Skip to main content

Tips Menulis Ala FAM Indonesia (3)

TIPS MENULIS #31

Walau cerita fiksi, tetapi cerpen harus tampak sungguhan. Seperti betul-betul terjadi. Meskipun semua orang tahu itu khayalan belaka, hasil olah imajinasi, tetapi semua tokoh ceritanya kelihatan sungguhan, berbicara dan berlaku seperti manusia yang betul-betul hidup. Karena itu pengarang jangan cari plot yang mustahil, atau melebih-lebihkan tokoh ceritanya seperti karikatur atau kartun. Jangan pula membiarkan tokohnya bertindak atau omong plin-plan, tidak konsisten.

TIPS MENULIS #32

Ada sahabat FAM yang berkata, “Saya berniat dan bertekad berdakwah lewat tulisan”. Tapi ketika ditanya apa tulisannya sudah ada atau belum, ia pun menjawab, “Belum, habis susah sih menulisnya!” Ya, sama saja. Menulis dan berdakwah itu tidak cukup sekadar niat tetapi juga usaha dengan sungguh-sungguh dan segera menulis. Bagus tidaknya tulisan itu tergantung proses. Bila sudah mahir dan sudah menjadi kebiasaan, maka tulisan sesulit apapun akan mudah dituliskan. Nah, jadi rumusnya, barengi niat dengan usaha. Jangan tidur-tiduran saja!

TIPS MENULIS #33

Berusaha keraslah. Sebab kerja kepenulisan itu tak lepas dari usaha keras, maka harus siap menghadapi penatnya duduk seharian di depan komputer, merelakan diri untuk mencoret kalimat-kalimat yang sudah disusun berminggu-minggu untuk diganti dengan yang lebih efektif dan mengena, mengedit ulang tulisan berkali-kali hingga ditolak dan dicaci maki. Demikianlah sebuah perjuangan, tidak ada yang mulus, harus berpeluh-peluh. Amalkan ilmu “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Ikuti proses. Jangan jadi penulis instan.

TIPS MENULIS #34

Semua orang punya hak jadi penulis. Karena itu jangan percaya sama bakat. Bakat bukanlah wahyu yang diturunkan Tuhan. Sekarang masalahnya, mengapa tidak semua orang berhasil jadi penulis? Hmm, ini hanya soal pilihan saja. Ketika menulis sudah menjadi pilihan, benih cinta itu akan tumbuh. Sekali tak menulis diri akan merasa resah. Maka, jadikan pilihan itu (menulis) sebagai kebiasaan.

TIPS MENULIS #35

Budi Darma, pengarang novel Olenka, mengatakan bahwa semua yang tertulis dalam buku-bukunya merupakan copy-paste dari imajinasinya yang sangat peka terhadap peristiwa yang dilihatnya setiap hari. Dia mengungkapkan, pikirannya sering dikejar-kejar imajinasi yang aneh-aneh. Imajinasi itu datang tanpa diundang dan menjadi makin kuat ketika dia menuliskannya menjadi sebuah cerita. Nah, begitulah, ketika imajinasi Anda datang, jangan biarkan ia pergi begitu saja. Tuliskan segera menjadi sebuah tulisan yang bermakna.

TIPS MENULIS #36

Baca ulang naskah Anda berkali-kali. Setelah selesai menulis, entah itu puisi, cerpen, artikel atau novel, jangan cepat berpuas diri. Jadilah editor pertama untuk karya Anda sendiri. Caranya, print naskah Anda lalu baca dengan teliti setiap kata, baris dan kalimat yang tertulis di kertas yang Anda print itu. Perhatikan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), sudah sesuai kaedah bahasa Indonesia yang baik dan benar atau belum. Bila ragu dengan kata-kata tertentu, jangan sungkan membuka kamus. Setelah yakin tidak ada lagi kesalahan, silakan Anda kirim ke media tujuan Anda. Tunggulah kabar gembira pemuatan tulisan itu pada minggu berikutnya.

TIPS MENULIS #37

Jadilah penulis yang tampil beda. Caranya, tulislah tema yang banyak dicari orang, tapi jarang ada yang menulis tentang tema itu. Untuk itu Anda harus memerhatikan selera pasar, jangan hanya asal posting sesuai selera Anda sendiri. Maraknya internet memudahkan calon penulis mencari sumber ide secara online, lewat google misalnya. Selain itu kunjungi perpustakaan, baca buku sebanyak mungkin, baca koran dan majalah, tonton televisi dan dengarkan isu-isu aktual yang sedang terjadi. Jadilah penulis biasa dengan karya luar biasa!

TIPS MENULIS #38

Pembaca itu menyukai tulisan yang padat, singkat dan jelas. Maka, seorang penulis yang baik selalu menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Hindarilah menulis dengan kalimat yang bertele-tele dan kurang bermakna. Jangan menulis kata atau kalimat mubazir. Editlah tulisan Anda sebaik mungkin sehingga betul-betul enak dibaca bahkan orang selalu merindukan lahir tulisan yang baru dari tangan Anda. Tulisan yang baik mencerminkan karakter penulisnya.

