Skip to main content

Negeri Itu Kering dan Gersang, Tapi Didatangi Jutaan Orang

Tegal, Januari 2013
Kepada FAM Indonesia
di tempat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Apa kabar FAM? Senang sekali bisa menulis surat untukmu lagi. Ini adalah surat ketiga yang kukirimkan untukmu, FAM. Kalimat yang kubaca dari surat yang dikirimkan FAMili untukmu sangat indah kurasakan. Sebuah impian, angan dan harapan telah tertanam dari tulisan yang telah di rangkai.

Kali ini izinkan aku untuk memberikan goresan kata untuk bisa kau baca. Empat tahun yang lalu hidayah itu datang padaku. Di mana sebelumnya aku mengalami kesulitan bernapas terutama saat tidur. Satu bulan lamanya sakit itu tak kunjung menghilang dari tubuhku. Dua dokter pun telah memberikan obat andalannya untuk mengusir penyakitku ini. Saat itu, aku sudah pasrah. Ya, pasrah untuk selalu sulit bernapas. Setiap akan tidur, aku harus menumpuk bantal supaya tinggi. Itu pun tak begitu melancarkan pernapasanku.

Sampai akhirnya, pada suatu malam mimpi itu datang menghampiriku. Mimpi tentang orang-orang yang telah meninggal berjajar begitu banyak. Betapa terkejutnya ketika kutemukan tubuhku di sana. Subhanallah. Aku terbangun dan mengucapkan istighfar. Aku tak bisa memejamkan mata lagi. Aku takut mimpi itu akan menjadi nyata. Sementara aku, apa yang sudah kuperbuat apabila itu sampai terjadi? Sudah siapkah aku? Di saat semua obat dari dokter sudah habis, sakitku masih tetap ada di tubuhku. Aku mulai merenung dan berpikir. Sampai suatu hari, aku mengucapkan nazar pada diriku sendiri. Seandainya aku sembuh, aku akan menutup auratku.

Alhamdulilah, tanpa minum obat lagi dari dokter, akhirnya aku bisa sembuh dan bernapas dengan lega. Karena kebesaran Allah, aku masih bisa membuka mata sampai sekarang. Dan pada awal tahun 2009, busana itu telah menutup rambutku hingga kini.

FAM yang kucintai, kejadian itu telah menumbuhkan jiwaku untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sejak saat itu ada sebuah keinginan yang terpatri di dalam hati. Sebuah kisah yang telah diceritakan oleh bapak dan ibu ketika mereka menunaikan ibadah haji beberapa tahun yang lalu. Ya, Negeri itulah yang ingin kudatangi. Negeri yang terkenal dengan binatang onta dan buah kurmanya. Negeri yang terkenal dengan tanah kering dan gersang itu yang ingin kuhampiri. Meskipun begitu, jutaan manusia selalu ingin datang ke tempat itu. Berjuta-juta umat Islam datang untuk menjadi tamu Allah. Tempat itu tak lain dan tak bukan adalah Arab Saudi.

FAM sahabatku, ibu pernah menceritakan padaku betapa sulitnya untuk mencium Hajar Aswad di tengah penuh sesaknya orang. Beliau harus bersusah payah untuk berjalan dengan pijakan yang sangat kecil. Suatu hal yang mustahil dilakukan secara akal sehat manusia bisa bergerak tanpa satu pun benda yang bisa dijadikan sebagai pegangan kokoh. Namun hal itu sangat mungkin karena kuasa Allah.

FAM tempat curahan hatiku, Kota Mekah dan Madinah adalah kota yang selalu dikunjungi saat menunaikan ibadah haji. Rasa ingin tahu tentang Ka'bah, Masjid Nabawi, Masjidil Haram, Jabal Uhud dan tempat suci lainnya begitu besar membayangiku. Terlebih Ka'bah yang merupakan tempat ibadah pertama yang di ridhai Allah. Dan Hajar Aswad? Ingin sekali aku menyentuhnya suatu saat nanti. Benar, FAM. Di Negeri itu mimpiku akan berlabuh guna menjalankan Rukun Islam yang kelima. Ya, bukankah itu wajib bagi yang mampu? Insya Allah, FAM. Berikan serangkai doa untukku agar aku bisa mewujudkannya. Aku masih bisa bernapas, masih diberi kesehatan dan yang tak kalah menyenangkan adalah aku masih bisa berkarya, semua itu adalah anugerah bagiku.

FAM temanku, sampai di sini kutuliskan kata demi kata untukmu. Semua orang pasti mempunyai mimpi dan harapan yang beragam. Apapun mimpi itu, semoga selalu memberi berkah dalam kehidupan. Apapun mimpi itu, semoga akan selalu beriringan dengan doa. FAMili, mari kita raih mimpi dengan semangat dan kerja keras.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Salam karya,
LAURA
FAM890U-Tegal
lcrismadhani@yahoo.co.id

Gambar: Kakbah, bangunan suci umat Islam di Masjidil Haram, Mekah.

 

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...