Allhamdulillah, Buku Kumpulan Cerpen “Flamboyan Senja (FS)”sudah sampai di tangan Puji dengan baik Bunda, dan sampai pula di alamat yang tepat.
Rintik-rintik hujan, bus yang melaju dengan cepat, dan rasa yang ingin terus membaca akhirnya terlampiaskan juga dengan selesainya pada bait terakhir dari buku FS ini. Cerita yang disuguhkan dalam buku FS ini sangat menarik hati, kadang ikut tegang membacanya, kadang mendayu-dayu juga, sungguh alur yang turun naik turun Bunda, he-he.
Dalam buku FS, cerita yang paling Puji suka ada dua Bunda, yaitu yang berjudul ‘Geu Saram’ dan ‘Kelopak Flamboyan itu Bertasbih’.
Sungguh Puji sangat penasaran dengan alur cerita yang Bunda suguhkan dalam cerita “Geu Saram”, siapakah sosok Zahda Amir yang sesungguhnya itu, Bunda? Dia adalah seorang penulis seperti yang Bunda ceritakan, namun bagaimana dia tahu kalau pada waktu itu ada ‘seorang gadis’ yang sedang diculik, gadis yang sangat ingin bertemu dengannya dan tiba-tiba dia datang menolongnya? Si gadis pun bingung dan tidak percaya bahwa orang yang ingin ditemuinya bisa menolongnya (asli Puji bacanya benar-benar berdecak kagum), apakah itu benar-benar kisah nyata Bunda? Kalau iya, sungguh Tuhan Maha Menentukan Takdir, keren Bunda. Dan yang membuat Puji penasaran adalah bagaimana kronologi si Zahda Amir itu bisa mengetahui bahwa ada seorang gadis yang sedang diculik? (benar-benar penasaran, hehe).
Dan selebihnya untuk keseluruhan cerita sangat menarik, seperti “Kelopak Flamboyan Itu Bertasbih”, membaca ceritanya dapat memberikan pencerahan jiwa. Sangat inspiratif dan menenangkan.
Nah, bagi teman-teman yang belum membacanya ayo segera pesan ya… jangan lewatkan buku karya Bunda kita yang satu ini. Terima kasih.
Salam santun, salam karya.
PUJI DANDELION
FAM1055M – Cilegon
Foto: Puji Dandelion, pembaca Buku “Flamboyan Senja”, juga anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, domisili di Cilegon
Rintik-rintik hujan, bus yang melaju dengan cepat, dan rasa yang ingin terus membaca akhirnya terlampiaskan juga dengan selesainya pada bait terakhir dari buku FS ini. Cerita yang disuguhkan dalam buku FS ini sangat menarik hati, kadang ikut tegang membacanya, kadang mendayu-dayu juga, sungguh alur yang turun naik turun Bunda, he-he.
Dalam buku FS, cerita yang paling Puji suka ada dua Bunda, yaitu yang berjudul ‘Geu Saram’ dan ‘Kelopak Flamboyan itu Bertasbih’.
Sungguh Puji sangat penasaran dengan alur cerita yang Bunda suguhkan dalam cerita “Geu Saram”, siapakah sosok Zahda Amir yang sesungguhnya itu, Bunda? Dia adalah seorang penulis seperti yang Bunda ceritakan, namun bagaimana dia tahu kalau pada waktu itu ada ‘seorang gadis’ yang sedang diculik, gadis yang sangat ingin bertemu dengannya dan tiba-tiba dia datang menolongnya? Si gadis pun bingung dan tidak percaya bahwa orang yang ingin ditemuinya bisa menolongnya (asli Puji bacanya benar-benar berdecak kagum), apakah itu benar-benar kisah nyata Bunda? Kalau iya, sungguh Tuhan Maha Menentukan Takdir, keren Bunda. Dan yang membuat Puji penasaran adalah bagaimana kronologi si Zahda Amir itu bisa mengetahui bahwa ada seorang gadis yang sedang diculik? (benar-benar penasaran, hehe).
Dan selebihnya untuk keseluruhan cerita sangat menarik, seperti “Kelopak Flamboyan Itu Bertasbih”, membaca ceritanya dapat memberikan pencerahan jiwa. Sangat inspiratif dan menenangkan.
Nah, bagi teman-teman yang belum membacanya ayo segera pesan ya… jangan lewatkan buku karya Bunda kita yang satu ini. Terima kasih.
Salam santun, salam karya.
PUJI DANDELION
FAM1055M – Cilegon
Foto: Puji Dandelion, pembaca Buku “Flamboyan Senja”, juga anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, domisili di Cilegon

Comments
Post a Comment