Skip to main content

Keberhasilan Suatu Negara Berawal dari Sebuah Komitmen

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Untukmu, sahabat pena di seberang pulau, FAM Indonesia.

Teriring doa di antara surat sederhana, mengukir senyum bahagia kala hasratku mampu kembali tuk datang menyapa, semoga kabarmu baik di sana. Beribu syukur terus mengalir kepada sang pemilik jagat alam raya. Dengan segala kebesarannya, FAM dapat mengusung tema yang pastinya terinspirasi dari bumi Allah tercinta yang kita pijak bersama. Yah, semua yang ada di alam raya ini adalah milikNya, dan semua menjadi sebuah tanggung jawab bagi para penghuninya untuk tetap menjaganya dengan baik dan bijaksana.

Menyimak tentang tema “Di Negara Itu Mimpi Saya Akan Berlabuh”, pikiran saya terus berimajinasi. Memandang segala keindahan yang ada di setiap negara, perlahan-lahan saya coba memilih, negara mana yang akan saya pijakkan kaki dan mengukir sebuah mimpi yang akan dilabuhkan dalam dermaga tak bertepi. Saya tidak beretorika, hanya saja itu yang bisa saya gambarkan tentang kemegahan alam raya di setiap negara yang tentunya memiliki keistimewaan dan ciri khasnya masing-masing. Khayalku terus menderu ke semua penjuru Negara, namun kembali sebuah Negara itu yang datang dalam benakku, apa mungkin di Negara itu mimpi saya akan berlabuh? Memang, menurut saya negara itu memiliki sumber alam termakmur, dihuni dengan manusia yang penuh sopan santun, bahkan beberapa wisatawan mengatakan pribumi di negara itu sangat ramah dan murah senyum. Yang membuat saya tertarik adalah, terbelahnya negara itu dalam beberapa pulau yang indah dan menarik perhatian wisatawan lokal, dunia dan tentunya pandangan saya. Saya tahu FAM, pasti kamu sudah dapat menebak negara mana itu?

Yah, negara Indonesia tercinta. Bangga rasanya saya terlahir di hamparan kemegahannya. Di sebuah desa yang indah, dalam tatanan karya Allah SWT yang tak ada tandingannya. Entahlah, saya percaya masih banyak desa-desa dan kota yang masih tersimpan dalam lambung Indonesia, yang belum terjamah oleh saya dan belum saya ketahui di bagian sebelah mana. Namun sedih rasanya, ketika beberapa orang yang bahkan penghuni negara ini sendiri selalu menghina dan menjatuhkan martabat Negara. Membandingkan dengan keistimewaan Negara lainnya, mengolok-olok kemampuan sesama warga Negara, dan miris rasanya saat sesama pelajar saling bergontok-gontokan karena hal yang tidak seharusnya diributkan. Saya percaya, negara ini akan sebanding dan bahkan lebih baik dari negara-negara maju lainnya, tetapi saya mengutip dari seorang dosen bahwa “Keberhasilan suatu Negara berawal dari sebuah komitmen ” yang dapat saya simpulkan, bahwa sebenarnya negara impian saya ini sudah sangat berkembang, hanya saja beberapa segelintir orang salah membuat komitmen, yang justru hanya dapat memperkaya dan memakmurkan diri sendiri tanpa memperdulikan kawan-kawan yang terlatar di sudut trotoar jalanan.

FAM yang santun,mungkin sudah saatnya Negara ini berbenah. Dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi rakyatnya sadar akan hukum. Memang sulit untuk segera merubah semua hal buruk yang terlanjur terpatri dipunuk Negara yang berlambangkan garuda ini. Saya ingin sekali merubah paradigma buruk yang telah ada dalam benak warganya. Namun sudah barang tentu saya tidak dapat melakukan iu semua tanpa bantuan Kamu FAM,dan semua warga seantero nusantara. Saatnya melukis senyum di kerut Ibu pertiwi. Cukup mulai semua dari diri masing-masing,dan semoga Negara ini benar-benar menjadi Negara yang mampu membuat warga Negara lain untuk berlomba-lomba dan berlabuh disini,di Negara impianku,Negara yang bagiku adalah negara bersejarah,yakni Negara Indonesia. Para pejuang dahulu benar-benar selalu ingin menggaungkan kata “MERDEKA”,tetapi setelah tercetuskan kata itu apa pantas untuk kita berleha-leha? Tentu tidak,justru anak cucunya harus melanjutkan perjuangan mereka dengan menjaga nama baik dan mengharumkan Negara Indonesia. Mari bersama membuat keringat para pejuang menjadi berarti dan membuat para patriot kita bangga.

Mimpi saya tidak muluk-muluk untuk semua itu, saya hanya ingin melabuhkan semua impian saya di negara sendiri. Dalam sepengetahuan saya, ada sebuah hadis yang berkata bahwa jika kalian ingin membantu sesama, bantulah orang terdekat terlebih dahulu. Dan mimpi saya untuk membuat buku dan berbagi pengetahuan di negara ini, ingin sekali semua itu terwujud. Menjelajahi kota ternama, mempelajari peninggalan bersejarah dan semua keistimewaan yang tidak dimiliki oleh negara lainnya. Negara yang bersedia menerimaku untuk dilahirkan, negara yang sebenarnya sangat kaya raya (buktinya para penjajah banyak yang berlomba ingin menjarahi kekayaan sumber daya alamnya). Dan negara yang saya yakin pasti akan kembali berjaya. Sudah saatnya hapuskan egoisme, sudah waktunya untuk berbenah, meninggalkan segala macam gengsi, sudah zamannya untuk saling gotong royong dan saling peduli sesama, bersandar dalam fatwa “Bhineka Tunggal Ika”. Bukan lagi untuk saling mencela, bukan lagi untuk saling menghina, dan bukan lagi untuk saling menjatuhkan dalam caci makian. Negara Indonesia adalah sekaligus negara yang saya impikan untuk menjadi sebuah negara yang dapat menjunjung kebudayaan dan sastra bahasa yang indah dimilikinya. Keinginanku untuk fasih menguasai semua macam bahasa yang ada, kini masih sebulir impian belaka, tetapi impian bukanlah mimpi, karena saya percaya semua akan tercapai selama ada kesungguhan dan niat dalam setiap jiwa yang terus saya gadangkan untuk dapat berlabuh di setiap dermaga Indonesia, dalam semua bagian kota yang belum sempat saya jejakkan kaki di seluruh Nusantara. Dan barang tentu makanan khas setiap daerah adalah sedikit dari banyaknya tujuan yang ingin aku labuhkan.

FAM sahabat karibku, ingin saya menjemput asa untuk berjumpa denganmu. Di seberang pulau sana, semoga Allah dapat mengizinkan saya untuk menari dan melepaskan tawa riang bersama. Bersama semua FAMili yang ada. Mencipta karya dengan goresan pena. Berbagi rasa dalam beberapa daerah, bercengkrama untuk saling tukar cerita. Dalam naungan senja, berselimut pekat angin terasa, semoga segala macam doa dapat terwujud dalam waktu yang indah. “Karena sebuah kebersamaan akan terasa ketika aku dan kamu menjadi kita.” Aamiin.

Salam santun, salam karya.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

ADE UBAIDIL
IDFAM 1198M,Cilegon-Banten
(adeubaidil@yahoo.co.id)

Gambar: Monas, Jakarta, sumber Google.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...