TIPS MENULIS #39

Berjiwa besarlah. Jangan sekali-kali takut tulisan Anda dikritik. Jangan minder bila ada orang yang mengatakan bahwa tulisan Anda jelek, tidak bermutu, sampah, dan sebagainya. Jadikan saja  kritikan mereka sebagai pelecut semangat untuk menulis lebih baik lagi. Buktikan kepada mereka kelak bahwa Anda adalah seorang penulis hebat yang lebih baik dari mereka yang tidak menulis.

TIPS MENULIS #40

Menulislah dengan santun. Ingat, Anda punya misi dakwah. Tulisan yang santun akan menyejukkan bagi siapa saja yang membacanya. Pilihlah diksi yang sederhana dan mudah dipahami sehingga dapat dibaca berbagai kalangan usia. Tak salah Anda memilih diksi yang tinggi dan membutuhkan pemikiran super dalam memahaminya, tapi sayang kan bila yang membaca hanya orang-orang tertentu saja. Artinya Anda membatasi manfaat dari karya Anda sendiri, sementara seharusnya karya itu berguna bagi semua orang.

TIPS MENULIS #41

Jangan terburu-buru memposting (menerbitkan) tulisan Anda bila editingnya belum baik. Berhati-hatilah. Sebab, bila Anda tergesa-gesa tanpa ‘chek and richek’ pada setiap kata yang Anda tulis, dampaknya akan fatal. Misalnya, Anda ingin menulis “ketika” tetapi karena Anda terburu-buru kata itu bisa menjadi “ketiak”, tentu berbeda maknanya. Kata “bisa” menjadi “bias”, kata “rasa” menjadi “raba”, kata “saya” menjadi “saja”, dan banyak lagi kefatalan lainnya. Jadilah editor tangguh untuk tulisan Anda sendiri!

TIPS MENULIS #42

Menulis adalah hak setiap orang, maka menulislah! Menulis bukan hanya aktivitas orang yang berprofesi tertentu, seperti jurnalis, penulis buku, novelis, ataupun guru/dosen. Siapa saja bisa menulis. Mulai dari anak SD sampai yang bergelar profesor. Banyak orang sukses karena tulisannya, walaupun ia tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Buya Hamka misalnya, beliau tidak tamat SD, tapi berkat menulis diberi gelar Prof. Dr. Hamka. Luar biasa, bukan? Bagi pemula, apa yang harus ditulis? Terserah, apa saja bisa. Mulai saja menulis kutipan-kutipan menarik dari isi sebuah buku. Belajar nulis puisi tentang apa yang dilihat dan dirasakan, lalu nanti bertahap kepada tingkatan yang lebih tinggi, menulis cerpen atau novel hingga bukunya diterbitkan. Intinya, menulis butuh proses. Jangan jadi penulis instan atau karbitan!

TIPS MENULIS #43

Jangan suka memakai nama samaran. Gunakan saja nama asli Anda dalam setiap tulisan. Zaman sudah merdeka, tak ada lagi penjajahan, jadi tak perlu takut lalu bersembunyi dibalik nama samaran. Penulis-penulis yang menuliskan nama asli mereka secara terang membuktikan bahwa mereka penulis yang percaya diri. Menuliskan nama asli pada setiap naskah tulisan juga bentuk pertanggungjawaban terhadap isi tulisan. Malu dengan nama sendiri lalu memakai nama samaran? Hmm, kasihan sekali orang tua yang telah memberikan nama itu kepada anaknya—apalagi kalau sampai potong kerbau—sementara nama pemberiannya tidak digunakan!

TIPS MENULIS #44

Jangan suka menyingkat-nyingkat kata. Ini kebiasaan negatif banyak orang (terutama remaja) yang menggunakan ponsel ketika mengirim pesan SMS. Bila itu menjadi kebiasaan, maka akan terbawa pada aktivitas tulis menulis. FAM tentu saja selalu menerima naskah-naskah yang sangat buruk penggunaan tata bahasanya. Belum lagi ada naskah yang memasukkan bahasa ‘alay’ yang sangat menggemaskan dan membuat pusing ketika membaca susunan kata-katanya. Misal, menulis kata “yang” menjadi “Y4n9”, atau kata “menulis” menjadi “m3NuL1$”, dan lain-lain. Jadilah penulis yang mempedomani EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Rujuklah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bila ragu terhadap kata yang hendak ditulis. Ingat, penulis sukses yang disukai pembaca karena buku-bukunya mudah dipahami dan bahasanya baik.

TIPS MENULIS #45

Jadilah seorang pendengar yang baik. Bila ada seorang sahabat ‘curhat’ berjam-jam lamanya walau sebenarnya Anda sangat sibuk, jangan sekali-sekali menolak. Aturlah waktu sebaik mungkin untuk menampung semua ‘curhat’ sahabat Anda itu. Benarlah manusia tidak dapat hidup sendirian, ia membutuhkan orang lain untuk mendengarkan isi hatinya. Termasuk diri Anda. Bersyukurlah bila Anda dapat menjadi pendengar yang baik bagi sahabat Anda. Dari ‘curhatan’ itu, Anda akan mendapat banyak cerita yang tentu saja dapat menjadi sumber inspirasi tulisan-tulisan Anda. Jadi, Anda tidak akan pernah kekosongan ide.

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...