Skip to main content

Profil Anggota FAM Indonesia: Andalusiana Cordoba (Trenggalek)

"Kado Milad ke-24, Menjadi Anggota FAM Indonesia”
Andalusiana Cordoba adalah nama pena dari Marfuatus Zulvia Wilujeng. Lahir di Kabupaten Trenggalek, 13 Juli 1988. Putri pertama dari pasangan Mahfut dan Asmulik. Bagi Andalusiana, menulis adalah pekerjaan tersulit yang ia rasakan. Bahasa Indonesia masuk daftar pelajaran yang tak disukainya, karena selalu ada sesi mengarang. Ia hanya senang membaca dan menceritakan kepada teman-temannya tentang apa yang telah dibaca. Itulah cara dia untuk berbagi.

Saat melanjutkan belajar di Pesantren Putri Al-Mawaddah Ponorogo, keinginan untuk bisa menulis mulai tumbuh. Ia melihat beberapa teman dekatnya aktif di Mading Pangkalan dan Majalah Mir’ah (Media Informasi Santriwati Al-Mawaddah). Menurutnya hal itu mengasyikkan sekali, karena nama penulisnya bisa nangkring di majalah dan dibaca oleh semua santri. Akhirnya ia mencoba mendaftarkan diri dan ikut seleksi anggota Mir’ah. Namun gagal dan ia kemudian memilih untuk aktif di ekskul lain.

Suatu ketika, seorang Ustad favoritnya yang mengajar Tarbiyah wa Ta’lim menyampaikan sebuah materi. Beliau mengatakan, “Idza arodta an tukholida, faf’al syaian yastahiqqu an yuktab. Au uktub syaian yastahiqqu an yuqra’. (Jika kamu ingin orang lain menirumu, maka lakukanlah sesuatu yang layak untuk ditulis. Atau tulislah sesuatu yang layak untuk dibaca).” Kalimat itu dicatatnya baik-baik dan ia hapalkan. Tapi hingga ia lulus dari S1 tahun 2011, tak juga ia mulai menulis. Pertanyaannya, “apa yang mau ditulis? Baginya, menuangkan pikiran lewat tulisan itu  lebih sulit daripada menuangkannya dengan berbicara langsung.

Awal Juli 2012, ia bertemu dengan Pak Ahmad Kindi di jejaring sosial dan mengikuti workshop menulis online yang diadakan Jaringan Asah Pena. Kemudian beliau merekomendasikan untuk bergabung juga di FAM. Andalusiana sempat kebingungan, saat mengisi formulir dan diminta mencantumkan daftar karya, sebab ia merasa belum memiliki karya. Setelah konfirmasi dengan Bunda Aliya Nurlela (Sekjen FAM) ia mendapat penjelasan, tak punya karya pun bisa bergabung karena FAM adalah wadah belajar.

Pada tanggal 13 Juli 2012 (tepat di hari ulang tahunnya) ia mendapat email ucapan selamat bergabung di FAM dengan IDFAM868U. Tujuannya bergabung di FAM karena ia  ingin belajar. Agar apa yang pernah dikatakan Ustadnya menjadi nyata dan karyanya bisa menjadi inspirasi dalam kebaikan hingga menghasilkan pahala yang tiada terputus.

Cerpen perdananya lolos dalam event menulis yang diadakan FAM. Ia bahagia sekali bisa masuk dalam buku Antologi 2 “Untuk Sumarni dari Suparman”. Untuk karya antologinya yang lain masih dalam proses. Saat ini baru terkumpul enam antologi, semoga buku solonya juga bisa segera lahir. “Suatu kebanggaan tersendiri saat bergabung di FAM dan dapat mengenal beberapa Tim FAM yang ramah dan baik hati. Saya berharap dapat mengambil banyak manfaat dan ilmu dari para senior di FAM,” ujarnya bangga dan penuh harap.

Meski ada sedikit rasa tak percaya diri dengan anggota FAM lain yang telah menulis sejak lama, ia berusaha untuk cuek saja dengan rasa itu. Toh setiap orang yang telah sampai pada posisi tangga tertinggi pun, pasti dulunya juga pernah melewati tangga pertama. Hanya soal waktu saja. Mereka para senior telah mengambil start lebih dulu. Ia juga bertekad bisa seperti para penulis yang telah lebih dulu menulis dan memiliki nama.

Andalusiana Cordoba dapat dihubungi melalui email andalusianacordoba@yahoo.com atau bisa dikunjungi di http://sevillagranada.blogspot.com. Dengan alamat rumah, RT.45 RW20 Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek 66372. Hp. 085735259179.

Share ke:

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...