Skip to main content

Mari Manfaatkan Potensi Diri

Oleh Aliya Nurlela

Allah tidak sia-sia menciptakan makhluk-Nya. Masing-masing telah dibekali dengan kekuatan atau potensi yang ada pada dirinya. Termasuk pada hewan, telah dibekali dengan kekuatan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Cumi-cumi akan mengeluarkan cairan berwarna hitam, hingga menutupi pandangan pengganggunya. Seekor landak akan menegakkan duri pada seluruh tubuhnya saat terancam bahaya. Demikian pula kerang akan mengatupkan cangkangnya yang keras sebagai tempat berlindung.

Kelemahan bagi seseorang sekaligus sebagai kekuatannya. Orang yang suka berterus terang, seringkali keterusterangannya itu menjadi kelemahannya. Ia tidak bisa menyimpan rahasia dan kurang pandai berdiplomasi. Tetapi, keterusterangan itu pula yang menjadikan ia kuat. Karena suka berterus terang, banyak posisi yang didapatkannya. Potensi seseorang kadangkala belum terlihat ke permukaan, masih diperlukan untuk menggali potensi tersebut. Bahkan, kadangkala untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh diri sendiri, perlu bantuan orang-orang sekitar untuk memberikan pemahaman tentang siapa diri kita sebenarnya, apa potensi kita, apa kelemahan kita dan sebagainya. Nah, untuk menggali potensi itu diperlukan eksperimen, percobaan-percobaan, atau latihan-latihan. Coba, lalu salah, coba lagi, lalu salah lagi. Trial and error. Tanpa pernah mencoba, maka sampai kapan pun kita tidak akan pernah tahu seperti apa potensi diri kita.

Mencoba itu dalam rangka belajar. Salah atau gagal dalam belajar itu biasa, sebab kecenderungan orang yang tidak pernah salah, tidak pernah gagal, identik dengan orang yang tidak pernah berbuat. Tidak pernah belajar. Tentu saja, yang namanya mencoba tidak hanya sekali atau dua kali. Tetapi harus berulang-ulang kali, hingga mencapai tahap terampil. Ketika kita mulai melihat potensi yang kita miliki, maka optimalkan potensi itu menjadi sebuah aksi yang positif dengan meminimalisir atau mengeliminasi kelemahan yang ada.

Dalam menulis pun demikian, diawal-awal menulis potensi kita mungkin belum terlihat. Sesungguhnya kita ini punya potensi menulis cerpen, puisi, esai atau apa? Melalui latihan yang terus menerus maka potensi itu akan muncul. Seiring makin seringnya berlatih, maka kita akan mengetahui potensi kita lebih cenderung kemana. Ketika sudah diketahui, maka tekunilah bidang tersebut. Fokus, serius dan konsisten.

Dari membaca dan mencoba itulah, akhirnya saya sendiri pun merasa bahwa setelah kita menemukan potensi diri kita dalam bidang menulis jenis apa, misalnya menulis fiksi. Ternyata tulisan itu tidak cukup hanya mengandung nilai estetika semata, tetapi harus dibarengi dengan etika dan kedalaman makna. Ada pesan-pesan moral yang hendak disampaikan kepada pembaca. Hingga, setidaknya akan memberi manfaat bagi orang yang membaca. Saya jadi tergerak untuk belajar ke arah itu. Saya juga sangat setuju dengan pendapat yang mengatakan, “tulisan yang baik adalah tulisan yang menggerakkan pembacanya dari tidur menjadi bangun, yang duduk menjadi berdiri, yang jalan menjadi berlari dan yang diam menjadi bergerak. Tulisan yang briliant adalah tulisan yang menggerakkan pembacanya untuk beranjak dari kegelapan ruangan menuju cahaya penerangan.” Seperti halnya FAM Indonesia yang memiliki misi dan visi untuk berdakwah bil qalam. Tidak sekadar nilai estetika yang hendak dicapai dari sebuah tulisan, tetapi penggabungan antara estetika dan etika. Yang paling utama, adalah agar tulisan yang kita buat itu dalam rangka menyebarkan kebaikan kepada sesama, sehingga banyak orang yang dapat mengambil manfaat dan menuai hikmah dari tulisan tersebut.

Mari terus belajar dan belajar. Optimalkan potensi diri, dan bersama FAM Indonesia kita berlatih menulis yang membawa manfaat bagi banyak orang. Semoga.

Salam Santun
Sekjen FAM Indonesia
www.famindonesia.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...