Cerpen ini bercerita tentang Rian, seorang siswa SMA yang
suka pilih-pilih teman, meskipun itu hanya teman di dunia maya. Ia bahkan
pindah sekolah karena merasa teman-teman sekelasnya, terutama yang wanita
jelek. Ia pindah ke sekolah temannya hanya karena ia mendapat informasi jika di
sana ceweknya ‘cakep-cakep’.
Dari segi cerita, cerpen ini bagus. Kisah yang disajikan
cukup unik dan mengena untuk kalangan remaja. Pesan yang tersirat dalam salah
satu sisi cerita cukup bagus bahwa memang seharusnya kita tidak menilai
seseorang dari wajah/penampilannya saja, apalagi hanya berpedoman dengan
‘profil picture’ di facebook. Jika jelek, kita tidak mau berteman, tetapi jika
fotonya cantik atau tampan kita mau berteman.
Beberapa catatan dari FAM adalah mengenai penulisan. Kata
‘on line’ pada bagian awal cerita yang benar penulisannya adalah digabung
begitu juga dengan ‘di temani’. Selain itu juga ditemukan beberapa kesalahan
baik salah ketik maupun kesalahan penggunaan huruf besar dan kecil serta spasi.
Seharusnya setelah tanda koma (,) dan titik (.) diberi spasi terlebih dahulu
sebelum menuliskan kata selanjutnya. Diharapkan, untuk selanjutnya penulis
melakukan proses editing terlebih dahulu setelah selesai menulis.
Penulis juga perlu mencari referensi terkait penulisan yang
sesuai dengan EYD terutama pada penggunaan kata ‘di’. Banyak penulis yang
sering salah dalam membedakan kapan penulisan ‘di’ digabung dengan kata
setelahnya dan kapan harus dipisah.
FAM berharap penulis cerpen ini terus berlatih agar kualitas
tulisan semakin meningkat.
Salam santun, salam karya.
TIM FAM INDONESIA
[BERIKUT CERPEN KARYA
PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
GARA-GARA PILIH-PILIH
Oleh Rendra Pirani
IDFAM735S Anggota FAM Tangerang
Malam telah larut dan jam pun sudah menunjukkan pukul 23.30,
namun Rian masih sibuk on line sambil berbaring di tempat tidurnya. Dengan di
temani laptop pemberian ayahnya itu, dia mengisi malam sambil tertawa dan mesem
sendirian. Ya . . .dia sedang chatting dengan temannya yang bernama Toni,
“Yan, kapan elo pindah ke sekolah gue, katanya elo mau
pindah ke sini?!!....”
“Iya sich, tapi benerkan kalo di situ ceweknya cantik –
cantik ?!...’
“Bener gue nggak bohong. Kalo elo nggak percaya, coba aja
elo Tanya Andi ?!!..”
“Oke, gue percaya. Gue bakal bilang ke orang tua gue, pagi
ini juga…!!”
“ Nah…gitu donk ! Gue tunggu nih kepindahan elo…Eit,, jangan
lupa ya, elo harus pilih kelas X.1…”
“Iya…Gue inget, itu kelas elo kan ?!!..”
“Itu tahu…Wuy, udahan ya. Udah malem nih, gue mau tidur..”
“Oke, gue juga mau tidur…”
“Bye…”
Obrolan itu pun selesai,tapi ketika Rian ingin menutup akun
fb-nya,ada 1 pesan yang belum ia baca, karena penasaran dia pun membukanya…
“Aah…dia lagi,dia lagi.
Kapan sih, ini orang berenti neror gue…” Kesal Rian
Ternyata pesan itudari Shanti, cewek yang selama ini ingin
berteman dengan Rian dif b, tapi Rian selalu mengabaikannya.
“Metz malem Rian, ternyata kamu masih belum nerima
permintaan pertemanan aku. Oke, ini adalah pesan aku yang terakhir, aku nggak bakal ganggu kamu lagi. Kamu pasti bakal nyesel Rian…”
Rian tidak membalasnya, matanya sudah lelah, dia
mengantuk.Lalu dia menutup laptopnya dan berbaring tidur terlelap.
Sebenarnya, sudah sering Shanti mengirim pesan kepada Rian,
tetapi Rian tidak pernah membalasnya.Rian malas dan tidak suka dengan cewek
yang bernama Shanti itu, hanya karna foto profilnya yang jelek.
***
“Rian . . . .bangun, sudah jam 6 nih nanti kamu terlambat ke
sekolah…” Teriak Ibunda Rian dari luar kamar.Dia hanya bisa berteriak karena
pintunya terkunci.
“Iya Rian udah bangun, mami tunggu aja di bawah sama papi,
setengah jam lagi Rian bakal ke situ kok..” jawab Rian yang baru terbangun.
