Skip to main content

Tuliskan, atau Tidak Sama Sekali!

Trenggalek, 23 Januari 2013

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah mengizinkan tangan ini untuk menggerakkan pena dan menyusun rangkaian kata.

Shalawat salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW, pembawa risalah Islam, yang telah mengantarkan kita pada peradaban yang cemerlang.

FAM, saat aku membaca surat yang kau sodorkan, seketika itu juga anganku melayang menyusuri setiap jengkal Andalusia. Dan aku ingin segera menuliskannya untukmu. Tapi saat kucoba tuliskan, degup jantungku berdetak lebih kencang. Membuat jari-jariku gemetar saat memulainya. Hingga aku urung untuk menuliskan.

Selang beberapa waktu kemudian, aku mencobanya kembali. Tapi hal sama pun terjadi. Aku terhenti, dan sempat menuliskannya di dinding FB-mu.

Hingga pagi ini, saat aku terbangun dari tidurku, suara hatiku spontan memberi instruksi. “Tuliskan, atau tidak sama sekali.” Segera kuraih selembar kertas dan pena, menuliskannya secepat mungkin.

Penaku menari dengan begitu lincahnya. Terbayang sosok Santiago yang memulai perjalanan panjangnya demi mengejar mimpi yang berulang. Mungkinkah tema yang kau sodorkan kali ini adalah sebuah pertanda juga? Ah… entahlah FAM, tapi yang aku tahu aku harus menaggapi pertanda itu.

FAM, saat kau kabarkan ada tawaran kerja sama mendatangimu dari berbagai penjuru dunia, aku turut berbangga. Aku semakin yakin, bersamamu aku sandarkan mimpi dan harapku. Kau yang selalu mengajakku untuk menari, ikuti irama mimpi. Mengajakku bersenang-senang, menikmati indahnya sebuah proses panjang. Ya, aku mengikuti setiap proses yang kau berikan. Hingga kau mampu menyibak rasaku yang sesungguhnya. Kau membuatku memiliki banyak peluang. Bersamamu, aku menjadi banyak tahu tentang hal-hal yang mampu aku lakukan. Surat ini adalah bukti. Lihat FAM, aku bisa menuliskan suratku untukmu lagi.

Andalusia, “Di Negara itu Mimpi Saya Berlabuh”. Ya… Andalusia adalah mimpiku. Sebuah Negara adidaya pada masanya. Tak heran, jika banyak dari penulis barat yang menyebutnya sebagai permata dunia. Di bawah naungan Islam, Andalusia menjadi kiblat peradaban budaya Eropa, bahkan dunia. Di sanalah mercusuar ilmu pengetahuan. Ibnu Rusyd, Qodhi Iyadh, Ibnu Khaldun, Imam Asy-syathibi, Sahnun dan masih banyak lagi deretan ilmuan dan ulama lainnya.

Tapi kini, kota itu telah tenggelam. Meski sisa-sisa kejayaan itu masih nyata dan ada. Madinat al Zahra, Mezquita di Cordoba, Istana Alhambra di Granada, dan Torre del Oro di Sevilla. Meski demikian, ada satu hal yang istimewa. Kejayaan Andalusia yang melegenda. Siapapun mereka, pasti mengakui bahwa Andalusia adalah saksi atas kejayaan Islam yang pernah ada di daratan Eropa. Dan akupun ingin menyaksikan keindahannya dengan mata kepalaku sendiri. Menikmati tiap hembusan kesejukan udaranya, duduk di hamparan padang Andalusia, sambil menikmati secangkir susu coklat hangat. Kemudian, aku akan menuliskan karyaku untuk yang kesekian kalinya di tanah Andalusia. Kyay…! aku jadi histeris sendiri.

FAM, aku ingin dikenang lebih lama seperti Andalusia. Meski jasadku tak lagi ada. Terlebih lagi, alangkah bahagiannya hati ini, saat bisa membangun karya secantik Cordoba. Dan untuk menuju ke sana, pastinya ada banyak proses yang harus aku jalani. Harapku, teman FAMili yang ada di sini dapat menjadi pemacu langkahku. Meraih tanganku, sekaligus membantuku untuk berdiri jika suatu saat aku harus terjatuh. Aku telah memulai mimpi ini, dan aku tak akan terhenti hingga mimpi itu menjadi nyata. Atau sampai waktu yang memberiku keputusan tanpa pilihan.

Aku masih teringat saat karya pertamaku lahir bersama FAMili, aku menganggap itu adalah kemujuran pemula. Dan seiring berjalannya waktu, kemujuran pemula itu semakin menipis. Hanya mereka yang memiliki kemauan dan mau berusaha dengan segenap upaya, yang akan mampu bertahan. Senantiasa belajar, menerima masukan dan memperbaiki kesalahan.

FAM, satu kata untukmu "Jazakallah". Kau telah membuatku berani bermimpi dan menyulam harapan. Dengan mimpi, aku akan terus bersinergi. Bersama harapan, aku lalui tiap jengkal kehidupan. Semoga ada banyak malaikat yang menyaksikan tarian penaku pagi ini. Menyusun kata demi kata, mengucap bait-bait doa, hingga apa yang kutuliskan menjadi kenyataan.

Surat ini akan kulipat dan kusimpan. Hingga suatu saat nanti, akan kubuka kembali. Dan hari itu, aku akan tahu apakah mimpiku telah termaktub dalam catatan takdir hidupku.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

ANDALUSIA CORDOBA
FAM868U, Trenggalek.
andalusianacordoba@yahoo.com

Gambar: Sesudut Andalusia di masa jayanya. Sumber Google.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...