Skip to main content

Profil Anggota FAM Indonesia: Ade Ubaidil (FAMili Banten)

Nama lengkapnya Ubaidil Fithri. Ia memiliki nama pena Ade Ubaidil. Nama Ade itu sendiri dia peroleh dari orangtua dan keluarganya, karena sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara. Mahasiswa yang sudah mengantongi ID keanggotaan di Forum Aktif Menulis FAM1198M ini, lahir di Serang, tanggal 02 April 1993. Lulus sebagai siswa 10 terbaik dari MA Al-Jauharotunnaqiyyah Cibeber, Cilegon. Saat ini sedang melanjutkan sekolahnya di sebuah Perguruan Tinggi di Universitas Serang Raya (UNSERA) daerah Banten. Ade tinggal bersama keluarga tercintanya di Jl. KH.Mabruk No.19 RT.07/RW.01 Cibeber, Cilegon.

Ade Ubaidil memiliki hobi menulis dan mendengarkan musik. Dia lebih senang membaca buku tentang motivasi dan semangat. Mulai senang mengarang saat masih kelas 3 SD dan mencoba menekuninya di kelas 6 SD. Karena pelajaran Bahasa Indonesia adalah salah satu pelajaran favoritnya.

Sejak kelas 1 sampai kelas 3 SD ia selalu mendapatkan peringkat/rangking 3 dan 4 begitu terus kejar-kejaran dengan sahabat karibnya. Tetapi di kelas 4 dan 5 SD terjadi penurunan peringkat jauh, menjadi peringkat 5 dan 7, cukup drastis. Mungkin karena saat itu ia  kurang bisa membagi waktu bermain dengan belajarnya. Di saat kelas 6 SD, Ade mengaku memperbaiki prestasinya lagi hingga mendapatkan peringkat 3 seperti saat kelas 3 SD dulu. Usahanya tidak sia-sia, karena sebelum UAN dia benar-benar harus memperbaiki penurunan peringkat itu.

Ade lebih memilih ke MTs Al-Jauharotunnaqyyah yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Di kelas VII dan VIII dia mencoba menulis sebuah novel—yang pernah di ceritakan dalam surat untuk FAM—sampai sekarang belum ia ketik ulang dan belum pernah selesai jalan ceritanya. Padahal ia pernah bercita-cita akan membukukannya sebelum lulus SMA. Namun semua harapannya itu pupus.

Ade juga pernah mencoba mengikutsertakan cerpen hasil buatannya pada suatu ajang yang diadakan oleh sebuah universitas yang diikuti siswa SMA dan mahasiswa, tapi belum berkesempatan menang. Ia sempat berpikir mungkin menulis bukanlah bakatnya. Dia sempat berhenti menulis saat itu di kelas XI MA. Apalagi mulai disibukkan kegiatan OSIS di sekolahnya. Ade ditunjuk sebagai ketua kesenian. Sejak itu ia mulai berani menghidupkan mading yang sudah lama tidak aktif disekolahnya. Ia bersama teman-temannya membuat  lomba cipta puisi, cerpen dan berbagai macam tulisan  untuk mengisi mading itu terlebih yang bernilai islami.

Ade menjadi salah satu jurinya bersama pembina OSIS tersebut. “Hadiah sih tak seberapa, tetapi tujuanku agar semua siswa dan teman-temanku merasa terpacu untuk terus berkarya,” ujarnya.

Pada tahun 2011-2012 dia lulus dari SMA (MA) mendapatkan predikat 10 Besar siswa terbaik dan berprestasi. Dia mendapatkan peringkat ke-8 besar.

Sekarang beberapa puisi sering ia tulis dan diposting di akun Facebooknya. Untuk cerpen mulai ia kembangkan lagi saat menemukan wadah kepenulisan di sana, salah satunya yaitu Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. “Senang rasanya menjadi FAMili. Syukron katsiron,” ujarnya bahagia.

Pemuda ini menggemari seorang penyanyi serta menganggap sebagai penulis lirik terbaik yaitu sang legenda hidup “Iwan Fals”. Ade pernah mendengar ada yang berkata bahwa “yang menciptakan lagu seperti Iwan Fals itu banyak yang bisa, tetapi yang membuat lirik sebagus dia sepertinya tidak ada.” Dia mengiyakan pernyataan itu. Karena lagu-lagunya Iwan Fals ia menjadi senang merangkai kata, serta mulai menggeluti dunia literasi lagi. Kekagumannya  pada Iwan Fals membuatnya senang membuat beberapa lirik lagu. Sudah banyak lagu yang diciptakannya.  Ia  berharap suatu hari nanti bisa benar-benar dinyanyikan dan menjadi sebuah album.

[www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...