Skip to main content

Testimoni Anggota FAM Indonesia

Alhamdulillah saya bisa bertemu dengan banyak penulis sebagai isi ulang semangat saya untuk menulis kembali. ~Adli Zuliansyah Putra, FAM501S, Bogor

Tidak sekadar sebuah forum. Lebih dari itu, FAM adalah keluarga besar dan rumah bagi seluruh pecinta dunia tulis. ~Rahmizakia Rifka, FAM145M, Padang

Subhanallah, di sini kami mengenal sahabat yang sehati untuk berdakwah bil qalam, mendapat motivasi dan ilmu yang sangat bermanfaat. FAM seperti asam pada asidimetri yang meneteskan cinta menulis di hati para anggotanya. ~Ma'arifa Akasyah, FAM815U, Kendal

Bersama FAM, bakat menulis kita dapat tersalurkan. Menerbitkan buku lebih mudah. Dan Insya Allah impian kita menjadi seorang penulis terwujudkan. Aamiin. ~Abi Yazid Bastomi, FAM849M, Nganjuk

Motto FAM "Membina dengan Hati Calon Penulis Islami" betul-betul bisa mengetuk setiap hati yang merindukan ridha Ilahi untuk saling mengenal dan saling berbagi, menempa jiwa untuk menjadi orang yang paling bermanfaat bagi sesama. Belajar tanpa mengenal batas usia dan berkreasi tanpa menghitung materi. Wadah ini memperlakukan setiap anggota sebagai manusia seutuhnya, mendidik tanpa menggurui tapi menggugah bakat-bakat terpendam hingga mampu menghasilkan karya yang luar biasa. ~ Nuryaman Emil Hamzah, FAM255U Pandeglang

Subhanallah sekali, di FAM kita belajar menghargai dan merekatkan silaturahim. Dalam naungan FAM kita tidak berjuang seorang sendiri, tidak ada istilah "kamu atau aku tapi kami" sulit untuk mendiskripsikannya tapi FAM memiliki formula untuk mengatasi rasa malas dan pesimis seorang penulis pemula, terlebih FAM menjanjikan kesuksesan untuk anggotanya. FAM bukan sekadar wadah untuk belajar menulis tapi FAM juga rumah untuk berbagi. ~Dartia Utari, FAM753S Lampung

FAM adalah jawaban bagi siapa saja yang ingin menjadi penulis yang tak sekadar piawai dalam menulis. "Dakwah bil Qalam" menjadikan FAM sebagai wadah investasi dunia akhirat, yang sanggup menembus ribuan bahkan jutaan kepala dengan ruh Islam yang hadir dalam setiap goresan karyanya. ~Marfuatus Zulvia, FAM868U Trenggalek

Merangkai huruf menjadi kata, untuk kemudian diolah kembali menjadi jalinan kalimat sarat makna bukanlah sesuatu yang mudah. Aku seorang yang gemar menulis, tapi seringkali jenuh mendatangi. Manusiawi saat ragam masalah menyergap, seseorang tak mampu menuangkan ide-ide tulisannya secara maksimal. Untuk itu perlu 'pembangkit' yang siap setiap saat, membakar semangat yang mulai meredup. Melalui FAM, aku menemukan 'pembangkit' itu. Di sini aku mendapat banyak sahabat baru. Apresiasi, berbagi ilmu, saling support, kekeluargaan yang erat, serta persahabatan yang indah—semuanya kudapat di FAM. Alhamdulillah. Diam-diam aku merasa beruntung. ~Ken Hanggara, FAM801M Surabaya

Saya berterima kasih sekali kepada FAM. Karena kehadiranya sangat membantu saya memulihkan semangat yang telah surut. Keinginan saya untuk jadi penulis seakan dijawab oleh Allah dengan dipertemukanya saya dengan FAM. Walaupun FAM adalah forum menulis, tapi di dalamnya terdapat banyak kegiatan kemanusiaan. Itu poin yang membuat saya bangga dengan FAM. Salam aishiteru. ~Melly Leena, FAM155U Kendal

Saya merasa sangat beruntung bisa bergabung dengan FAM. Sebuah wadah kepenulisan nasional yang luar biasa. Di mana rasa kekeluargaan begitu terasa di sini, tidak ada yang dianaktirikan. Di dalam FAM, semua anggotanya diarahkan untuk aktif menulis melalui berbagai perlombaan. Tidak hanya sekadar teori. Subhanallah, tidak ada kata yang bisa saya ungkapkan untuk menerjemahkan kebanggaan saya sebagai anggota FAM. ~Rendra Pirani, FAM735S, Tangerang.

Alhamdulillah, sejak mengenal FAM saya dapat menggali kembali potensi yang telah dititipkan Allah menjadi lebih berarti. Lewat FAM saya bisa menjadi penulis hebat. Terima kasih FAM. Salam santun. ~ Nuh Rafi, FAM130U, Kota Pariaman

Saya terkadang sulit mencari inspirasi bagaimana caranya membuat tulisan yang enak dinikmati. Alhamdulillah, di keluarga besar FAM ini banyak masukan-masukan yang saya dapati. Suntikan motivasi dan dorongannya sangat-sangat membantu saya mengembangkan ide-ide. Apalagi banyak rekan-rekan yang sudah dijuluki "sastrawan" di sini. ~Sepri Ayu, FAM275S Solok

FAM membuat saya tergerak untuk menulis bukan hanya satu jenis tulisan saja seperti esai, tapi juga puisi, cerpen dan surat terbuka. Ini terjadi karena antusiasnya para anggota untuk memposting hasil tulisan mereka di grup FAM yang ada di facebook. Terasa rugi bila saya tidak mencoba membuat apa yang mereka buat dan hasilnya kemampuan menulis saya jadi berkembang. ~Irwan Hasan, FAM 915M Pariaman

Allhamdulillah, akhirnya mimpi saya menjadi penulis terwujud juga. Lewat FAM, saya merajut cita. Karena motto FAM "Membina dengan Hati Calon Penulis Islami". Ayo wujudkan mimpimu dan terbitkan karya terbaikmu. Saya sudah membuktikannya. Giliranmu sobat. ~Rahmat Herdiansyah, FAM 537M Bandung.

FAM adalah wadah kepenulisan yang paling tepat untuk berbagai kalangan. Visi dan misinya 'Dakwah bil Qalam' membuat kami nyaman berada di sini tanpa ada keraguan. Niat indahnya kepada Yang Maha Esa tersalurkan. FAM juga berbaik hati membina kami (setiap anggota dan calon anggota). Saya adalah salah satu anggota resmi FAM yang bisa mendapatkan beasiswa FAM dengan selalu aktif mengikuti kegiatan FAM. Semangat untuk berkarya! Jangan pernah minder dengan dunia menulis. Semua bisa melakukannya. Termasuk Anda, mulailah meraih kesuksesan dari hal mudah, yaitu menulis bersama 'Dakwah bil Qalam'. Salam Aishiteru! ~Haryanii Syakieb, FAM 825M Sidoarjo

Sepanjang pengembaraan dalam mencari tempat (wadah) kepenulisan/penulis yang antusias dan ingin menjadi yang terbaik, hanya di sini, saya bisa menjadi apapun yang belum pernah saya lakukan. ~M. Iqbal Tawakal, FAM835U Bogor

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...