“Oke, mami sama papi bakal tunggu, tapi kamu jangan lama –
lama ya ! ”.
“Iya…!!!”
Setengah jam kemudian Rian semua sarapan sudah tersaji,
kedua orang tua Rian sudah menunggu Rian yang belum menunjukkan batang
hidungnya. Tidak lama kemudian Rian pun dating dan duduk tanpa merasa bersalah.
“ Rian…kamu kesiangan lagi ?!! “ Tanya ayah Rian.
Belum sempat Rian menjawab, ayahnya sudah memarahinya….
“ Rian, udah beberapa hari ini kamu nggak solat subuh. Papi
sich nggak enak ngebangunin kamu, awalnya papi kira kamu bakal bangun sendiri,
tapi nyatanya papi salah. Pasti ini gara – gara kamu online sampe tengah malem
kan ?!! “
“ Iya….udahlah pi,Rian mau sarapan. Ntar kesiangan lagi “
“Hmm..ya udah, tapi kalo sampe kamu bangun kesiangan lagi,
laptop kamu papi sita..”
Rian tidak menjawab, dalam hatinya berkata “ Bodo amat !!! “
“Udah – udah cepet sarapan “ Sela Ibunda Rian menenangkan
suasana.
Tidak lama kemudian, ketika mereka sedang menyantap makanan,
Rian mengajukan permintaannya kepada kedua orang tuanya.
“ Pi, Mi …Rian pengen pindah sekolah .”
“Apa ??kamu pengen pindah sekolah. Bukannya SMA kamu itu SMA
favorit di kota ini. Memangnya
kenapa kamu mau pindah ?? .” Tanya ibunda Rian.
“ Abis Rian bosen sich, di SMA Rian itu ceweknya genit –
genit. Mending pindah aja .”
“Ah , kamu bisa aja. belum juga setahun kamu sekolah di
situ. Terus kamu pindah ke mana ?.” Tanya ayah Rian.
“Ke SMA Insan .” jawab Rian
“ya udah mami turutin kemauan kamu, kalo emang itu bisa
ngebuat kamu seneng “ kata Ibunda Rian menyetujui.
“ Oke, nanti Papi urus administrasinya.”Sanbung ayah Rian.
“ Ya udah Pi Mi, Rian mau berangkat !” ucap Rian mengakhiri
sarapannya.
“Iya , papi juga mau berangkat ke kantor “ jawab Ayah Rian.
Ketika Rian bangun dan akan beranjak pergi, langkahnya
terhenti oleh pertanyaan ibunya.
“Rian, kamu bawa laptop lagi ?.”
“Bawa Mi.” jawab Rian singkat sambil menoleh.
“Buat apa ?buat mamerin daftar temen kamu yang cantik -
cantik sama yang ganteng - ganteng itu !.” protes mami.
Mendengar kata- kata itu, Rian menjadi kesal. Dia pun
melangkah pergi sambil berkata
“Ah, itu bukan urusan mami !!.”
“Kenapa sich kamu
slalu aja pilih – pilih temen.” Tanya
mami lagi, tapi Rian tidak menjawab. Dia terus melangkah menuju motor ninjanya
dan pergi ke sekolah.
“Sudahlah mi, mungkin nanti Rian akan berubah….” Ucap papi.
***
3 hari kemudian Rian resmi pindah sekolah,dia pindah ke SMA
Insan dan duduk di kelas X.1 sesuai dengan permintaan Toni tempo lalu. Toni
adalah teman akrab Rian, selain Toni juga ada
temannya yaitu Andi yang berteman dengan Rian dan sekelas dengannya.
Rian mengenal mereka lewat situs jejaring sosial.Menurut mereka, siswi - siswi
di sekolahnya cantik – cantik dan memang ada yang paling cantik, tapi mereka
tidak menyebutkan namanya.Kalau Rian mau tahu, Rian harus pindah ke sekolah
mereka, dan Rian menurutinya. Karena itu mereka sudah tahu kalau Rian akan
masuk ke sekolahnya.
Di hari pertama, seperti umumnya siswa baru, dia menunggu di
luar kelas sampai wali kelas memanggilnya masuk dan memperkenalkan diri.Di
dalam kelas pak Roy ddengan semangat memperkenalkan Rian.
“Sekarang kita kedatangan siswa pindahan dari SMA Bintang,
dia seorang yang……”
“Udah tahu !!!” Teriak semua murid menyela penjelasannya,
pak Roy sampai mengernyitkan dahinya .
“Kalian tahu dari siapa ??”
“’Dari Toni sama Andi pak !!” jawab Evi salah satu siswi
yang di kenal centil dan cerewet.
