Skip to main content

Segenggam Ide Kreatif untuk FAM Indonesia

Alhamdulillah, Lomba Menulis Surat Ide Kreatif untuk FAM Indonesia yang digelar bulan Juli 2012 lalu mendapat respon positif dari anggota aktif maupun anggota grup. Bagi FAM tentu saja sangat membahagiakan dan menjadi modal penting bagi pengurus untuk semakin giat menggerakkan roda FAM Indonesia. Ide-ide itu tentu saja sangat berharga.

Setelah membaca sekian banyak surat masuk dan telah diposting langsung oleh peserta lomba di grup “Forum Aishiteru Menulis”, Tim FAM Indonesia merangkum sejumlah ide yang dinilai cukup mewakili sekian banyak ide lainnya. Ide-ide itu adalah sebagai berikut:

1. FAM mengadakan ‘road to school’ untuk mensosialisasikan agenda FAM Indonesia, di samping menggelar seminar dan pelatihan menulis.

2. Segera dibentuk dan dikukuhkan kepengurusan cabang FAM Wilayah. FAM Wilayah merangkul pengurus dan anggota FAM kabupaten/kota.

3. Membuat antologi Seribu Cerpen karya anggota (1 orang 1 cerpen) untuk memecahkan rekor buku kumcer terbanyak agar masuk MURI. Hasil penjualan antologi diberikan kepada kaum dhuafa, sebagian untuk pengembangan FAM, sebagian untuk dana sosial, sisanya untuk penulis antologi.

4. Membuat situs/web profesional di mana seluruh anggota memiliki akun dan dapat berbagi karya di situs tersebut.

5. Membukukan karya anggota dan profil singkatnya. Buku diterbitkan setahun sekali dalam rangka Milad FAM.

6. Mengadakan lomba menulis puisi yang diubah menjadi cerpen atau sebaliknya.

7. Pengurus cabang dan anggota FAM mengumpulkan infaq untuk disumbangkan ke panti asuhan atau masyarakat kurang mampu.

8. Mengadakan pelatihan menulis untuk anak-anak keluarga kurang mampu, anak yatim-piatu sehingga masa depan mereka cerah.

9. FAM membuat kegiatan menulis di alam terbuka secara berkelompok dengan suasana mengasyikkan.

10. Masing-masing pengurus cabang FAM membuat perpustakaan di sekitar tempat domisili.

11. FAM membuat acara Kemah Pustaka dan Kemah Sastra melibatkan pelajar dan mahasiswa.

12. FAM ikut memfasilitasi bakat anggota yang hobi mencipta lagu dan musik serta memberi kesempatan mereka menciptakan lagu tentang menulis.

13. Membuat film/drama/sinetron yang bertema menulis agar anak bangsa cinta menulis.

14. FAM memiliki stasiun televisi khusus kepenulisan, di mana di dalamnya ada acara talkshow interaktif tentang kepenulisan dengan menghadirkan penulis-penulis mancanegara, ahli sastra atau bahkan ahli tata bahasa dan mengundang seluruh anggota FAM atau masyarakat umum untuk terlibat di dalamnya.

15. FAM mendirikan Pondok Pesantren dengan tidak meninggalkan ajaran salaf seperti pengajian kitab kuning, hanya saja materinya dominan tentang kepenulisan.

16. Membangun jaringan dengan pesantren-pesantren yang di dalamnya ada kantor unit FAM, taman bacaan, juga tempat kursus kepenulisan.

17. FAM sesering mungkin mengadakan lomba-lomba menulis guna mengasah kemampuan anggota yang tersebar di seluruh Nusantara.

18. Mengadakan seminar yang berisi motivasi ataupun segala hal yang berkaitan menulis.

19. FAM mengadakan "touring" ke beberapa kota dan berkoordinasi dengan pengurus serta anggota lainnya.

20. Pemilihan ketua cabang FAM di tiap kota adalah orang yang tidak hanya layak dalam menulis, tetapi juga orang yang dapat membimbing dan memotivasi anggotanya.

21. Karya-karya angggota dibukukan oleh Penerbit FAM Publishing sebagai divisi penerbitan FAM.

22. Setelah kepengurusan cabang FAM diresmikan, anggota FAM di kota itu rutin melakukan pertemuan minimal sebulan sekali untuk membahas masalah/kendala yang dihadapi setiap anggota.

23. Setiap anggota FAM menyebarluaskan informasi komunitas FAM Indonesia ke khalayak ramai, mulai dari teman dekat hingga penulis-penulis terkenal.

24. FAM membuat sayembara lomba karya tulisan baik cerpen, puisi, esai dan lainnya  bekerjasama dengan pihak sekolah maupun penulis-penulis terkenal di kota masing-masing.

