Skip to main content

Ulasan Puisi “Waktu Kosong” Karya Nurida Sari (Bukittinggi)

Sahabat FAM yang baik. Kali ini Tim FAM Indonesia mengulas puisi karya Nurida Sari, anggota FAM Bukittinggi, Sumatera Barat. Judul puisinya “Waktu Kosong”. Membaca puisi ini pertama-tama kita dihadapkan pada penulisan diksi dan tanda baca yang kurang tepat, seperti: “keamaran” mungkin yang dimaksud “kemarahan”, “kegelisan” mungkin “kegelisahan”.

Begitu juga penulisan “diri mu” semestinya “dirimu”, “nadi mu” semestinya “nadimu", “karena mu” semestinya “karenamu”, “mangsa mu” semestinya “mangsamu”, “kekayaan ku” semestinya “kekayaanku”, “otak ku” semestinya “otakku”, “hidup ku” semestinya “hidupku”, “diri ku” semestinya “diriku”, “berlahan” semestinya “perlahan”, “tampa” semestinya “tanpa”.

Larik pada bait pertama terasa melompat dan tidak saling berhubungan. Perhatikan bait
pertamanya:

kesedihan, keamaran, kegelisan/ merangkul dalam diri mu/ Rintihan terbesit dalam setiap nadi mu/ Aku dan mereka adalah korban mu.

Semestinya yang sedih yang marah yang gelisah yang merintih bukan “mu” tapi adalah “aku”, karena “aku” merupakan “korbanmu”.

Pada bait berikutnya nampaknya diksi yang digunakan sudah pas dan dengan bahasa sederhana kita dapat menyelami apa yang dimaksud penulis.

Larik dari bait-bait puisi ini menggambarkan penyesalan, kekalahan dari masa silam yang membawanya ke dunia kehancuran, hal ini disebabkan narkoba. Mari kita simak bait-bait dari puisi ini:

Ribuan orang mati karena mu
Mati berlahan tampa jejak dan bukti
Tiada goresan tanda-tanda kau sang pelaku
Dan kini, aku adalah mangsa mu

Kau curi kekayaan ku
Kau rusak syaraf otak ku
Kau bius aku dengan khayalan
Hingga aku lupa akan tujuan hidup ku

Kau cabik-cabik diri ku
Dengan ganas dan garang
Kau lempar Aku dijalan
Mereka tertawa
Aku bersedih
Kau menang dan aku kalah..
Kau telah curi segalanya
Dan itu menjadi kelelahan yang tidak beralasan.

Pada dasarnya puisi ini cukup bagus, tetapi sangat perlu diperhatikan lagi penggunaan kata dan teknik penulisan yang ditemukan banyak sekali kesalahan. Selain penulisan, juga bagaimana memahami keutuhan makna sebuah puisi yaitu hubungan antara larik yang satu dengan larik yang lain agar puisi yang ditulis lebih “bernyawa”.

Teruslah menulis dan menulis karena kata tak habis untuk ditulis.

Salam Aishiteru!
TIM FAM INDONESIA

[BERIKUT NASKAH KIRIMAN PENULIS DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

PUISI
Waktu Kosong
Nurida Sari
IDFAM747M Anggota FAM Bukittinggi

Kesedihan, keamaran, kegelisan
Merangkul dalam diri mu
Rintihan terbesit dalam setiap nadi mu
Aku dan mereka adalah korbanmu,,,

Ribuan orang mati karena mu
Mati berlahan tampa jejak dan bukti
Tiada goresan tanda-tanda kau sang pelaku
Dan kini, aku adalah mangsa mu

Kau curi kekayaan ku
Kau rusak syaraf otak ku
Kau bius aku dengan khayalan
Hingga aku lupa akan tujuan hidup ku

Kau cabik-cabik diri ku
Dengan ganas dan garang
Kau lempar Aku dijalan
Mereka tertawa
Aku bersedih
Kau menang dan aku kalah..
Kau telah curi segalanya
Dan itu menjadi kelelahan yang tidak beralasan.

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

  1. saya suka ulasannya. puisi ini sederhana.mudah saya pahami, tak sampai menyiksa dan berpikir berat tentang apa yang hendak penulis sampaikan.terimakasih untuk karya bermakna ini. ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...