Skip to main content

Dear, Aku Ingin Menjelajah Kemegahan Himalaya

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera. . .

Dear FAM semua di mana pun berada…

FAMili, semoga suratku ini menjumpai kalian semua dalam keadaan sehat, dan selalu berada dalam lindungan yang Maha Esa.

Dear, malam ini begitu dingin sekali, di bawah rintikan hujan yang membasahi Kota Pekanbaru. Sejenak aku melamun dalam ingatan dan angan-angan. Segenap harapanku berlabuh dan terbang mengitari sebuah benua yang sangat menakjubkan, yaitu Negara Nepal.

Hmm… kaki ini begitu gatal dan jantung ini berdetak kencang, seakan memicu keinginan dan mimpiku yang telah lama ingin kuwujudkan. Berbicara soal Nepal aduh, dear, tidak bosan-bosan aku memuji Negara yang satu ini. Negara yang beribu kota di Kathmandu. Kathmandu adalah pusat kehidupan terbesar bagi Nepal. Kota yang berdiri di ketinggian 1.400 mdpl ini menjadi sumber perekonomian dua kepercayaan, Hindu dan Budha. Konon banyak peninggalan karya Hindu dan Budha bercongkol di negara ini. Kebudayaan tidak hanya peninggalan dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan dua arah tersebut lekat di karakteristik warganya. Selain seni budayanya yang indah Nepal juga merupakan Negara yang menakjubkan, diapit alam Himalaya yang spektakuler membuat Negara ini menjadi salah satu gerbang wisata paling diburu oleh dunia.

Dear FAM yang baik, kalian semua pasti mengenal Himalaya, daratan tertinggi diuntaian cakrawala Asia. Negara ini juga bagaikan istana bagi para puncak dunia, seperti Chomolongma alias Everest dan Kanchengjunga. Kemegahannya sanggup membelah dua anak benua seperti India dan Tibet.

Subhanallah, Dear. Tahu tidak? Negara ini juga terbentang sepanjang alur lima negara seperti China, Pakistan, India, Bhutan dan Nepal. Dan juga merupakan ibu kota bagi Sungai Indus dan Gangga Brahmaputera. Kota yang menjadi pintu gerbang menuju Himalaya ini bagai magnet antik bagi kehadiran wisatawan dari mulai Hippies, trekker, bahkan expedisi-expedisi besar didunia, yang ingin menjelajah kemegahan Himalaya.

Dear FAM, akulah salah satu insan yang mempunyai mimpi ingin menjelajah kemegahan Himalaya ini. Menggapai puncak gunung Everest menancapkan bendera Merah Putih dan juga menancapkan bendera Mapala Suska di puncak tertinggi Himalaya. Dan menulis bait-bait puisi di puncaknya. Menulis cerita sepanjang perjananku menuju puncak yang sangat indah itu, menginjak salju yang tebal menulis nama di dinding-dinding pencakar langit. Dan bermalam di bawah pesona alam yang beratapkan dunia.

Dear FAM, saat ini seakan imajinasiku telah melayang berjalan di antara tumpukan salju dan bongkahan es yang pastinya saat dingin. Tubuhku yang dibalut jaket The North Face dan serba lengkap dengan perlengkapan pendakian. Tidak sabar hati ini ingin mencapai puncaknya bermalam di sana berselimut tebal dan dibungkus sleeping bag 15 derajat celcius. Ohh… sungguh menyenangkan dan kenangan yang tidak akan pernah kulupakan. Melihat saat matahari terbenam sampai matahari terbit kembali, ditemani dengan secangkir teh hangat ala Indonesia punya dan aliran musik reggae yang akan menggoyang semangat ku.

Bagiku mendaki gunung adalah hal yang menyenangkan dan menata kepribadian kita, di samping olahraga yang mengandalkan adrenalin juga merupakan salah satu wadah dan dakwah pendekatan kepada yang Maha Pencipta. Kenapa begitu? Pasti dear FAM semua juga tahu jawabanya, saat di puncak sana pasti kita akan melihat keindahan yang menakjubkan apalagi puncak dengan ketinggian 8.850 m, di ketinggian 2.879 m saja kita sudah merasa kecil dan sadar kita hanya insan yang kecil masih ada yang lebih besar dan perkasa dari kita, dan kita akan menyadari keangkuhan kita itu tidak akan sebanding dengan yang maha kuasa.

Dear FAM, jika kelak aku menjadi penulis terkenal dan bisa menoreh kenangan di negara ini, aku ingin menulis tentang kemegahan negara ini terutama kegagahan puncak Everest yang akan aku tuangkan dalam karya-karyaku bersama sahabat FAM semua. Mungkin saja aku akan membuat sebuah Novel yang berjudul “Pendakian ku dipuncak Everest” he-he.

Hmm… dear….tidak terasa malam semakin larut, mungkin sudah waktunya aku mengakhiri surat ini, semoga di dalam mimpi malam kita semua nanti bisa bersama-sama mendaki dan mencapai puncak Everest. Aamiin ya rabbal’alamin. Dan satu lagi… semoga mimpi ini menjadi kenyataan yang aku tunggu di ruang penantian ku… bye dear semua.

Salam santun, salam karya…

AINI
Pekanbaru (Riau)
ainie.capung@gmail.com

Gambar: Sebuah perkampungan di Nepal dengan latar Pegunungan Himalaya

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...