Skip to main content

Saya Sangat Beruntung Mengenal FAM Indonesia

Admin mendapat kiriman surat di inbox facebook dari FAMili Sidoarjo yang beberapa waktu lalu resmi menjadi anggota FAM Indonesia. Tak ada salahnya Admin posting di sini untuk pelengkap bacaan sore hari Anda semua. Selamat membaca!
Bismillahirahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh.

Teman-teman FAM yang hatinya penuh dengan kedamaian, perkenalkan saya anggota baru FAM Indonesia dari Sidoarjo. Nama saya Hanum Anggraini Azkawati, biasa memakai nama pena “hiyanumz”. Ini nama awal saya dulu memakai friendster waktu kelas 3 SMP, teman-teman saya sudah terbiasa memanggil dengan nama ini meskipun awalnya sekedar iseng. Dan ketika saya tahu penulis itu biasanya punya nama pena, saya pun tak pikir panjang, langsung mengambil nama itu. Hiya yang berarti dalam bahasa arab ‘dia’ (perempuan) dan Num (haNUM) Z (aZkawati). Sederhana bukan?

Teman-teman FAM yang baik, saya adalah pecinta baca dan menulis sejak bersekolah di taman kanak-kanak. Ketika kelas 2 SD saya mulai menulis diary, tetapi diary-diary saya akhirnya saya bakar ketika saya kelas 5 SD, karena ternyata diary-diary yang tersimpan itu dibaca oleh ayah dan adik saya. Saya sungguh malu. Tetapi saya mulai menulis diary lagi ketika kelas 1 SMP, sampai sekarang diary-diary itu masih saya simpan. Bertumpuk rapi dalam lemari. Oh iya, dulu ketika SD saya juga berjualan cerpen, dongeng dan komik yang saya buat sendiri ke teman sebaya saya, saya jual seharga Rp500,- cukup banyak yang suka. Tapi akhirnya saya bagikan cuma-cuma karena kasihan ketika ada teman-teman yang ingin membeli tapi tidak punya uang saku. Saya adalah anak pertama dari empat bersaudara yang berasal dari keluarga sederhana.

Karya tulis saya tidak pernah dipublikasikan di media manapun. Karena memang saya tidak mencoba mengirimkannya dengan serius. Saya hanya suka posting di blog atau sekadar menulis dalam buku tulis saya. Pernah suatu hari guru SMA saya memasukkan cerpen dari kisah pribadi saya yang berjudul ‘Tenggelamnya Sekolahku’ di majalah Pena. Waktu itu guru-guru langsung heboh, mungkin karena terkejut, ternyata saya yang pendiam dan tidak menonjol ini, sedikit punya bakat menulis.

Tahukah teman? Meskipun saya mencintai dunia baca dan tulis menulis, tetapi saya sedikit minder ketika baru-baru ini melihat karya-karya teman-teman penulis, apalagi ketika bergabung di FAM Indonesia. Tulisan-tulisan kalian sungguh mengagumkan, dengan diksi dan majas yang tak kalah hebat dengan penulis-penulis terkenal lainnya. Untuk itu, saya merasa beruntung mengenal FAM.

Oh iya, saya mengenal komunitas tulis menulis di dunia maya ini dari teman facebook saya, yang juga anggota FAM, namanya Ken Hanggara. Saya juga tidak tahu, awal mula berteman di facebook bagaimana, dan bagaimana awalnya saya bisa tahu dia seorang penulis. Yang jelas, saya sangat suka dengan postingan status-status facebooknya yang awalnya hanya singgah di beranda saya. Sejak itu, saya menjadi sering membuka wall facebooknya. Orangnya ramah, dan memiliki banyak teman.

Penulis yang paling saya idolakan adalah Buya Hamka, kemudian Dr. Aidh Al Qarni. Motto hidup saya “kejarlah akhirat maka dunia mengikuti”.

Mungkin itu saja cukup, saya takut tulisan saya melebihi batas maksimal. Yang jelas, saya senang bergabung di FAM Indonesia, semoga bisa lebih mengasah kemampuan menulis saya, dan seperti kata Mbak Aliya, sebagai salah satu sarana dakwah.

Terima kasih. Salam persahabatan. Wassalamualaikum.

Hiyanumz
IDFAM1285U
Sidoarjo, Jawa Timur

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...