“Udah, suruh masuk aja cepet pak, saya udah nggak sabar
pengen ngeliat orangnya !”Lanjutnya.
“Wuuuu…uu…uu..”
“sudah – sudah saya akan panggil dia.” Ucap pak Roy
menenangkan murid – muridnya.
“Masuk…!!!”
Rian pun mulai membuka pintu perlahan, semua murid
memperhatikan, kelas menjadi hening.Pintu terbuka, Rian keheranan karena semua
murid memperhatikannya.Tapi ternyata ada seorang siswi bernama Shinta yang cuek
dan tak memperhatikannya. Rian terus melangkah dan berhenti tepat di depan
kelas.
“Silahkan perkenalkan diri “Perintah pak Roy.
“Baik pak..
Perkenalkan nama saya Heriansyah Izhar Permana. Panggil saja
saya Rian, saya rasa tadi pak Roy telah memberi tahu sekolah asal saya….Salam
kenal..”
“Kamu udah punya pacar belum??” Tanya Evi. Kelas pun kembali
ramai
“Wuuuu…uuu..”
Pak Roy hanya menggelengkan kepala dan berkata..
“Rian silahkan duduk !!”
Kemudian Rian melihat kearah Toni, Toni pun memberikan
isyarat dengan menepuk kursi yang ada di sebelahnya, tanda mempersilahkan Rian
agar duduk di sana karena memang tempat itu kosong. Rian mengikutinya, dia
melangkah sambil melirik kearah Shinta yang masih tetap acuh.Rian kembali
heran, mengapa hanya Shinta yang tidak mau memperhatikannya.
***
Pada jam istirahat, di kantin sekolah Rian dan kedua
temannya duduk asyik mengobrol.
“Ton, gue heran.Tadi waktu gue ngenalin diri Cuma ada satu
cewek yang nggak merhatiin gue!”
“Ooh, itu namaya Shinta. Dia emang cantik pinter lagi. Dia
itu cewek paling cantik di sekolah ini !!!”
“Tapi kenapa sich dia segitunya sama gue ?!”
“Nggak tahu..”
“Yan, waktu kita cerita ke anak – anak tentang elo, Cuma
Shinta yang nggak peduli sama cerita kita. Keliatannya dia udah kenal elo and
keliatannya dia benci elo “ Terang Andi.
“Ehemm…Kayaknya ada yang punya rasa nih “ Sambung Toni.
“ Ha ha ha…” Mereka tertawa bersama.
“Gue jujur nih, emang sih gue suka sama dia. Dia itu emang
cewek paling cantik yang pernah gue liat. Gue langsung suka padahal gue baru
sekali ngeliat dia. “
“Elo tembak aja dia, dia kan belum ada yang punya.” Sambung
Andi.
“Ooh gitu, ini kesempatan buat gue .”
“Ciiaaah…kita tunggu deh aksi elo “ Potong Toni.
“Eeh, elo punya nomor hp dia nggak ? “Tanya Rian.
“Dulu sih kita punya.Tapi semenjak dia tahu Elo bakal pindah
ke sini, dia langsung ganti nomor.” Jawab Toni.
“ Iya , sampe sekarang kita nggak tahu nomor dia. Kita emang
pernah minta, tapi nggak di kasih.” Sambung Andi.
“ Eh Yan, itu shintanya.” Potong Toni.
Rian pun bangun dari tempat duduknya.Dia berniat menghampiri
Shinta, menyapanya dan mengajaknya ngobrol. Tapi baru beberapa langkah, Evi dan
beberapa temannya sudah menghadangnya.
“ Yan, minta nomor hp kamu dong, please…
Iya, minta, please…” Pinta Evi dan beberapa temannya.
Rian pun terpaksa mengalihkan pandangannya dari Shinta yang
masih berjalan sendirian ke gerombola sisiwi ini.
“ Maaf ya laen kali aja abisnya gue lupa nomor hp gue, sory
ya…permisi…”jawabnya sambil mencari celah untuk lewat.
“ Tapi Rian…Rian…” Teriak Evi.
Rian tidak memperdulikannya, namun alangkah kagetnya dia
setelah melihat shinta sudah menghilang.
Akhirnya dia bergegas menuju kelasnya.Sampai di pintu dia
meihat Shinta sedang duduk mengobrol dengan beberapa temannya di tempat
duduknya yang memang agak berjauhan dengan tempat duduknya. Karena kurang siap
untuk mendekati Shinta,dia menuju tempat duduknya dan mengeluarkan laptop yang
ada di tasnya. Dia pun membuka fb dan mencari Shinta, tapi hasilnya nihil. Dia
tidak menemukan Shinta yang dia maksud
“Iih..itu cowok pamer
banget ya ?!! “ Kata Shinta.
“ Iya, kaya Cuma dia aja yang punya Laptop.”jawab temannya.