25. Seluruh anggota FAM Indonesia sebaiknya membuat iuran, lebih tepatnya tabungan, disimpan oleh ketua cabang FAM, yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk mengadakan suatu kegiatan.

26. FAM mengkader anggota aktif di tiap daerah agar layak menjadi pengurus cabang dengan membekali mereka seperangkat persiapan yang dibutuhkan, sehingga dalam waktu singkat, FAM telah bersemi di berbagai wilayah Indonesia, bahkan di mancanegara.

27. Lomba-lomba yang digelar FAM sebaiknya juga dalam rangka peringatan Hari Besar Islam maupun event islami lainnya.

28. Menjadikan wadah FAM sebagai wadah kekeluargaan yang santun.

29. Mengusulkan panggilan nama Mbak Aliya Nurlela sebagai Bunda dan Pak Muhammad Subhan sebagai Ayah. Mereka orang tua bagi anggota.

30. Mengajak serta membimbung anak-anak dini untuk ikut berpartisipasi dalam tulis-menulis.

31. FAM punya sebuah majalah baik secara online ataupun cetak.

32. Anggota FAM sekali-kali diberi materi tentang percetakan atau penerbitan.

33. Membentuk Forum Gelombang Indonesia Menulis yang gaungnya bakal menyaingi K-Pop dan sejenisnya.

34. Membuat kelompok penulisan Sastra Indonesia di seluruh kampus di Indonesia.

35. Lewat FAM dapat dibentuk kerja sama dalam pengadaan event di daerah masing-masing berkoordinasi dengan Menteri Kebudayaan RI dalam upaya sadar membangkitkan minat menulis generasi muda.

36. Membuat kaos berlogo FAM, pin, mug berlambang FAM Indonesia dan menjualnya untuk memperkuat keuangan FAM. Bisnis ini dapat dikerjasamakan dengan anggota yang memiliki kemampuan mengerjakannya.

37. Mengadakan tour kecil dari sekolah ke sekolah mengenalkan FAM, membantu penulis pemula yang tidak mampu untuk biaya registrasi.

38. Mendirikan distro-distro berlogo FAM di setiap kota. Ada menjual buku-buku terbitan FAM Publishing dan aneka pernak-pernik kreatif anggotanya.

39. Mengadakan lomba menulis puisi, cerpen atau artikel dengan mengusung tema-tema tertentu. Karya yang terpilih nantinya dibukukan oleh FAM Publishing.

40. FAM mendatangkan tim penulis ke sekolah-sekolah untuk membina tim jurnalis dan tim mading.

41. FAM mengadakan  pelatihan/pembimbingan penulisan khusus cerita anak/dongeng.

42. Melebarkan kegiatan FAM ke masjid-masjid bekerjasama dengan pengurus atau remaja masjid.

43. Memberi sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang FAM Indonesia, agar bisa menjaring mereka yang berminat dalam dunia tulis-menulis. Istilahnya mengadakan “Meet and Greet”.

44. Seluruh anggota FAM Indonesia mempunyai seragam khusus agar dikenal masyarakat sebagai anggota wadah kepenulisan Nasional dan terutama untuk menghadiri acara-acara resmi.

45. FAM aktif dalam kegiatan sosial, misalnya penghijauan, sosialisasi bahaya narkoba, sosialisasi bahaya pergaulan bebas, dan lainnya.

46. FAM dapat bekerja sama dengan lembaga tertentu dalam membina calon penulis hebat.

47. Sahabat FAM yang berbakat menggambar dapat diminta untuk membuatkan komik yang bercerita tentang FAM Indonesia.

48. FAM mengadakan lomba menulis dalam bahasa Inggris.

49. FAM tidak hanya fokus pada tulisan fiksi tetapi juga mengembangkan kemampuan anggota menulis karya nonfiksi.

50. FAM memberikan e-sertifikat kepada seluruh peserta yang tidak menang lomba agar penulis yang karyanya belum berhasil merasa lebih dihargai dan tidak membuat mereka patah semangat.

Demikianlah di antara ide-ide yang sangat bernas diberikan anggota FAM Indonesia untuk wadah kepenulisan Nasional ini. Ide-ide yang luar biasa. Banyak lagi ide-ide lainnya, namun bernada mirip dengan surat-surat sebelumnya sehingga FAM merangkum saja garis besar dari pokok-pokok ide tersebut. Semoga “amanah” yang diberikan kepada FAM Indonesia ini dapat dipikul dengan ringan serta berjalan sesuai cita-cita bersama. Tentu saja doa dari sahabat FAM semua setiap waktu diharapkan, semoga Allah SWT senantiasa memberi kemudahan. Amin tsumma amin.

Salam sukses untuk semua sahabat FAM, dan teruslah berkarya!

Salam aishiteru.

FAM INDONESIA

[sumber: www.famindonesia.com]


Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...