup untuk dibagi ke semua anggota. Namun ternyata makan tersebut berjamur, karena takut keracunan maka makanan itu diberikan kepada hewan tunggangan mereka. Ketua rombongan dengan gembira menyatakan bahwa makanan itu boleh dimakan, karena tidak ada reaksi atau tanda-tanda keracunan pada hewan yang memakan makanan itu tadi. Rombongan itu pun melahapnya sampai benar-benar kuat untuk melanjutkan perjalanan dan beristirahat di gubuk tua itu.

Besok paginya, ketua rombongan sangat terkejut karena mendapati bahwa hewan yang kemarin diberi makan makanan berjamur itu ternyata telah mati dengan indikasi keracunan. Anggota rombongan yang lain setelah tahu hal tersebut langsung sakit perut, muntah-muntah, ada yang pingsan juga, ada yang pusing, bermacam-macam tanda keracunan tiba-tiba menyerang tubuh mereka pagi itu. Tapi karena ketua rombongan merasa dia yang paling bertanggung jawab, maka dia pun meneliti bangkai hewan yang mati tersebut. Ketua rombongan ini adalah seorang anggota tim forensik. Dengan gembira ia mengumumkan bahwa ternyata hewan tersebut mati bukan karena keracunan tetapi karena digigit ular. Mendengar berita tersebut para anggota yang tadinya sakit langsung sembuh dengan cepat.

Menurut saya pelajaran yang dapat kita ambil dicerita itu, bahwa kebahagiaan atau kesedihan, cobaan atau berkah, musibah atau hidayah. Semua itu tergantung dari pola pikir, maqam fiqriyah, sudut pandang, cara pandang, dan juga dimensi atau sisi mana kita menanggapinya, memahaminya, mempelajari, dan memaknainya. Kalau anda merasa hidup anda kurang beruntung ubahlah pola pikir anda, karena kita punya kedaulatan sebagai khalifah, kita adalah ahsani taqwim, kita lebih tinggi dari dunia, dan Tuhan telah menyetting kita untuk lebih besar daripada kehidupan bahkan kematian.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...