Skip to main content

Di Inggris Mimpiku Ingin Berlabuh

Kuningan, 10 Januari 2013
Kepada Bahteraku FAM Indonesia
di Samudera Ilahi

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar FAM? Semoga kau selalu ada dalam naungan rahmatNya, sebagaimana pula kuharapkan untuk FAMili semua. Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan untuk kembali menyapamu lewat tulisan ini, kembali merajut mimpi kita bersama.

Kali ini, undanganmu membuat getaran lain di hatiku. "Di Negara itu, Mimpi Saya akan Berlabuh." Sungguh sederet kata yang menggugah perasaan, mengaduk emosi, mengusik imajinasi yang langsung melambung tinggi.

Lahir dari keluarga biasa, tinggal di desa dengan kondisi ekonomi yang seadanya, membuat diri ini terkurung secara fisik. Nyaris tak bisa bepergian jauh dari rumah, apalagi sampai melanglang buana. Aku hanya tahu dunia lewat buku-buku yang aku baca. Membayangkan tempat-tempat yang dilukiskan dalam buku-buku itu tanpa punya harapan untuk bisa mendatanginya.

Namun berkat suntikan semangatmu dalam 'tantangan' kali ini, aku berani untuk mengungkapkan kemana mimpiku akan berlabuh. Mimpi itu melayang menuju satu negara ternama: Inggris.

Ada apa dengan The Great Britain, negeri yang tersohor dengan kerajaannya itu?

Semasa duduk di bangku SD hingga kuliah, aku akrab dengan buku-buku cerita karangan penulis dari berbagai negara. Salah satunya adalah Enid Blyton. Siapa yang tak kenal dengan The Famous Five, atau lebih populer dengan nama Lima Sekawan? Di masa itu, kisah petualangan remaja ini sangat digemari. Berlatang belakang kehidupan di negeri Inggris, Enid begitu memukau bertutur tulisan. Petualangan Julian, Dick, Anne, George dan Timmy serasa ikut kualami sendiri. Ada pula penulis Ian Fleming, yang memikat dunia dengan karya legendarisnya James Bond 007. Kedua kisah itu pun sudah dibuat filmnya, membuat anganku makin terbang ke negara itu setelah menontonnya.

Tidak hanya dari buku-buku cerita saja. Dari berbagai buku lain aku dapatkan gambaran bagaimana indahnya Sungai Thames, atau megahnya Big Ben. Tak ketinggalan dari televisi aku menyaksikan luasnya Istana Buckingham, dan yang tak terlupakan, prosesi pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles yang bagaikan kisah dongeng.

Tidak terlalu banyak yang kuketahui tentang Inggris, tapi gambaran yang kuterima cukup untuk menggiringku pada satu mimpi. Aku ingin bisa menginjakkan kaki di negeri elok itu. Menyusuri tempat-tempat istimewanya, menghayati kehidupan warganya. Dari perjalanan itu, aku ingin membuat satu novel fiksi dengan tokoh gabungan dari Inggris dan Indonesia, dengan latar belakang dua negara itu pula. Bila penulis Inggris bisa melahirkan kisah yang mendunia, kenapa kita tidak? Candi Borobudur tak kalah memikat dibandingkan Istana Buckingham, Jam Gadang pun sama unik dengan Big Ben. Bila semua itu bergabung, siapa tahu bisa hadir kisah sekelas The Famous Five, dengan personil remaja Inggris dan Indonesia, bertualang di dua negara.

Itulah FAM, sekelumit mimpiku untuk bisa pergi ke Inggris. Dan tahukah FAM, kenapa di awal surat ini aku menyebutmu sebagai bahteraku? Karena bersamamu, aku bisa berlayar di Samudera Ilahi dengan tiupan angin penaku. Bersama bahtera FAM yang kokoh, aku yakin dapat mencapai pelabuhan impianku. Dengan izin dan ridhaNya, tak ada yang tak mungkin. Termasuk impianku untuk berlayar bersamamu sampai ke Britania Raya.

Terima kasih FAM, sudah meluangkan waktu untuk membaca curahan hati ini. Semoga suatu saat, aku bisa melihat bendera FAM berkibar sepanjang aliran Sungai Thames. Semoga saat itu pula, aku bisa melihat logomu terpampang di sampul depan novel dwinegaraku.

Sekian kiranya surat dariku. Dengan satu doa agar Allah SWT selalu menyertai setiap langkah kita. Untuk FAMili semua, tetaplah semangat membangun mimpi dan mewujudkannya.

Sampai jumpa di lain waktu, sukses selalu untukmu.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

dengan setulus doa,
MIA MUTIARA
IDFAM 1229U-Kuningan
email: ismiadianto@yahoo.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...