Skip to main content

Saya Tidak Percaya Diri Menulis, Bagaimana Cara Menghadapinya?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya mau bertanya beberapa hal kepada FAM Indonesia:

1. Apakah karya yang sudah diposting di grup FAM berpeluang untuk diterbitkan?

2. Sejak membaca puisi-puisi indah di koran, saya bukannya semakin semangat malah semakin ‘nge-down’. Saya malu, kalau diterbitkan hasilnya jelek dan tidak memuaskan.

3. Apakah ada puisi sepanjang 3 halaman?

4. Bagaimana cara mengatasi ketidakpercayaan diri saya terhadap karya saya? Saya sudah coba menempel motivasi berbunyi, “Keberanian sejati adalah keberanian melangkah maju ketika hasilnya belum pasti” (Michael E. Angier). Tapi tetap saja saya takut karya saya jelek. Terlebih dengan puisi. Saya tidak mempercayai karya saya sendiri. Bagi saya ini kekacauan. Mungkin ini dirasakan juga bagi sebagian orang. Hanya saja, kami-terutama saya- belum menemukan jalan keluarnya. Karena saya merasa, bila saya menerbitkan buku antologi puisi atau cerpen yang saya ragukan, maka akan merugikan bagi saya. Karena bagi pelajar ‘terkekang’ seperti saya sangat sulit mendapatkan uang. Terlebih dengan vonis dari mama yang mem’vakum’kan saya dengan tinta pena yang sudah tercampur dalam darah pribadi saya. Saya pernah membuatkan puisi untuk beberapa teman saya di kelas karena ada tugas membuat puisi. Karena saya merasa puisi saya jelek dan tidak bermutu, maka saya dengan ‘legawa’ memberikannya. Hingga pada akhirnya, teman saya mendapatkan pujian dari seisi kelas juga guru bahasa Indonesia karena puisi yang saya buatkan untuknya. Hati saya miris. Saya sudah berburuk sangka. Bukan terhadap orang lain, tetapi terhadap diri saya sendiri. Saya akui bahwa saya memang ‘jahat’.

5. Apakah saya boleh mem-print brosur FAM, lalu membagikannya pada guru-guru di sekolah saya?

Demikian beberapa pertanyaan saya ini dan semoga berkenan memberikan jawabannya.

Wassalam
Arinny Fharahma
FAM 1103S, Lampung

JAWABAN FAM INDONESIA:

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Ananda Arinny Fharahma yang baik. FAM sangat senang menerima pertanyaan dari kamu. Semoga tetap semangat berkarya, tidak kenal lelah apalagi menyerah ya.

Berikut ini beberapa tanggapan dari FAM Indonesia atas pertanyaamu itu, dan semoga memberikan sedikit solusi.

1. Karya-karya yang diposting di grup FAM sangat berpeluang untuk diterbitkan, dengan syarat karya tersebut telah diperbaiki dan diedit kembali sebaik mungkin. Apa tujuan FAM meminta anggota memposting karyanya di grup FAM? Tidak lain agar anggota FAM lainnya ikut membaca, ikut memberikan masukan, saran dan kritik yang bersifat membangun untuk karya tersebut. Bila ada yang memberi masukan, jadikan masukan tersebut untuk perbaikan tulisan kita di kemudian hari.

2. Jangankan semangat, iman manusia saja kadang naik kadang pula turun. Nah, apalagi semangat, kan? Itu biasa kok. Lumrah dihadapi penulis-penulis pemula. Bahkan itu juga dihinggapi beberapa penulis senior. Intinya, terus saja menulis, hasilkan karya terbaik. Puisi-puisi di koran yang Ananda baca itu, pelajari sebaik mungkin, bagaimana si penyair menulisnya, lalu cobalah mempraktikkannya. Tugas seorang penulis adalah menulis, tugas media massa (suratkabar/majalah) adalah menerbitkannya. Jadi, jangan pernah malu bila tulisan kita jelek. Jelek tidaknya itu sangat relatif sekali, tergantung dari sudut mana menilainya dan siapa yang memberikan penilaian. Nah, jadi nanti yang akan menjadi hakim karya kita adalah pembaca. Biarkan pembaca yang menilai bagus-tidaknya, karena itu hak mereka. Bila dikatakan bagus, jangan cepat puas. Bila dikatakan tidak bagus jangan patah semangat, lakukan revisi dikemudian hari dan ciptakan lagi karya yang lebih baik dari hari ini.

3. Apakah ada puisi sepanjang 3 halaman? Ya, tentu ada. Bahkan, banyak puisi-puisi yang lebih dari 3 halaman, bahkan berjilid-jilid. Salah satunya, puisi kuno asal Sulawesi Selatan "I La Galigo" yang merupakan puisi terpanjang di dunia dan masuk dalam Memory of the World lembaga dunia UNESCO. Naskah puisi ini yang disimpan di Belanda sebanyak dua belas jilid. Wow, berapa halaman itu ya? Tentu tebal sekali. Puisi-puisi modern tentu tidak sepanjang itu, tetapi banyak yang lebih dari 3 halaman.

4. Bagaimana cara mengatasi ketidakpercayaan diri? Gampang sekali, cari lawan katanya: tidak percaya diri lawannya harus percaya diri. Ya, ini serius. Ananda harus percaya diri dan bersungguh-sungguh berkarya. Teruslah menulis, terus dan terus. Penulis-penulis hebat hari ini, dulunya, di awal-awal mereka menulis, juga sama seperti yang Ananda alami. Tetapi mereka tidak pernah menyerah berkarya. Mereka jatuh bangun, bahkan tak sedikit yang di penjara karena karya-karyanya yang mengguncang dunia. Begitulah seorang penulis, dia optimis bisa melahirkan karya terbaik. Jadi, Ananda harus menjadi pembaca pertama untuk karya Ananda. Ananda harus yakin bahwa Ananda bisa menulis tulisan yang baik, sebab kalau tidak begitu bagaimana nanti pembaca buku Ananda tahu bahwa buku Ananda itu sebuah buku yang bagus? Penulisnya saja tidak percaya diri dengan karyanya, bagaimana pembaca bukunya tertarik? Jadi, optimislah. Jangan lihat hasilnya. Jalani saja proses. Sebab, hasil itu buah dari proses.

5. Oh, tentu saja. Sangat boleh dan dianjurkan sekali. Silakan brosur FAM dicetak sebanyak-banyaknya dan diberikan kepada guru, dan teman-temannya ya. Intinya, dari usaha penyebaran brosur itu, kita berusaha memperkenalkan keberadaan FAM Indonesia kepada semua orang. Kalaupun nanti ada satu-dua orang yang tertarik menjadi anggota FAM, tentu itu sebuah syukur yang pantas kita berikan kepada Tuhan karena komunitas FAM ini semakin diminati oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang mencintai slaturahim dan tulis menulis.

Ananda yang baik, demikianlah sedikit jawaban FAM Indonesia. Semoga Ananda kembali semangat dan ditunggu kabar gembira perolehan prestasi-prestasi yang Ananda torehkan di dalam hidup Ananda.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com


Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...