Ternyata Rian mendengarnya, wajahnya memerah, dia merasa
malu. Semejak saat itu, dia bertekad untuk tidak membawa laptop lagi ke sekolah
jika tidak di minta oleh gurunya untuk,membawanya.
***
Keesokan paginya Rian sengaja datang pagi – pagi ke sekolah,
dia sudah tidak bangun kesiangan lagi.Dan pagi ini dia tidak membawa motornya,
melainkan ke sekolah dengan naik angkot.Di tasnya, sudah tidak ada lagi
laptop.Tapi ada benda spesial yang dia bawa, yaitu setangkai bunga mawar dengan
secarik kertas putih polos bertuliskan permohonan maafnya dan keinginannya
untuk berteman dengan Shinta.Kertas itu diikat di tangkainya dengan pita
berwarna emas.
kemudian, ditaruhnya bunga itudi laci meja Shinta dengan
harapan Shinta akan membacanya dan mau berteman dengannya sampai akhirnya
menjadi kekasihnya. Tidak berapa lama kemudian, siswa – siswi pun berdatangan,
Rian sudah berdiri di dekat pintu untuk menyambut kedatangan Shinta.Untungnya
mereka tidak menaruh curiga pada Rian.
Akhirnya, saat – saat yang di tunggu Rian tiba.Shinta datang
dan mendekati kelas, Rian bersiap – siap menyapanya. Tapi tidak dengan Shinta,
setelah melirik kearah pintu dan mengetahui Rian ada di situ, dia segera “buang
muka” acuh tak memperhatikan Rian, dan tidak menganggap Rian ada.
“ Hai Shinta ….!!” Sapa Rian.
Tapi sapaan itu tidak di balas, Shintatetap lewat tak
merespon apapun.Rian tetap tegar, masih ada bunga itu pikirnya.
“Shinta pasti terkesan dengan bunga pemberianku .” bisiknya
dalam hati.
Tapi malangnya semua rencana itu gagal, setelah Shinta duduk
dan melihat bunga itu, dia langsung mengambilnya dan dirobeknya kertas itu.
setelah itu ia remas – remas dan ia buang di tempat sampah
bersama bunganya. Rian terpukul, dia terpaku, baru kali ini ada orang yang
membencinya seperti itu.Tapi dia masih mencoba untuk tetap tabah.
Bel istirahat berbunyi, siswa – sisiwi berhamburan. Rian
sengaja tetap berada di dalam kelas, dia memperhatikan Shinta, ”Mau kemana dia
!!?” bisiknya dalam hati. Shinta pun beranjak dari tempat duduknya, keluar dan
duduk di depan kelas sendirian. Rian tidak menyia – nyiakan kesempatan ini, dia
mendekati Shinta dan duduk di sebelahnya. Shinta tetap diam, sebenarnya ia
ingin beranjak pergi, namun ia ingin mendengar kata – kata apa yang akan keluar
dari mulut Rian.
“Shinta, kenapa sih kamu begitu benci sama aku ?!!.”
“Ooh, jadi kamu mau tahu gitu. Aku kayak gini karna aku
nggak suka sama sikap kamu..!!”
“Sikap aku yang mana ? Emangnya aku pernah salah apa sama
kamu ?”
“Ooh, jadi kamu nggak tahu. Biar aku kasih tahu ya. Kamu
inget, dul sebelum kamu pindah ke sini ada seorang cewek yang pengen banget
jadi temen kamu di f b, tapi kamu malah nyuekin dia dan nggak pernah konfirmasi
permintaan pertemanan dia. Aku mau tahu apa alasannya ?!”
Rian kaget, dari mana dia bisa tahu. Tapi Rian menjawab
dengan jujur.
“ Yah, karna aku nggak mau aja .“
“Jadi gitu, iya.Kamu nggak mau karna fotonya jelek gitu,
kamu nganggep dia nggak pantes buat jadi temen kamu.Aku udah tahu kalo semua
temen – temen kamu di f b itu cewek – cewek cantik. Kalo kamu mau tahu, Shanti
itu aku Shinta…nyesel kamu sekarang..”
“Apa ??itu kamu, tapi kenapa kamu palsuin nama kamu sama
foto kamu ?? ”
“Itu karna aku mau nyari temen bahkan pacar yang mau nerima
cewek apa adanya. Awalnya di f b aku
suka sama kamu, tapi ternyata kamu bukan cowok yang aku cari.Kamu itu buaya, itu sebabnya kenapa aku nggak mau
temenan sama kamu !!!”
Kemudian Shinta pergi meninggalkan Rian sendirian. Rian
tidak menahannya, karna dia menyesal dengan semua perbuatannya.
[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
Comments
Post a Comment