Skip to main content

Aku Menulis Bukan Karena Aku Ingin, Tapi Karena Aku Harus Menulis

Assalamualaikum Wr. Wb.

Untuk FAM...

Halo FAM, saya ingin berbagi sedikit cerita mengenai hobi menulis saya. Mula-mula saya mulai menulis karena teman sebangku saya semasa SMP sangat menyenangi dunia literasi. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai tertarik dengan dunia tulis menulis ini. Awalnya aku menganggap menulis itu mudah, awalnya aku sangka mendapatkan gelar ‘penulis’ itu juga mudah. ‘Hanya seperti membalikkan telapak tangan’, seperti itulah aku menganggap apa ‘menulis’ itu. Tapi akhirnya aku tahu bahwa hal tersebut tidaklah benar. Dan butuh proses yang tak singkat untukku menyadari hal itu. Aku memang keras kepala.

Setiap tulisan penulis itu bukanlah seperti sebuah buku harian di mana kita bisa mengeluarkan apa kata hati tanpa satu pun aturan. Aku ingat benar pada sebuah tulisanku untuk tugas sekolah, dan hasilnya guruku memberikanku komentar yang mungkin tak bisa aku lupakan, “Tak ada tulisan yang tak bermanfaat di dalam toko buku sana. Jika ingin seenaknya, tak usah dipublikasikan, simpan untukmu sendiri!” Dan hal itu membuatku tersadar, meskipun aku marah. Beliau juga seorang penulis, yah paling tidak pada masa mudanya, tulisannya sering berlalu-lalang di berbagai media.

Suatu ketika aku mengatakan kepadanya bahwa aku suka menulis dan ingin jadi penulis, dan dia kembali memberikan ceramah kepadaku, “Kalau hanya suka ya tak usah berharap menjadi penulis” katanya. Dia menambahkan bahwa jadi penulis bukan hanya dari kesenangan, namun kerja keras. Benar juga. Mulai sejak itu, aku memulai ‘kerja keras’ku di dunia literatur. Aku menulis bukan karena aku ingin, namun karena aku harus menulis. Aku mengirimkan naskah bukan untuk mendapat imbalan, namun untuk meraih kepuasan karena tulisanku bisa menginspirasi, dll...

Dan sekarang, aku mengubah pandanganku bahwa aku tak ‘hanya ingin jadi penulis’, namun ‘tak bisa jadi penulis pun tak apa, asal aku masih bisa menulis’.

Sekian,
Wassalamualaikum wr.wb

NOER AST

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...